Satu tahun setelahnya
Adelyn sudah bisa beradaptasi di rumah itu. Setidaknya ia tahu orang-orang disana tidak akan menyakitinya. Bibi-bibi pelayanpun sangat baik padanya, terutama bibi Cha.
Hubungan dengan Nyonya Lee jelas sangat baik. Nyonya Lee benar-benar menyayanginya seperti anak sendiri. Dia merawat dirinya dengan sangat baik dan mengajarkan banyak hal padanya.
Untuk masalah pendidikan, Adelyn menjalani home schooling untuk sementara. Ia akan masuk ke sekolah umum jika sudah memungkinkan bisa mengikuti pelajaran bersama anak seusianya.
Adelyn ingat, dulu pernah belajar membaca dan menulis walau hanya sebentar. Jadi begitu dia belajar, dia bisa menerima pelajaran dengan baik. Dia sangat cepat paham pada setiap mata pelajaran.
"Baik, pelajaran cukup sampai disini, ya."
"Ne, seonsaengnim," Adelyn merapihkan alat-alat tulisannya dan menyimpannya dengan rapih.
Selesai belajar, Adelyn keluar dari ruangan dengan lari kecil. Ia akan membuatkan minuman untuk Taeyong.
Adelyn pernah bertanya pada Bibi Cha, apa yang harus ia lakukan jika ingin di terima oleh Taeyong, pasalnya, wanita itu sangat mengenal Taeyeong lantaran telah menjadi pengasuhnya sejak masih bayi. Bisa diibaratkan, Bibi Cha ibu ke dua Taeyeong.
Katanya tidak perlu melakukan apapun, hanya tunjukan padanya kalau Adelyn itu kuat, pintar, tidak penakut dan tidak cengeng.
Maka sebab itu, Adelyn saat ini tengah berusaha menjadi seperti yang bibi Cha katakan.
Sedang mendekatinya dan sok akrab sampai membuatkan minuman untuknya, ini adalah cara dirinya agar bisa mengambil hatinya. Paling tidak, dia bisa menerima keberadaan dirinya di rumah itu saja tidak apa-apa. Tidak perlu sampai menyayanginya seperti halnya keluarga.
Setidaknya sampai ia dewasa nanti dan memiliki kekuatan. Ia pasti akan membalas semua kebaikan keluarga Lee.
Tok, tok, tok.
"Masuk!"
Adelyn masuk dengan nampan minuman di tangannya. Ah, dia sedang tidak sendiri. Ada Kun Oppa baik hati yang selalu berada disamping putra Nyonya Lee. Mereka teman sekaligus rekan kerja.
"Annyeong, Kun Oppa!" sapa Adelyn ceria.
Laki-laki tampan itu tersenyum senang mendengar sapaan lucunya. "Halo juga, Adelyn. Belajarnya sudah selesai?"
"Sudah," balas gadis itu dengan senyum cerahnya.
Aura disana mendadak mencekam begitu Adelyn bergeser pandangan pada sebrang sofa panjang yang di duduki oleh Kun. Si pemilik ruangan masih memakai seragam sekolah yang sama dengan Oppa baik hati itu.
Adelyn menyengir.
"Annyeong, Taeyong Oppa! Adelyn sudah membuat minuman buat Oppa."
"Kau bahkan lupa menyapa pemilik ruangan ini lebih dulu." ujarnya, sinis.
Lagi, Adelyn hanya menyengir. "Mianheyo,"
"Adelyn tidak perlu minta maaf pada orang seperti ini." Kun melirik si tuan rumah yang sialnya menjadi teman yang sangat merepotkan.
"Diam, kau, beruang."
"Kun Oppa, mau minum apa?" tawar Adelyn.
"Tidak usah menawarinya." potong Taeyong, ketus.
"Ya ampun, temanku ini ramah sekali ya," Kun menunjukan senyum manis yang seakan ingin menjahit mulut temannya itu.
Adelyn menggaruk rambutnya bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAVORITE [LEE TAEYONG]
Fiksi PenggemarAdelyn tiba-tiba menjadi bagian dari keluarga Lee yang kaya raya. #latar Korea #Start 11 Juli 2022
![FAVORITE [LEE TAEYONG]](https://img.wattpad.com/cover/316033762-64-k491765.jpg)