Kala itu, setelah Eren berhasil mengalahkan Marleyan yang menyerangnya, ia segera berlari menuju lokasi sumbu berada. Eren mempercepat langkahnya sebelum ada orang lain yang menyerangnya lagi.
Sumbu itu ada di dekat sumur tua yang berada di pusat kota.
Tak gemetar seperti Armin, dirinya benar-benar sudah siap untuk mati. Dengan cepat Eren menyalakan sumbu tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi.
Api mulai menyulut sumbu dan masuk ke dalam tanah. Itu memerlukan kira-kira 10 detik lagi untuk sampai ke inti bom.
"Eren!" Teriak seseorang sambil menarik lengan Eren dari arah belakang.
"Masuklah! Ayo selamatkan diri!" Ajak Zeke yang muncul dari dalam sumur.
Eren tak ragu langsung melompat masuk ke dalam sumur itu dan Zeke juga langsung menutup bagian atas sumur dengan besi.
Tepat setelahnya, bom meledak dengan begitu kuat.
"Kau sudah merancang tempat ini, kak?" Tanya Eren sembari melihat Zeke yang menuruni anak tangga.
"Benar, ayo cepat lewat lorong ini sebelum tanahnya longsor!"
Keduanya berteriak agar saling mendengar.
Mereka berlari melewati lorong bawah tanah yang tak terlalu besar itu. Setelah beberapa menit, akhirnya Eren dan Zeke sampai di lokasi perang. Dimana tak ada siapapun disana lantaran hari sudah gelap.
Disana, sebuah helikopter sudah menunggu mereka berdua.
"Terima kasih, Onyankopon! Ayo Eren, kita harus segera pergi."
Dengan cepat, helikopter mulai mengudara menuju pelabuhan di perbatasan. Eren dan Zeke sampai 1 jam lebih awal dari rombongan kapal.
-
"Begitu ceritanya.."
"Oooohhh..." Tutur seluruh pasukan Eldia bersamaan.
"Aku sangat berterimakasih kepada kalian semua yang sudah membantuku menjalankan misi ini."
"Tidak, tidak. Seharusnya kami yang berterimakasih padamu, Eren. Kalau kau tidak menjalankan misi dari leluhurmu, mungkin hari ini kita akan kalah di medan perang."
"Benar sekali! Kita sudah kehabisan amunisi dan juga strategi."
"Kita juga harus berterimakasih pada Armin! Dia sudah menciptakan obat baru dari hasil penelitiannya di Marley."
"Benar sekali! Karena obat dari Armin, nenekku sudah sembuh dari penyakitnya!"
"Hebat, Armin! Akhirnya kita akan mencapai kejayaan yang sempat tertunda bertahun-tahun lamanya!"
"Akhirnyaaa..."
Obrolan terus dilanjutkan oleh para pasukan di aula pelabuhan sambil menyantap sarapan mereka.
Sementara itu, di salah satu ruangan..
"Zeke-san! Kau benar-benar membuatku takut di gedung presiden kemarin! Kupikir kau akan mati." Ujar Pieck.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan diriku mati sebelum aku menebus dosa-dosaku."
"Apa kita bisa tinggal di Eldia?" Tanya Annie menyela.
Zeke yang sedang berbicara dengan Pieck menolehkan pandangannya sebentar pada Annie.
"Kurasa, tidak. Bagaimanapun mereka pasti tidak akan menerima kehadiran kita meskipun kita berada di pihak mereka. Kita semua adalah keturunan Marley, bukan Eldia."
"Eh? Annie seorang Marley?" Tanya Pieck.
"Benar, hanya Leonhart-san yang tau kebenaran kisahnya. Aku hanya mendengar sedikit bahwa Annie dibuang oleh orang tuanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Here With Me [Armin x Annie]
Fiksi Penggemar[FAN FICTION] Armin Arlert, seorang bangsa Eldia yang terdampar di pulau musuh setelah terkena ledakan bom saat berada di perairan. Ia diselamatkan oleh seorang gadis rupawan bernama Annie Leonhart dan berakhir menjadi sandera di tanah lawannya, Mar...
![Here With Me [Armin x Annie]](https://img.wattpad.com/cover/335758886-64-k614425.jpg)