Aku tidak peduli kalau pun harus mati ketika berjuang meraih mimpiku, aku tidak akan menyesalinya.
×××××
Hamparan putih salju menutupi semua permukaan Rusukaina, pulau bagian utara Pulau Amazon Lily. Seorang pemuda berjalan mendekati sebuah batu besar, nampak sebuah topi jerami yang sedikit tertutup salju di sana.
"Ya, aku kembali setelah waktu yang lama."
Dua tahun berlalu setelah insiden perang antara Markas Besar Angkatan Laut dengan kelompok Bajak Laut Shirohige. Sepertinya keadaan memang telah berubah. Setidaknya Luffy sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Setelah mendapatkan latihan dasar haki dari Rayleigh, Luffy menjalani latihannya sendiri selama enam bulan. Ya, Rayleigh meninggalkannya sendiri di pulau itu. Satu setengah tahun cukup untuknya menguasai bentuk dasar latihannya. Dengan potensi dan kemauannya yang kuat, Luffy bisa menguasainya dengan cepat.
×××××
Di Sabaody.
"Sudah enam bulan kau meninggalkan Monkey-chan berlatih sendiri, Ray san. Dia pasti sudah bertambah kuat sekarang."
Nampak dua orang sedang berbincang disebuah bar kecil. Seorang laki-laki yang sudah tidak muda lagi dengan segelas bir di tangannya, dan seorang wanita yang masih tampak muda meskipun tidak dengan usianya.
"Meninggalkannya untuk berlatih sendiri adalah pilihan yang tepat untuk melihat sejauh mana perkembangannya."
"Dua tahun berlalu. Tidak sabar melihat perkembangan nakamanya juga. Apakah mereka bisa berkumpul lagi?"
Rayleigh tersenyum, meneguk habis bir yang hanya tersisa setengah. Kembali ke Sabaody dan berkumpul lagi bukan hal yang mudah setelah mereka menghilang ke tempat yang cukup jauh. Walaupun mereka sudah berkembang dan bertambah kuat. Entahlah. Rayleigh hanya akan melihat apa yang akan terjadi setelah waktu yang cukup lama.
Setelah pertempuran di Marineford dan Akainu menjadi Laksamana Armada, Markas Besar Angkatan Laut dipindahkan ke pangkalan G-1 di Dunia Baru. Sejak saat itu, Sabaody menjadi pulau tanpa hukum. Para bajak laut rookie yang singgah di sana seringkali membuat keributan. Walaupun angkatan laut lebih memperketat soal keadilan (yang menurut mereka sangat adil), tapi disatu sisi mereka kewalahan menghadapi para pembuat onar yang semakin tidak terkendali. Terutama setelah berakkhirnya era Shirohige. Seperti yang dikatakan sebelumnya, mereka para bajak laut memperebutkan kekuasaan yang dulu adalah daerah yang dilindungi oleh Shirohige sendiri. Dunia sudah tidak seimbang sejak itu, kKekacauan di mana-mana. Tapi ada yang salah dengan keadilan yang angkatan laut junjung tinggi. Mereka memang menangkap para bajak laut karena menurut mereka bajak laut adalah sampah. Tapi dilain sisi, pemerintah dunia tutup mata dengan keadilan yang sesungguhnya.
Kreaakkk...
Pintu bar terbuka menampakkan seorang pria bertubuh kekar dengan tiga katana terikat di pinggang. Celana hitam dan sepatu berwarna senada. Memakai mantel panjang hijau yang terbuka, dan haramaki dengan warna yang sama tapi sedikit lebih terang terlihat di bawah mantel. Dan jangan lupa dengan bandana hitam yang terikat di lengan kiri, juga rambut nya yang berwarna hijau.
"Mereka belum sampai?"
"Aaa, kau orang pertama," jawab Rayleigh setelah menoleh ke arahya.
"Cih, mereka tidak pernah berubah. Pasti mereka tersesat seperti biasa."
Zoro adalah kru pertama yang sampai di Sabaody. Lama waktu berlalu, beberapa perubahan pada dirinya sangat terlihat jelas. Badannya sedikit lebih tinggi, dan mata kiri yang kini tertutup. Mungkin akibat latihan dari Mihawk. Tidak heran, pendekar pedang terkuat di dunia itu pasti tidak akan segan-segan untuk menebasnya walau dalam bentuk latihan sekalipun. Atau mungkin karena ulah babon yang Zoro lawan, mengingat para babon tersebut sangat kuat.
