"Apa-apaan mereka yang menatap ku seperti seekor lalat?" Adelyn bergumam heran.
"Abaikan." Jisung yang berjalan dibelakangnya, menyahut.
Keduanya duduk di meja berhadapan dan makan dengan tenang.
"Lyn," suara sahabatnya yang muncul dengan tergesa-gesa, kompak membuat keduanya menoleh.
"Eoh?"
"Brengsek! Siapa yang menyebarkan berita hoax ini?!" Gabin duduk di bangku sebelah Adelyn, lalu menunjukkan ponsel miliknya padanya.
Adelyn mengehentikkan makannya dan menscrol sebuah situs web yang di sodorkan temannya.
HOTNEWS!
ADELYN SEO, MURID BEASISWA DARI KELAS 2-3 MENJADI SIMPANAN PENGUSAHA KAYA!
Pagi tadi, anak penjual ayam goreng itu turun dari mobil mewah dan di kawal oleh 2 orang bodyguard.
Bla, bla, bla ....
Bukti foto. 📸
Foto tersebut diambil saat ia turun dari mobil di basement.
Berbagai komentar burukpun membanjiri postingan tersebut. Ia dianggap jual diri demi bisa memenuhi kebutuhan lantaran bersekolah di sekolah elit. Mereka membuktikan dari beberapa barang-barang branded yang Adelyn miliki adalah hasil dari jual diri.
Tarik nafas perlahan ... lalu, buang.
Huh.
Mereka orang-orang yang kurang hiburan.
Adelyn meletakkan ponsel Gabin ke meja kantin dengan raut tenang. Sama sekali tak ada tanda-tanda emosi di wajahnya.
Ketikan mereka memang kejam, tetapi tidak sampai melukai Adelyn. Ia tidak peduli dengan hal remeh semacam itu.
Intinya, ia tidak peduli seburuk apa imejnya disekolah. Seseorang yang sengaja menyebarkan berita palsu itu harus bekerja lebih keras lagi agar bisa membuatnya menderita.
"Sialan! Siapa yang menulis omong kosong ini!" Jisung menggeram setelah menyamar ponsel milik Gabin. Matanya tampak menyala dan urat di tangannya tampak menonjol ketika memegang benda pipih itu.
Jisung tampak sangat marah.
"Biarkan saja, aku tidak peduli." Adelyn makan dengan santai. Gabin yang duduk di sebelahnya sampai melongo melihat respon temannya.
Jisung menatap nya tak habis pikir. "Apa kau sudah gila?! Ketikan mereka sangat keterlaluan."
Gabin mengangguk setuju. "Benar! Mereka sangat keterlaluan. Si penyebar hoax itu harus di laporkan!" serunya menggebu-gebu.
"Sud—— !" suara Adelyn terpotong ketika sebuah cairan merah kental dan sedikit panas, menimpa roknya.
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!" bukan Adelyn melainkan Gabin yang membentak oknum tersebut.
"Ups! Bukankah ini tempat sampah?"
Adelyn hanya diam sambil mengambil tissue dan membersihkan cairan berwarna orange itu.
"Ah, sorry. kau pasti kepanasan ya? Ini bisa mendinginkanmu."
Cuuuuurrrrr!
Minuman dingin itu jatuh tepat di atas noda saus di rok Adelyn. "Ini cukup untuk mendinginkan, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FAVORITE [LEE TAEYONG]
FanficAdelyn tiba-tiba menjadi bagian dari keluarga Lee yang kaya raya. #latar Korea #Start 11 Juli 2022
![FAVORITE [LEE TAEYONG]](https://img.wattpad.com/cover/316033762-64-k491765.jpg)