08. SIA-SIA

9 2 0
                                    

Jeongwoo mendengus kesal saat melihat handphone, dia sudah menghubungi Minju berkali-kali tapi gadis itu belum saja mengangkat panggilannya. Alasan Jeongwoo menelpon karena Wendy menyuruhnya untuk ke butik dan mencoba beberapa gaun pengantin, tetapi Minju belum tahu itu.

"Apa gue ke rumahnya aja, ya?" Gumam Jeongwoo tak sabaran.

Segera ia mengambil kunci mobil dan pergi ke rumah Minju. Tak butuh beberapa menit, ia sampai tepat di depan rumah Minju. Mendapati gadis itu sedang berbincang bersama Yoenjun dan Yunjin.

"Hp lo mana?" Tanyanya tiba-tiba menghampiri Minju. 

"Ngapain kamu tiba-tiba datang cari hp aku?" Kata Minju terkejut.

"Santai aja kalik," sahut Yoenjun tak menyukai cara bicara Jeongwoo pada Minju.

"Aku masuk duluan ya gyus," pamit Minju tak ingin pertengkarannya dengan Jeongwoo terdengar oleh kedua sahabatnya.

"Gue nggak suka sama Jeongwoo itu," beo Yoenjun menatap kepergian Jeongwoo dan Minju.

"Ya bilang aja lo cemburu," ejek Yunjin, dia tahu kakaknya itu masih punya perasaan pada sahabatnya sendiri.

"Ngaco. Gue udah move on kalik," balas Yoenjun tak terima, ia meninggalkan Yunjin di halaman rumahnya.

Sementara Jeongwoo terus mengekor di belakang Minju, membuat si gadis merasa tak nyaman. Sejak tiga hari mereka tidak bertemu, Minju tak suka keluar dan Jeongwoo baru kali ini berkunjung.

"Lo kok nggak balas chat gue sama sekali?" Tanya Jeongwoo random. Sesekali ia memang mengirimkan pesan pada gadis itu, namun tak pernah di balas.

"Pembahasan kamu nggak penting," sarkas Minju.

Baginya pertanyaan seputar kegiatan sehari-hari itu tidak penting. Jeongwoo hanya gabut dan bertanya apa yang sedang Minju lakukan, itu saja.

Jeongwoo merasa heran dengan sikap Minju, dia pikir dirinya sudah memenangkan hati Minju sejak di restoran. Namun sikap Minju hari ini membuat Joengwoo tak mendapatkan hasil.

"Ada apa ke sini?" Tanya Minju to the point.

"Mama minta kita ke butik buat cobain gaun pernikahan," jawab Jeongwoo.

"Kalau gitu tunggu di sini, aku ganti baju dulu," balas Minju singkat 

Jeongwoo menahan tangan gadis itu, Minju terkejut dan langsung menghempaskannya dengan keras.

"Lo kenapa sih?" Tanya Jeongwoo heran.

"Maaf aku kaget," ujar Minju.

Jeongwoo melangkah untuk memeriksa gadis itu namun lagi-lagi Minju menghindarinya.

Alis Jeongwoo berkerut, "Lo ngehindar dari gue? Gue ada salah? Lo kenapa sih?" Tanyanya penuh penekanan. " Kita nggak ketemu selama tiga hari loh Ju, dan gue rasa gue nggak buat salah apapun," jelasnya tak mengerti dengan sikap aneh Minju.

"Aku nggak bilang kamu salah, tadi aku juga udah minta maaf," jawab Minju tak ingin kalah.

"Tapi lo ngehindar dari gue, sampai nggak mau dipegang segala," kata Jeongwoo masih butuh jawaban.

Melihat Joengwoo, Minju malah teringat kejadian di restoran, itu membuat dirinya juga kembali merasakan rasa bersalah dalam hatinya seperti pada saat dirinya hampir dilecehkan. Minju bekerja keras untuk menghilangkan trauma itu hingga sekarang.

"Aku nggak mau debat lagi, mama pasti nunggu. Aku--"

"Gue telpon mama, gak usah hari ini. Hari ini lo aneh, dan gue nggak suka itu," ucapnya memotong perkataan Minju.

Love Is SupriseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang