Chapter 6 - bertemu

75 6 0
                                    

Keesokan harinya, Kian Santang dan Rara Santang diperintahkan oleh Prabu Siliwangi untuk mencari tau siapa orang yang telah membantu mereka dalam mengalahkan musuh.

Mereka berdua berangkat dengan melakukan penyamaran menjadi rakyat biasa dan mencari orang tersebut yang tak lain adalah rakanya sendiri, Walangsungsang.

Mereka berdua berangkat dengan melakukan penyamaran menjadi rakyat biasa dan mencari orang tersebut yang tak lain adalah rakanya sendiri, Walangsungsang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kian Santang dan Rara Santang tiba di pemukiman warga. Mereka mengamati sekitar sambil mendengarkan percakapan antar warga.

Ternyata Walangsungsang tersebut juga sedang melintasi daerah tersebut setelah beristirahat selama semalam di kampung itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ternyata Walangsungsang tersebut juga sedang melintasi daerah tersebut setelah beristirahat selama semalam di kampung itu. Rara Santang menyadari keberadaannya dan bergegas menghadangnya.

Walangsungsang terkejut karena ada orang yang tidak Ia kenali menghadangnya tiba-tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Walangsungsang terkejut karena ada orang yang tidak Ia kenali menghadangnya tiba-tiba.

"Siapa kalian? Orang pakuwan atau orang galuh?"
"Aku bukan orang Pakuwan maupun Galuh, tetapi aku Orang Pajajaran" jawab Rara Santang dengan tetap menutupi identitasnya.

"Aku seperti mengenal suaranya, siapa dia?" Batin Walangsungsang

"Kalau begitu, tunjukkan wajah kalian, jangan bersembunyi di balik caping itu!" Perintah Walangsungsang yang merasa terusik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalau begitu, tunjukkan wajah kalian, jangan bersembunyi di balik caping itu!" Perintah Walangsungsang yang merasa terusik.

"Kenapa kau tidak menunjukkan wajahmu terlebih dahulu dan membuka capingmu itu?" Tanya Kian Santang menantangnya.

Walangsungsang keberatan dan ingin pergi dari sana tetapi Rara Santang menghadangnya. Akhirnya terjadi pertarungan di antara mereka berdua.

"Tenaga dalamnya tinggi sekali, dia bukan orang biasa, tapi siapa dia?" Batin Walangsungsang.

Rara Santang lanjut menyerang Walangsungsang dan ingin membuka paksa caping yang dikenakannya itu.

Rara Santang lanjut menyerang Walangsungsang dan ingin membuka paksa caping yang dikenakannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

caping itu nyaris terbuka, tetapi langsung diambil kembali oleh Walangsungsang.
"Siapa kau? Sepertinya aku mengenal gerakanmu." Tanya Walangsungsang.
"Ya, aku Rara Santang!"

Mendengar hal tersebut membuat Walangsungsang tidak ingin melanjutkan pertarungan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mendengar hal tersebut membuat Walangsungsang tidak ingin melanjutkan pertarungan itu. Ternyata adiknya sendirilah yang menyerangnya. Walangsungsang segera meninggalkan adiknya dan tidak memberikan satu patah kata pun untuk adiknya.

 Walangsungsang segera meninggalkan adiknya dan tidak memberikan satu patah kata pun untuk adiknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rara Santang yang sekilas melihat wajahnya pun terheran-heran. Wajahnya mirip sekali dengan rakanya. Namun, mengapa Ia meninggalkannya dan tidak kembali bersama ke Pajajaran? Apakah ada orang yang sengaja menyamar seperti rakanya?

 Namun, mengapa Ia meninggalkannya dan tidak kembali bersama ke Pajajaran? Apakah ada orang yang sengaja menyamar seperti rakanya?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kian Santang juga terkejut setelah melihat pertarungan itu. Ia yakin bahwa itu juga rupa raka yang selama ini Ia rindukan. Kian Santang mencoba mengingatkan Rara Santang bahwa mereka tidak boleh lengah karena bisa saja yang mereka temui bukanlah rakanya.

Perjalanan WalangsungsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang