Fakta baru yang tiba-tiba muncul membuat Minju tak bisa berkata apa-apa, buktinya dirinya masih diam sejak kejadian di lobi restoran tadi. Sekarang mereka semua sudah duduk di meja makan sambil menikmati makan malam, kedua keluarga hadir. Jeongwoo, Wendy dan Yonghoon. Serta Suho, Irene, Jisoo, Mingyu, Yewon dan Minju.
"Kok diem sih, lo kenapa?" Tanya Jeongwoo menyenggol lengan Minju.
"Nggak papa," jawab Minju.
"Kayaknya Minju dan Jeongwoo mau ngobrol ya?"kata Yonghoon melihat Jeongwoo dan Minju saling bisik-bisik.
"Di lantai dua ada Club kalian boleh ke sana," tambah Minju.
"Papa! Masa kak Mingyu suruh aku ke Club," adu Minju pada Suho. Sedangkan semua orang di sana tertawa.
"Memangnya kenapa sayang? Kamu ke sana bukan macam-macam kan, ada Jeongwoo juga. Sana pergi," kata Suho menyakinkan putrinya.
Yonghoon masih berusaha menahan tawanya melihat ekspresi terkejut Minju, mulut gadis itu sampai terbuka karena tak percaya. Baginya, Club itu tempat aneh yang tidak boleh ditempati. Ada banyak minuman keras, rokok, dan yang paling Minju benci, orang-orang seenaknya bermesraan di depan umum.
"Kenapa nggak berani pergi?" Bisik Jeongwoo.
"Sesekali dek, cobain!" Goda Mingyu.
Minju menggertakkan giginya kesal,"Sesat!" Ucapnya pada Mingyu.
Semua orang memantau kepergian Minju dan Jeongwoo, setelah itu para orangtua siap untuk membicarakan pernikahan anak mereka yang tinggal sebulan lagi.
"Saya rasa besok sudah boleh dimulai persiapannya," usul Wendy.
"Iya, supaya semuanya bisa selesai lebih cepat," tambah Irene.
Yonghoon yang berada di tengah-tengah pembicara orang tua merasa risih dengan apa yang mereka bicarakan, adiknya baru saja lulus sekolah tadi pagi dan para orangtua malah membicarakan pernikahan.
"Apa nggak terlalu cepet ya ma?" Celetuk Yonghoon.
Wendy yang tengah berbicara dengan Irene menatap putra sulungnya, "Apanya, nak?" Tanya Wendy.
"Aku pikir pernikahan ini terlalu cepat, Minju dan Jeongwoo baru aja lulus tadi pagi. Mereka nggak seharusnya ngalamin semua ini ma, om, tante. Mereka masih terlalu dini untuk tanggung jawab seperti ini, waktu mereka masih panjang. Ada teman-teman dan kesenangan masa muda lainnya. Aku nggak mau Jeongwoo kehilangan semua itu," jelas Yonghoon.
Penjelasan itu membuat semua orang terdiam, mereka tentu berfikir sejenak tentang apa yang Yonghoon katakan. Jeongwoo dan Minju baru akan berumur 20 tahun, masa di mana mereka harus menghabiskan waktu selayaknya anak 20 tahun lainnya.
"Kami tahu itu Yonghoon, kami juga memikirkan semua itu. Om juga nggak mau Minju sibuk jadi istri, sementara teman-temannya bersenang-senang. Sebab itu kami ada untuk mendampinginya, supaya Minju dan Jeongwoo hidup seperti biasa. Kami punya alasan tersendiri yang harus dijalankan dalam keluarga, yaitu menjodohkan anak kedua. Dan mama kamu menyetujui itu dengan syaratnya juga," jelas Suho.
"Syarat apa ma kok aku nggak tahu?" Yonghoon balik bertanya pada Wendy.
****
Dentuman musik terdengar keras, Minju meletakkan kedua telapak tangannya untuk menutupi telinganya. Sementara Jeongwoo berjalan enteng di depannya.
"Jeong, kita pergi aja yuk!" Ajaknya menarik sedikit baju Jeongwoo.
"Kenapa, takut?" Tanyanya smirk.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Suprise
RomanceYang paling menyakitkan dari mencintai ialah mengharapkan seseorang yang masih berharap pada masa lalunya. "Gue nikahin Minju buat selamatin nyawa orang yang gue cintai," - Park Jeongwoo "Sesekali aku kira kita deket, ternyata salah. Aku masih oran...