── ★
"𝓞𝓱, 𝓘'𝓶 𝓯𝓪𝓵𝓵 𝓲𝓷 𝓵𝓸𝓿𝓮.." —𝓣𝓪𝔂𝓵𝓸𝓻 𝓢𝔀𝓲𝓯𝓽.
Sheya membuka knop pintu rumahnya, membuat decitan pintu terdengar. Gadis itu melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam rumah bercat putih kapur itu.
Dingin. Lantai rumah nya terasa dingin, mungkin Bi Asi baru saja mengepel lantai itu.
"Sayang, udah pulang?"
Terdengar langkah kaki dengan bunyi hentakan khas heels yang sedikit tergesa-gesa dari tangga seberang. Itu Gea, ibu nya. Menenteng tas kantor, dan berkas-berkas penting menjadi pemandangan yang sudah biasa bagi Sheya.
"Belum ma, masih di sekolah" Jawab Sheya membuat ibunya tertawa gemas.
Gea berhenti tepat didepan gadis kecil nya itu. Melihat pantulan dirinya pada bola mata mengkilap bak cermin. Sungguh, Sheya sangat mirip dirinya. Tidak lelaki itu.
"Mama pergi ke kantor dulu ya, nanti Sheya selesai ganti baju, makan siang dulu, habis itu tidur siang. Okei sayang?" Ucap wanita yang masih terlihat muda itu seperti hari-hari biasanya.
"SIAP!" Jawab Sheya dengan tangan di dahi seakan memberi hormat. Di dapur, Bi Asi tersenyum hangat mendengar percakapan anak dan ibu itu.
"Mama jangan lama-lama pulang nya ya! Kalau udah lelah, istirahat. Jangan dipaksa"
Gea mengangguk mantap, lalu memeluk anak gadis nya singkat sebelum melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.
Sheya menatap sendu, melihat wanita itu memasuki mobil dan melajukannya. Pasti, ibunya lelah dengan pekerjaan nya. Ibunya sangat penyayang, meski ditengah-tengah kesibukannya. Sheya sangat menyayangi single mom nya itu. Sungguh.
"Jangan ngelamun, non. Ga baik. Masuk yuk" Ucap Bi Asi menyadarkan lamunan gadis itu.
Sekarang dirinya hanya berdua saja dengan Bi Asi, Asisten Rumah Tangga yang sudah bekerja sejak Sheya masih kecil. Sheya sudah menganggap Bi Asi sebagai ibunya sendiri.
"Gimana sekolah nya. Ada hal yang buat Sheya kesal, tidak?" Tanya Bi Asi dengan bahasa baku nya membuat Sheya tersenyum hangat.
"Engga, Bi. Tapi Sheya masih penasaran sama cowok itu" Jawab Sheya sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Cowok yang Shey ceritain kemarin ya?"
Sheya mengangguk mantap. "Sheya kepo deh, nama dia siapa"
"Kenapa ga tanya langsung aja?" Jawab Bi Asi dengan nada menggoda membuat Sheya melebarkan matanya.
"Aku malu, Bi! Dia natap aku aja rasanya jantung udah mau copot" Jawab Sheya yang membuat wanita paruh baya dihadapannya tertawa pelan.
"Emang kalau lagi jatuh cinta tuh, hati suka dangdutan ga ketolong non. Terus tiba-tiba muncul blush on di pipi"
BENER LAGI.
"Bi Asi pernah ya?" Goda Sheya dengan senyum licik nya. Wanita itu lagi-lagi tertawa akan jebakan gadis itu.
༊
Setelah makan siang tadi, Sheya sedari tadi hanya membaca ulang buku-buku novel kesayangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shey. .
Teen FictionDari sorotan mata adiwarnamu, aku selalu ingin menaruh asa kepadamu. Seperti halnya sepasang atma yang saling menginginkan janukarta yang amerta. - Sheya Aloka
