Epilog : Pilihan

148 15 12
                                        

Caca memegangi perut bagian bawahnya yang terasa nyeri. Sebenarnya setiap kali tamu bulanannya datang ia selalu merasakan hal ini. Namun entah mengapa hari ini rasanya lebih sakit dari biasanya.

Mungkin karena ini hari pertamanya?
Atau mungkin karena ia sedang stress menghadapi UAS?

Entahlah.

Gadis itu bahkan harus beristirahat selama dua jam pelajaran di UKS sebelum akhirnya kembali ke kelas saat bel pulang berbunyi.

"Gue anter aja deh, Ca. Kayaknya Handaru sama Leo masih lama rapatnya."

Gita yang sedari tadi mengamati Caca dari seberang meja kini menatapnya khawatir. Terlebih saat Caca meletakkan kepalanya di atas meja kantin sambil beralaskan jaket milik Handaru.

"Tapi gue mau kencan." Tolak Caca keras kepala.

"Bisa ditunda kan? Lo lagi sakit tau. Kalo kayak gini mana bisa lo nikmatin kencan kalian?"

Gita masih tidak mau kalah, sudah berkacak pinggang sambil melayangkan tatapan serius. Susah payah membujuk Caca yang keras kepala.

Caca mengangkat kepalanya, sejenak menatap Gita dengan mata sayu.

"Iya juga sih, kasihan Handaru nanti malah khawatirin gue mulu." Komentar Caca seraya meminum teh hangat pesanannya.

"Oke. Gue telepon Leo dulu kalau gitu."

Gita sudah sibuk dengan ponselnya, sementara Caca menatap malas ke arah sekeliling. Pandangannya menangkap Leo dan Handaru yang berjalan menuju kantin.

"Nggak usah deh, Git. Tuh, mereka udah keliatan!" tunjuk Caca kepada dua sosok yang sedari tadi mereka tunggu.

"Handaru! Tuh, Caca minta pulang. Katanya kalau kencan sekarang kalian nggak bisa fokus bermesraan!"

"Heh mulutnya!" seru Caca kepada Gita yang tahu-tahu sudah berdiri dari kursi dan memberikan laporan langsung dengan semangat menggebu-gebu.

Yang diperingatkan malah memajukan telunjuknya di depan bibir, seraya mengedipkan sebelah mata. Caca yang tidak punya tenaga untuk membalas hanya bisa menghembuskan napas pasrah, membiarkan beberapa siswa yang ada di kantin menoleh ke arahnya dengan ekspresi wajah penuh rasa ingin tahu.

Handaru bergegas duduk di kursi yang ada di sebelah Caca, membelai poni dan dahi gadis itu lembut.

"Langsung pulang aja?" tanya cowok itu khawatir.

Caca mengangguk lemah. Ia melihat pacarnya itu menoleh ke arah Gita dan Leo yang sedang mengamati mereka berdua.

"Guys, kami pulang dulu."

Lalu Handaru kembali menoleh ke arah Caca dan mengulurkan tangannya untuk membantu Caca bangun dari kursi.

"Caca sayangku, ayo bangun. Pelan-pelan aja,"

Dirasakan lengan Handaru ikut menarik tangannya lembut namun kuat, membuat Caca menurut dan bangkit perlahan dari kursi kantin. Caca sendiri melambaikan telapak tangan kanannya ke arah Gita dan Leo, lalu berjalan bersama kekasihnya menuju tempat parkir. Jari-jari mereka saling bertautan.

Gita mengamati pasangan itu sambil tersenyum kecil. Gadis yang kali ini memakai sweater merah muda untuk menutupi atasan seragamnya itu menoleh ke arah Leo yang juga masih memandangi kepergian Handaru dan Caca.

"Gimana perasaan kamu lihat Handaru akhirnya bisa sama Caca?" tanya Gita penasaran.

Cowok itu menoleh ke arah Gita sekilas lalu tersenyum tipis dan menjawab, "Agak sedih sih waktu tau kalau panggilan sayang dari Han udah pindah ke Caca. Tapi selebihnya aku bersyukur karena sahabatku akhirnya bisa bersama dengan orang yang dicintainya."

Gita tertawa pelan, lantas menggenggam telapak tangan kiri Leo erat hingga membuat cowok itu sedikit menundukkan kepala agar bisa bertatapan dengannya.

"Kan ada aku?" tanya Gita sembari mengulum senyum.

"Beda, beb. Kamu kan pacarku, kalau dia itu sahabat yang udah kuanggap seperti adik kandungku." Sanggah Leo sambil mengacak poni gadis di sebelahnya dengan salah satu tangannya yang bebas.

Berikutnya pasangan itu kompak berdiri dari kursi mereka, lalu berjalan bersama menuju tempat parkir sekolah  dengan kedua tangan bertautan.

.

.

.

.

~○~○~ {Selesai} ~○~○~

.

.

*
Start - Finish:
15 Mei 2023 - 15 Jun 2023

.

.

**
a/n:
Terima kasih,
Kepada para pembaca setia yang sudah bersabar menunggu cerita ini diupdate setiap minggunya.

.

Author merasa terharu dan bersyukur karena sudah didukung untuk terus berkarya hingga cerita ini akhirnya memasuki bab epilog.

.

.

***
Terima kasih juga kepada siapapun yang sudah membaca, memberikan vote, dan komentarnya di sini. Author berharap hari-hari kalian dipenuhi dengan kebahagiaan.

.

.

***
Dan yang terakhir...
Have a nice day, semuanya!
Semoga bisa bertemu lagi di lain kesempatan ♡

CloseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang