Chapter 12 - terbukti

56 2 0
                                    

"Tunggu pembalasanku Walangsungsang!" Tegas nyi Rompang yang berlalu pergi.

"Alhamdulillahirobbilalamin" ucap Walangsungsang bersyukur dapat datang tepat waktu menyelamatkan para warga.

"Raka..." panggil Rara Santang lembut dan melangkah dengan perlahan-lahan mendekati kakak satu-satunya itu.

Dengan wajah penuh harap Rara Santang menatap Walangsungsang dengan sangat tulus bahagia melihat rakanya masih hidup dan berdiri di hadapannya.

Walangsungsang tersenyum melihat adik perempuannya yang sudah mempercayai keberadaannya.

Rara Santang bergegas memeluk kakaknya.
"Aku sangat merindukanmu, Raka"

"Aku pun juga begitu, nyimas" ucap Walangsungsang sambil memegang kedua pundak rara santang dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.

"Aku pun juga begitu, nyimas" ucap Walangsungsang sambil memegang kedua pundak rara santang dan menatapnya dengan penuh kasih sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayo kembali bersama ke Padjajaran Raka, ibunda sudah mengharap kehadiranmu" ajak Rara.

"Maaf Nyimas, aku belum berpamitan dengan Syeh Guru, izinkan aku menyusulmu nanti ya?" Tanya Walangsungsang.

"Baik Raka, aku akan menunggu kedatanganmu di Padjajaran" Rara Santang tersenyum dan pergi meninggalkan kakaknya bersama para prajurit.

Sementara itu, Walangsungsang pergi kembali ke padepokan syeh guru dan ingin berpamitan untuk kembali ke istana.

Sementara itu, Walangsungsang pergi kembali ke padepokan syeh guru dan ingin berpamitan untuk kembali ke istana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya Rara di Istana, Ratu Ambet Kasih dan Ratu Subang Larang datang menyambutnya. Mereka mencari keberadaan Raden Walangsungsang yang sudah lama ditunggu-tunggu kedatangannya. Namun, batang hidungnya saja tidak ada.

"Kemana Rakamu, putriku?" Tanya Subang Larang Kepada putrinya.

"Tenang saja ibunda, Raka Walangsungsang sedang berada di padepokan syeh guru dan setelah itu Raka akan segera menyusul ke istana ibunda." Tegas Rara dengan senyumannya yang dapat meyakinkan kedua ibundanya itu.

Perjalanan WalangsungsangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang