⚠️⚠️ hanya cerita fiksi mengambil tokoh sejarah
Fan fiction dari sinetron "kembalinya raden kian santang"
Bakal banyak foto2 sih kyknya hehehehe tapi udah diedit biar agak kartun dikit yak
"Putra putriku, nasib pajajaran sekarang berada di tangan kalian" seruan siliwangi kepada anak-anaknya agar bersatu untuk menyerang musuh.
Rara santang dan Walangsungsang yang baru saja tiba langsung ikut bergabung dalam pertempuran. Rara Santang dan Siliwangi tidak bertanya lebih lanjut mengenai tombak belati sajodo yang dimiliki oleh orang asing tersebut yang tidak lain adalah Raden Walangsungsang.
Putra-putri siliwangi berkumpul dan menyatukan kekuatannya. Walangsungsang bergabung dalam peperangan meskipun identitasnya tidak dikenali oleh keluarganya.
Terjadi pertarungan sengit hingga pada akhirnya musuh terdesak dan berusaha kabur. Namun kesempatan itu tidak diberikan oleh Rara Santang dan Walangsungsang.
Mereka mengejar musuh yang kabur dengan menggunakan tombak yang sama. Tombak Belati sajodo, seperti namanya, tombak ini berjumlah 2 dan saat ini mereka berdualah yang memilikinya. Kekuatan pusaka tersebut menjadi lebih dahsyat apabila disatukan.
Dengan kesempatan yang ada, mereka menyatukan kekuatan pusaka itu. Guntur bergemuruh akibat kekuatan besar yang muncul. Musuh tidak lagi bisa kabur dari kejaran mereka. Akhirnya musuh dapat ditakhlukkan oleh mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seluruh keluarga Pajajaran berkumpul dan saling berpelukan. Prabu Siliwangi memastikan keaadan seluruh putra-putrinya dalam keadaan selamat.
Walangsungsang hanya menatap mereka di antara para prajurit yang ada. Ia senang melihat hal tersebut dan ingin ikut mendekat. Namun, Ia tersadar bahwa ini bukanlah saatnya. Rasa rindunya harus Ia tahan untuk waktu yang lebih lama untuk membuktikan bahwa dirinya belum mati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Prabu Siliwangi melihat Walangsungsang yang berdiri tak jauh darinya. Dalam batin prabu Siliwangi timbul curiga, "bagaimana mungkin tombak belati sajodo ada di tangannya? Karena tidak mungkin tombak itu diambil oleh sembarang orang. Siapa sebenarnya orang itu?"
Pelan-pelan, Walangsungsang mundur dari segerombolan prajurit san segera meninggalkan istana sebelum diketahui banyak orang. Ia berusaha menghindar meskipun harus berjalan sempoyongan karena luka dalam yang diterimanya setelah peperangan itu.