9 : Mabok Darat

85 16 7
                                        

"A-Annyeong, Oppa," Adelyn tersenyum basa-basi ketika baru saja duduk di kursi kemudi.

Lelaki yang sudah bertahun-tahun tak di liatnya itu hanya meliriknya saja, tanpa berniat membalasnya.

"Sabuk pengaman," hanya kata itu saja yang terucap.

Adelyn ingin memaki, tapi tidak berani. Hanya senyum palsu saja yang ia keluarkan ——sambil menggerutu dalam hati.

Wah, ini pertemuan pertama setelah bertahun-tahun tak bertemu loh, bukan baru ketemu sore tadi.

"Iya," Adelyn menyahut menahan kesal.

Baru saja terdengar bunyi 'ctak' di pengunci sabuk tersebut, jantung Adelyn nyaris melompat ketika tanpa aba-aba, mobil itu melesat seperti kecepatan angin.

Wuuuuussssshhhhhh!!!

Gila.

Ini sangat cepat!

Wuuuuussssshhhhhh!

Adelyn hanya bisa mengatur napas dan tangan yang berpegangan erat pada pegangan diatas.

Tolong, ini sangat menakutkan!

Wuuuuussssshhhhhh!

"Oppa, ini terlalu cepat!" pekik Adelyn.

Pria disampingnya itu sama sekali tak bereaksi.

Ya ampun, Taeyong memang gila! Apa begini caranya menghukum bocah tidak tahu diri sepertinya?

Adelyn akui, kejadian beberapa saat yang lalu memang tidak pantas, tapi tidak seharusnya pria ini menghukumnya seperti ini. Mereka masih bisa membicarakan dengan baik-baik.

"O-oppa, jebal! Kurangi kecepatannya! Kita bisa dalam bahaya!" Adelyn berseru susah payah.

Kepalanya mulai terasa pusing dan perutnya serasa di aduk-aduk.

"Bukankah ini menyenangkan?" jawabannya sangat gila.

Adelyn melotot, "Oppa, aku masih sayang nyawa!"

"Dasar penakut,"

"Opppaaaa, kumohooon!"

Wuuuuussssshhhhh!

Teriakannya sama sekali tak di hiraukan. Mobil itu tetap melaju seperti kecepatan angin. Adelyn merasa mobil mewah yang ia tumpangi ini nyaris saja terbang bersama nyawanya.

Oh, Adelyn hampir tak bisa menahannya lagi. Ia merasa isi perutnya akan keluar jika mobil itu tak segera dihentikan.

Ckkkiiiiiittttt!

"Hhhmmmppt!" Adelyn kontan membekap mulutnya begitu mobil berhenti.

Menarik napas dalam-dalam...

"OPPA GILA!" teriaknya, marah.

Masa bodo mengumpati orang yang paling ia takuti. Orang ini sudah sangat keterlaluan.

Adelyn tak peduli dengan apapun ketika melepas seatbelt dengan buru-buru. Pokoknya, ia harus segera keluar dari mobil saat itu juga jika tidak ingin ganti rugi akibat efek mabuk kendaraan.

Jangan tanya penampilannya.

Sangat kacau dengan rambut yang berantakan dan mata yang lesu.

Untung ia tidak cengeng, jadi tidak sampai menangis yang membuat make upnya menjadi semakin menyeramkan. 

"Huweeeeek!" Adelyn berlari sempoyongan, menuju wastafel di halaman untuk mengeluarkan isi perutnya.

"Huweeeeek!"

FAVORITE [LEE TAEYONG] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang