BAB 4

65 9 0
                                        

── ★
"𝓢𝓮𝓮𝓶𝓼 𝓲𝓶𝓹𝓸𝓼𝓼𝓲𝓫𝓵𝓮, 𝓫𝓾𝓽 𝓶𝓾𝓼𝓽 𝓫𝓮 𝓹𝓸𝓼𝓼𝓲𝓫𝓵𝓮"

Sheya membuka matanya yang terasa begitu berat. Kepala nya terasa sakit, dan sedikit sulit bernapas. Mungkin ini karna terkena hujan semalam, gadis itu lupa mengganti pakaiannya.

Sheya memang menyukai hujan, namun hujan tidak menyukai nya. Buktinya, gadis itu langsung sakit ketika terkena hujan. Biasanya tidak seperti ini, entahlah mungkin fisik gadis itu melemah.

Ia mengambil ponsel nya, melihat jam sudah menunjukkan pukul 14:15. Ternyata, dirinya tertidur sangat lelap karna tadi pagi badannya begitu panas.

Satu hal yang ada dipikiran gadis itu, adalah Naren. Apakah cowok itu sudah pulang? Dan, apakah cowok itu tau bahwa dirinya sedang jatuh sakit?

Ah, pertanyaan bodoh macam apa itu Shey? Bahkan mata Naren enggan menatap gadis itu.

Sheya kembali memejamkan matanya, menikmati rasa sakit yang kini menghunus bak tusukan jarum di kepala nya. Sekarang, dia sangat ingin dipeluk oleh seseorang. Tak meminta Naren untuk memeluknya, Ia hanya berharap Gea, ibunya.

Merindukan pelukan sang ibu, tidak salah kan? Bahkan di saat Sheya jatuh sakit untuk kesekian kali nya, Ia tidak pernah merasakan pelukan hangat dari siapapun.

Ada, namun tak ada. Itulah yang dirasakan Sheya, gadis yang sudah kehilangan peran kedua orangtuanya sejak umur 5 tahun. Setelah menginjak umur 17 tahun, dirinya semakin paham dengan dunia. Tak ada gunanya kalau Sheya terlalu berisik seperti dahulu. Mengemis perhatian dari Ayah, cinta pertama nya. Namun nyatanya? Laki-laki itu meninggalkan mereka.

Kadang Sheya berpikir, untuk apa ada di dunia kalau sama sekali tidak merasakan hangatnya kehidupan?



Narendra menghela napas panjang. Membaca halaman demi halaman buku yang berjudul "The E-Myth Manager" bagian dari seri buku "E-Myth" karya Michael E. Gerber. Buku ini membahas tentang pentingnya membangun sistem dan prosedur yang terdokumentasi dalam bisnis, serta bagaimana menjadi manajer yang efektif. Ia berfokus pada perbedaan antara bekerja dalam bisnis (sebagai teknisi) dan menjalankan bisnis (sebagai manajer dan wirausahawan).

Lulus sekolah nanti, Ayahnya akan memberikan hak waris kepada anak laki-laki semata wayangnya itu. Mengingat umur Ayahnya yang sudah tak lama lagi, Naren sejak dini sudah membekali dirinya dengan ilmu perbisnisan.

Sudah sejak 2 jam lalu dia berada di dalam perpustakaan. Jika kalian bertanya, apakah cowok ini sedang bolos? Tentu jawabannya iya. Namun bolos nya sangat bermanfaat, bukan? Tetap membaca buku, dan membekali dirinya dengan ilmu.

Cowok itu melepaskan headphone berwarna hitam nya. Mendengar sejumlah murid memasuki perpustakaan dengan sedikit berisik. Naren sudah menebak siapa orang-orang itu, Ia dengan cepat menutup bukunya.

"Bolos lagi lo?" Tanya Dean namun tak ada balasan dari Naren. Cowok itu hanya melihat datar kedua teman dekatnya yang kini mengganggu ketenangannya.

"Ah, kayaknya kita ganggu dia deh, De. Liat tuh tatapannya kayak mau ngegigit" Celetuk Evan.

"Gue biasa aja" Jawab Naren singkat lalu kembali memasang headphone nya, tak mempedulikan kedua temannya yang kini mulai mendumel.

Shey. .Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang