Yeoul berjalan menuju taman hotel. Dia duduk dan melamun.
"Mwooya? kenapa dia seperti itu?" batin Yeoul.
Pukul tengah malam Yeoul belum kembali kekamarnya. Yoongi menelfon dan mengirim pesan kepada Yeoul namun Yeoul mengabaikannya. Yoongi lalu mencarinya, Yoongi langaung menuju ketaman, dia memandang Yeoul yang masih melamun.
"Yeoulaya" panggil Yoongi sambil mendekati Yeoul.
"Mianhe karena melakukan hal itu, aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi" kata Yoongi namun Yeoul hanya diam.
"Ayo kembali"-Yoongi-
"Sirheo, saya takut dengan anda"-Yeoul-
"Mianhe" kata Yoongi berjongkok didepan Yeoul memandang Yeoul dengan mata penuh penyesalan. Yeoul masih terdiam.
"Ayo masuk sudah malam"-Yoongi-
Yeoul memandang Yoongi denga mata berkaca-kaca dan lama kelamaan air matanya menetes.
"Wae? mianhe aku tidak akan melakukan itu lagi Yeoulaya" kata Yoongi berdiri lalu memeluk Yeoul.
"Hikss , museowo"-Yeoul-
"Mianhe membuatmu seperti ini aku tidak akan melakukannya" kata Yoongi mengelus rambut Yeoul
"Ayoo kita masuk" kata Yoongi mengajak Yeoul masuk.
Setelah sampai didalam kamae hotel, Yoongi menyuruh Yeoul tidur dikasur.
"Tidurlah dikasur biar aku disofa"-Yoongi-
"Aniieyo biar saya saja yang tidur disofa" kata Yeoul berlari menuju sofa lalu merebahkan badannya.
"Yeoulaya"-Yoongi-
"Gwenchanayo sajangnim" terial Yeoul.
Yoongipun mengambil selimut dan bantal untuk Yeoul.
"Pakailah ini" kata Yoongi memberikan Yeoul selimut dan bantal.
"Aaa nee gamsahamida"-Yeoul-
Yoongi merebahkan badannya dikasur dan memandang langit-langit.
"Sebenarnya perasaanku bagaimana? haisss aku sangat nyaman disamping Yeoul. Tapi disisi lain aku masih mencintai Yoonjin" batin Yoongi.
#########
Malam hari berikutnya setelah mereka bertemu dengan para rekan bisnisnya. Yoongi dan Yeoul diajak minum bersama. Mereka melakukan game, dan Yeoul kalah terus dalam permainan dan akhirnya dia sangat mabuk.
Yoongi menggendong Yeoul menuju kamar hotelnya. Dia merebahkan badan Yeoul pelan. Yeoul membuka matanya, dia memandang wajah Yoongi yang melepas sepatunya.
"Jagiyaahh" panggil Yeoul, seketika Yoongi langsung teringat desahan Yoonjin.
"Jagiyaa ileowa aku ingin dipeluk" kata Yeoul merentangkan tangannya.
"Wae?" tanya Yoongi mendekat ke arah Yeoul.
"Pengen dipeluk" kata Yeoul mengangkat badannya. Lalu memeluk pinggang Yoongi.
"Tidurlah kau mabuk"-Yoongi-
"Anii aku tidak mabuk, aku mau peluk-peluk kamu sayang-sayang kamu bukankah kau selalu diseperti itukan? ileowa" kata Yeoul menarik wajah Yoongi. Dicumbuinya seluruh wajah Yoongi.
"Hehehe, otte? joaa?" tanya Yeoul memandang Yoongi sambil tersenyum. Yoongi hanya memandang Yeoul.
"Wae? kenapa hanya diam? kau tidak menyukainya?" tanya Yeoul memasang wajah sedih.
"Anii joaaa" kata Yoongi, Yeoulpun tersenyum lalu melumat bibir Yoongi. Awalnya Yoongi hanya memejamkan matanya, namun akhirnya dia mengimbangi lumatan Yeoul. Yeoul memeluk leher Yoongi. Dan akhirnya Yoongi menindih badan Yeoul.
Mereka melepaskan lumatannya, Yoongi memandang Yeoul. Yeoul membelai wajah Yoongi dengan senyum.
"Lakukanlah, aku akan meladenimu secara langsung hemm? kau tidak perlu lagi menelfonku hehe" kata Yeoul lalu mengecup bibir Yoongi bertubi-tubi.
Yoongi yang sudah terpancing karena Yeoul akhirnya melumat bibir Yeoul. Dia mencumbui leher Yeoul.
"Jagiiihhh" desah Yeoul.
Yoongi melepas kancing kemeja Yeoul satu persatu lalu mencumbu leher Yeoul. Lalu dia menghentikan cumbuannya, dia memeluk Yeoul.
Dan Yoongipun meneteskan air matanya dan akhirnya terisak.
"Jagiii waeyo?" tanya Yeoul mengelus rambut Yoongi. Dan akhirnya merekapun tertidur.
Pagi harinya Yoongi mendapat telfon dari Yoonjin, dia mengambil ponselnya dengan posisi masih tertidur dengan kepala didada Yeoul.
"Hooo jagiii"-Yoongi-
"Kau pulang kapan? aku rindu"-Yoonjin-
"Hari pulang sayang, Nadoo, aku juga rindu denganmu. Jangan lupa makan Saranghae"-Yoongi-
"Kau juga jangan lupa makan, saranghae"-Yoonjin-
Setelah menutup telfonnya Yoongi bangkit dan melihat Yeoul sudah terbangun memandangnya.
"Kita tidak melakukan apa-apa" kata Yoongi karena tatapan Yeoul mengintimidasi.
"Beneran, kita hanya bercumbu dan itupun kau yang memancingnya kau mabuk"-Yoongi-
"Geure mianheyo sajangnim" kata Yeoul bangkit dan menuju kamar mandi.
Mereka kembali ke Seoul, didalam perjalanan Yeoul dan Yoongi hanya diam tanpa berbicara.
(Skip perjalanan)
Sampai dirumah Yeoul.
"Tidak usah difikirkan anggap saja itu terjadi"-Yoongi-
"Neee" kata Yeoul tersenyum lalu keluar dari mobilnya.
"Gamsahamida" kata Yeoul masuk kedalam rumahnya.
"Bohong kalau aku bilang harus melupanakannya haiss, Yoongiya guemanhe dia hanya sekertarismu teman dari kekasihmu.kau tidak boleh seperti itu" batin Yoongi mengendarai mobilnya menuju rumah Yoonjin.
Sampai dirumah Yoonjin, Yoongi mengajak Yoonjin berjalan-jalan.
"Kita mau kemana?" tanya Yoongi memegang erat tangan Yoonjin.
"Terserah kau saja, tapi aku ingin membeli boba dulu hemm"-Yoonjin-
"Kau suka minuman seperti itu?"-Yeoul-
"Hemm sangat suka, minuman yang dicampur susu ahh itu sangat enak"-Yoonjin-
"Neeee? geure kajja" kata Yoongi sambil berfikir dan bertanya-tanya.
Merekapun berjalan-jalan dan juga makan.
(Skip perjalanan mereka bersenang-senang hahhaa)
##########
Pagi harinya, Yeoul terbangun nampak kepalanya begitu sakit. Dia menangis karena tidak tahan dengan rasa sakitnya.
"Hikksss eommaaa, appo" Dia mencoba mencoba bangun namun sakitnya begitu parah. Diapun mengambil ponselnya dia memencet nomer Yoongi sambil memegangi kepalanya.
Yoongi yang masih bermalasan dikasurnya, memandang ponselnya yang berdering. Lalu setelah itu dia menerimanya.
"Sajangnim, mianheyo hari ini saya tidak berangkat kepala saya sangat pusing mianheyo sajangnim" kata Yeoul namun Yoongi hanya terdiam.
"Sajangnim"-Yeoul-
"Nee Yeoulaya gwenchana semoga cepat sembuh"-Yoongi-
"Nee gamsahamida" kata Yeoul menutup telfonnya dan meletakkan ponselnya dimeja lalu dia menjamnak rambutnya agar mengurangi rasa sakit kepalanya.
Yoongi masih terdiam, dan memandangi ponselnya.
"Mwoooyaaa???"-Yoongi-
-Bersambung-
KAMU SEDANG MEMBACA
I Will Stay In Your Heart
Fanfiction"Kenapa kau melakukan itu semua? karena kasihan kepadaku?"-Min Yoongi-
