"Jaehyun."
Pupil mata gadis itu melebar mendengar nama Jaehyun disebut oleh guru Park. Bisik-bisik mulai terdengar disekitarnya membuat seisi kelas nampak heboh dengan Lisa yang rasanya ingin meledak saat itu juga.
"Guru Park tuh gila, ya? Bisa-bisanya dia nyatuin Jaehyun dan Eunwoo dalam satu kelompok?"
Setidaknya itu kesimpulan yang didapatnya mengenai topik yang dibicarakan satu kelas saat ini.
Dan satu hal yang membuat Lisa rasanya ingin meledak saat itu adalah, ia termasuk ke dalam kelompok sialan ini. Awalnya, dirinya begitu bahagia ketika nama Eunwoo dan dirinya disebut oleh guru Park untuk pertama kalinya. Namun mendengar satu nama yang disebut untuk yang terakhir kalinya membuat Lisa benar-benar tak habis pikir dengan isi pemikiran guru Park saat ini.
Satu sekolah tahu bagaimana sifat dari kedua orang yang tengah hangat diperbincangkan saat ini. Eunwoo dan Jaehyun itu bagaikan kutub Utara dan Selatan, disatukan seperti itu, apakah tak akan berbahaya? Dan yang lebih parahnya lagi, Lisa yang dijadikan korban di sini. Entah apa yang terjadi pada keduanya yang jelas Lisa tak mau menerka lebih jauh lagi.
"Mungkin cukup untuk hari ini, saya harap, kalian dapat mengerjakan tugas yang saya berikan dengan baik."
Setelah itu, guru Park ke luar membuat gadis dengan pikiran berkecamuk itu menatap ke arah punggung sang guru dengan helaan napas yang terdengar berat.
Bagus sekali, dirinya sudah cukup lelah dengan perkataan Jaehyun kemarin. Dan sekarang, guru Park malah melempar dirinya ke dalam kubangan masalah lagi.
Baru saja dirinya hendak menelungkupkan kepalanya di antara lipatan tangan. Tangannya sudah ditarik oleh kedua orang yang saat ini tengah beradu pandang dengan tatapan tajam.
Lisa menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap Jaehyun dan juga Eunwoo dengan alis yang mengkerut.
"Ikut gue," tekan Jaehyun yang menarik tangan kanan Lisa. Membuat gadis yang sedari tadi terduduk itu terkejut dan bisa saja jatuh jika saja Eunwoo tak menahan bahunya.
"Gak usah kasar," balas Eunwoo dengan tatapan dingin pada Jaehyun.
Gigi Jaehyun bergemelatuk dingin, "Bukan urusan lo," ucapnya. "Lepasin tangan lo dari dia."
Mendengar peperangan yang dilakukan oleh kedua orang itu membuat seisi kelas kembali heboh. Dalam hati, mereka memuji keberuntungan Lisa yang diperebutkan oleh kedua most wanted sekolahnya itu.
"Lo mau kemana? Kita harus ngerjain tugas bareng." Eunwoo tersenyum miring di sana tanpa melepaskan cekalannya di tangan Lisa.
Jaehyun mendengus, lalu menghembuskan napasnya berat. "Lo kira gue bego? Tugas gak harus selesai hari ini."
"Gue gak suka nunda-nunda tugas," balas Eunwoo dengan datar.
Mendengarnya, Jaehyun berdecak, lelaki itu menatap Eunwoo kesal, "Ck, gue gak peduli." Cekalan di tangan Lisa menguat, membuat gadis itu meringis dan hal itu tak luput dari perhatian Eunwoo.
"Lepasin tangan lo, gue juga bakal lepasin tangan gue, kita main fair," balas Eunwoo sembari melepaskan cekalannya pada tangan Lisa.
Jaehyun bukan lah orang yang keras kepala, jika itu yang diinginkan Eunwoo, maka, walaupun berat, lelaki itu melepaskan cekalannya pada tangan Lisa. Dahinya mengernyit kala mendapati tangan gadis itu yang membiru akibat cengkeraman nya.
Lisa menghela napasnya lega, gadis itu tak berani membuka suara karena dirinya sendiri pun takut. Apalagi melihat presensi Eunwoo yang tak biasa di matanya. Gadis itu meringis saat sesuatu yang mengganggunya tadi pagi kembali menggerayanginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil
Fanfiction[M] Devil will never know when to act like an angel when it comes to his girl. ©️cheirrely_ 2023
