severe punishment for a dissident

2.4K 293 10
                                        

Namanya Lalisa, gadis itu selalu tampil berbeda dengan para gadis di luar sana.

Pakaian yang tertutup, rambut kepang dua dengan kacamata bulat yang berada di pangkal hidungnya.

Jaehyun menatap gadis itu dari jauh, lalu menghela napas kasar saat melihat Lalisa tengah dipermainkan oleh teman sekelasnya.

Gadis itu tengah berlari kesana kemari berusaha mengambil bola basket yang di oper sana-sini oleh beberapa siswa yang usil.

Bodoh, naif dan terlalu baik. Lalisa memang orang yang seperti itu.

Bola basket itu tampak menggelinding ke arahnya. "Jae! Oper bolanya!" teriak salah satu siswa di sana.

Bukannya mengoper, Jaehyun malah berjalan ke arah mereka dengan bola yang berada di tangannya. Lelaki itu memberikan bola basketnya pada Lisa, membuat gadis itu mendongak sembari membenarkan letak kacamatanya.

Lisa hendak mengambilnya dengan mata yang berbinar. Belum sempat tangannya menyentuh bola basket itu, Jaehyun malah menusuk bola itu dengan pulpen yang ia bawa. Entah seberapa kuat tenaga lelaki itu, sampai bola basket yang nampak kuat itu jadi kempes seketika.

Tatapan Jaehyun tak lepas dari wajah kecewa Lisa.

"Ganti." Lisa mendongak kala Jaehyun berujar. Lagi-lagi tatapan dingin yang ia dapat. Tapi Lisa tak bersalah, kan? Kenapa Jaehyun membuatnya tampak seperti dia pelakunya.

"Iya," balas Lisa tak mau ambil pusing, ia merogoh saku celana olahraganya dan menemukan beberapa uang receh di sana. Gadis itu terkejut kala melihat uang koinnya tengah menggelinding.

Lisa berusaha mengejar uang koin yang menurutnya sangat berharga di matanya. Banyak orang yang menatapnya dengan jijik. Berbeda dengan Lisa, menurut mereka uang koin seperti itu tak ada harganya.

Jaehyun menarik tangan Lisa pergi saat gadis itu hendak memungut koin yang terjatuh itu.

"J-jae, uang aku ...." Lisa berkata pelan sambil menatap uangnya, sementara Jaehyun tak memperdulikan nya. Lelaki itu menarik Lisa kasar pergi dari sana.

Jaehyun menghempas kasar tangan Lisa, "Bego!" umpat lelaki itu sesampainya di tempat sepi.

Sementara Lisa hanya menunduk dengan tangan yang gemetar. Salah apa lagi ia kali ini sampai Jaehyun kembali marah padanya?

"Apa salah aku?" tanya Lisa kemudian, ia mengumpulkan keberaniannya kali ini.

"Salah lo banyak, Lalisa."

"Apa mungut koin juga termasuk kesalahan?" tanya Lisa dengan mata yang berkaca-kaca.

"Lo lahir di dunia ini juga udah salah!" bentak Jaehyun kemudian.

"Aku juga gak minta buat dilahirin di dunia ini!" Lisa berujar emosi juga, gadis itu cukup muak dengan sikap Jaehyun padanya. "Sebenernya, apa salah aku sampai kamu sejahat ini sama aku?"

"Gue gak suka tatapan lo itu." Jaehyun berkata dengan rahang yang mengeras.

"Ya udah! Ambil mata aku!" Entah setan dari mana, Lisa kembali berujar dengan bengis. Menatap Jaehyun dengan tampang beraninya.

"Sialan!" umpat Jaehyun lalu menarik tangan Lisa dengan paksa untuk mengikutinya.

Lisa memberontak tak mau, "Gak, lepas! Lepasin aku!"

Banyak siswa siswi yang melihatnya, namun tak berani membantu Lisa.

Mereka seolah tutup mata dengan peringai Jaehyun. Seolah, Lisa dibunuh saat itu juga, mereka akan diam saja. Dan Lisa muak dengan sekolah ini dan juga Jaehyun.

Rasanya, dirinya ingin cepat-cepat keluar dari sekolah ini saja.

Jaehyun mengunci pintu dengan kasar, sementara Lisa terisak di sana. Gadis itu berusaha kabur namun tak bisa saat Jaehyun malah mendorong Lisa ke arah sofa.

"Lepas!" Lisa masih memberontak saat Jaehyun mengungkungnya dengan kedua tangan. "Gak mau ... lepas!"

Muak dengan tangisan Lisa, Jaehyun mengambil sesuatu di rak. Sebuah borgol, entah apa yang akan lelaki itu lakukan pada Lisa.

Yang jelas, saat ini lelaki itu malah memborgol tangan Lisa.

Tangisan Lisa malah semakin menjadi di sana. Jaehyun ... si psychopath gila itu. Lisa berharap ia bisa mati saat Jaehyun menyuruhnya untuk berjongkok.

"Berhenti nangis, gue gak suka tangisan lo, sialan!" bentak Jaehyun, lelaki itu membuka resleting celananya, membuat Lisa menggeleng tak mau.

Ini berlebihan, Jaehyun sudah keterlaluan.

Sesuatu keluar dari balik celana Jaehyun, lelaki itu menyentuh dagu Lisa. "Lo tahu kesalahan lo, hm?" Lelaki itu berucap dengan seringai iblisnya.

Sementara Lisa terus menangis sambil menggeleng saat sesuatu itu menyentuh wajahnya. 

"Kulum, Lalisa!" titah Jaehyun sambil menyodorkan kejantanannya pada Lisa.

Lisa menangis sambil terus menatap Jaehyun dengan tatapan memohon, gadis itu takut. "Maaf, Jaehyun. Aku mohon jangan kayak gini."

Jaehyun tersenyum miring mendengarnya, kemana keberanian gadis itu tadi, huh?

"Masih berani, hm?"

Gadis itu menggeleng, "M-maaf." Lisa berujar dengan tubuh yang gemetar.

Mendengar itu, seringaian muncul di bibir Jaehyun. Mengancingkan resleting celananya, lelaki itu mulai mensejajarkan wajahnya di depan Lisa. Tangannya mengelus lembut rahang gadis yang masih menangis itu. "Good girl."

Sekarang Lisa tahu, kesalahan besar jika kalian berani melawan seorang Jung Jaehyun.

DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang