Adelyn melongo melihat mobil hitam mewah yang menyambutnya ketika baru saja keluar dari pintu utama. Tidak cukup dengan itu, ada dua pria berperawakan besar yang berdiri disamping mobil tersebut.
"A-ahjussi, kenapa kalian ada disini?"
"Tuan memerintahkan kami untuk mengantar Nona dan menjaga Nona sampai pulang sekolah,"
Adelyn mendelik.
"Shi—shireoyo!" skateboard di tangannya ia peluk erat, lalu memacu langkahnya dengan cepat.
Namun sayangnya, ada begitu banyak pengawal yang siap menangkapnya.
"Ahjussi! Kenapa kalian mendadak jadi menyebalkan! Aku tidak mauuu! Aku ingin berangkat sendiriii!" Adelyn berontak ketika tubuh kurusnya diboyong ke dalam mobil.
"Nona, maafkan kami, kami tidak bisa menolak perintah Tuan kami."
"Pokoknya aku tidak mauuuu!" Adelyn masih berusaha keluar dari mobil.
"Kenapa pagi-pagi ribut sekali." Mark yang baru saja keluar, menatap heran pada Adelyn yang berteriak-teriak di dalam mobil.
"Ah, Oppa!" sebagian tubuh Adelyn keluar lewat jendela mobil. "Tolong aku! Aku tidak bisa pergi ke sekolah bersama mereka!"
Ini akan menjadi bencana jika teman sekolahnya tahu ia di antar mobil mewah. Dan lagi, Adelyn sangat tidak suka di awasi. Membayangkannya saja sudah mengerikan!
"Oh, itu bagus!" Mark memasang tampang evilnya ——tidak peduli dengan nasib Adelyn. Dia melangkah santai pada motor miliknya yang harganya bisa untuk membeli 2 mobil mewah.
"Mwo-mwoyaa!" Adelyn membulatkan mulutnya, tak habis pikir dengan laki-laki itu.
"Markeu-ya!"
Jika sudah di puncak kesal pada kakak satunya itu, Adelyn tak peduli lagi dengan sopan santun.
"Bye-bye, Alyn sayaang! Semoga harimu menyenangkaaaan." laki-laki itu mengerlingkan satu matanya seraya melambai penuh ledekan saat membawa pergi motornya.
Oh, sial. Suara tawanya terdengar sangat menyebalkan.
"Ashh——shiibb——" mulutnya langsung terkatup rapat begitu menyadari kehadiran seseorang. Pria yang mengenakan stelan suit itu, berdiri menjulang di samping pilar yang setinggi langit ——bersedekap dada memelototinya.
O——omo ...
Seberapapun kerasnya ia menolak fakta, nyatanya pria itu bertambah semakin tampan di usianya yang bertambah banyak. Tak heran banyak gadis remaja yang memilih pria yang jauh lebih dewasa dan kaya raya tentunya.
Yah, sesuatu yang matang memang lebih lezat.
Gila.
Apa yang ku pikirkan?! Adelyn tersentak ketika menyadari pikiran liarnya. Air liurnya bahkan hampir menetes.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.