Pagi harinya Kepala Yoongi nampak pusing. Dia menelfon Yoonjin, namun Yoonjin tidak mengangkatnya.
"Jagiiii, badanku tidak enak aku rindu😭😭"-Yoongi-
Namun Setengah jam berlalu Yoonjin tidak menjawab telfon dan pesannya.
Yoongi lalu mencari kontak Yeoul, dia kaget ketika dia pernah melakukan panggilan itu.
"Aaa mwooya? bukankah? bukankah kemarin aku menelfon Yoonjin? ottoke? haiss aigoo" gumam Yoongi sambil memegang kepalanya. Dia akhirnya menelfon Yeoul.
"Nee sajangnim" kata Yeoul seketika Yoongi teringat suara Yoonjin.
"Geumanhe Yoongiya, kau sakit kau rindu dengannya makanya suaranya seperti kekasihmu" batin Yoongi. Yoongi tidak pernah menelfon Yeoul karena sehari-hari dia bersama Yeoul
"Sajangnim?"-Yeoul-
"Aaaa, neee Yeoulaya bisakah kau bekerja diapartemenku saja? aku sedang tidak enak badan. kepalaku pusing, bisakah kau membelikan obat juga?"-Yoongi-
"Sajangnim Gwenchana?"-Yeoul-
"Jagiya Gwenchana?"
Tiba-tiba Yoongi teringat suara itu lagi.
"aaaaanii, aaaa maksudnya aku baik-baik saja. Naik taksi saja jangan naik bus"-Yoongi-
"Nee sajangnim" kata Yeoul menutup telfonnya
Yoongi jadi semakin rindu dengan Yoonjin, sementara Yoonjin berubah tidak seperhatian dulu. Yoongi mencoba memejamkan matanya. Namun dia mengingat kejadian kemarin malam, dimana dia melakukan phone sex dengan Yeoul.
"Haiisss, awwww" Yoongi berteriak namun kepalanya begitu sakit.
"Wae? kenapa dia juga meladeninya? kenapa dia tidak mematikan saja telfonnya? haiss? apa dia masih suka denganku? jadi dia melakukannya? ahh molla geumanhe Yoongiyaa pura-pura saja tidak tahu agar kita tidak canggung saat bertemu" kata Yoongi sambil menyelimuti seluruh badannya.
Sementara itu Yeoul langsung menuju apotek lalu pergi mencari bubur untuk Yoongi. Dia sangat khawatir kepada Yoongi.
(Ya karena kamu cinta dan sudah terbiasa menghawatirkannya Yeoul. hahaha)
Setelah itu dia menuju apartemen Yoongi. Dia memencet bel pintu rumahnya. Namun Yoongi mengirim pesan kepadanya.
"090393"
Yeoulpun dengan ragu memencet pasword apartemen Yoongi. Lalu dia masuk mencari dapur, dan dia menyiapkan semuanya. Lalu dia menuju kamar Yoongi diketuknya pintu kamar Yoongi, namun tidak ada jawaban dari Yoongi. Yeoulpun membuka pintu kamar Yoongi dengan pelan. Nampak Yoongi sedang tertidur dengan selimut menutupi seluruh badannya.
"Sajangnim" panggil Yeoul sambil berjalan pelan mendekati Yoongi. Yeoul menaruh makanan dan minumannya di meja kamar Yoongi. Dia membuka selimut Yoongi lalu memegang dahi Yoongi.
"Ottoke? badannya sangat panas? bagaimana jika aku panggilkan dokter?" gumam Yeoul.
"Anii gwenchana aku baik-baik saja" kata Yoongi dengan matanya masih terpejam. Seketika Yeoul menjauhkan tangannya.
"Tapi badan sajangnim sangat panas"-Yeoul-
"Anii, gwenchana" kata Yoongi mengubah posisi tidurnya.
"Baiklah, kalau begitu makanlah dulu sajangnim lalu minum obat"-Yeoul-
"Geure" kata Yoongi bangkit namun tiba-tiba dia memegang kepalanya.
"Aaaawwww"-Yoongi-
"Gwenchanayo sajangnim?" kata Yeoul dengan spontan memegang kepala Yoongi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Will Stay In Your Heart
Fanfiction"Kenapa kau melakukan itu semua? karena kasihan kepadaku?"-Min Yoongi-
