Jang Ku menelan ludahnya kasar. Ternyata orang sebaik pamannya tidak mampu menyenangkan seluruh pelosok negaranya.
"Bukankah pihak kerajaan selama ini telah mengirimkan dana pengembangan ke desa?" Tanya Jang Ku berusaha mengorek informasi.
Gadis itu hanya menghendikan bahunya acuh. "Semua dana itu masuk kedalam kementerian hukum desa ini."
"Sudahlah kau tidak akan tahu dengan semua yang ada di desa ini." Sambung gadis itu lagi.
"Kau bawalah teman mu ke kamar itu! Sebentar lagi akan banyak orang disini." Suruh gadis itu pada Jang Ku untuk membawa Xu Ming beristirahat.
Jang Ku memapah Xu Ming untuk membawanya ketempat yang gadis itu minta.
"Pangeran! Kau melamun memikirkan apa?" Panggil Xu Ming ketika melihat Pangeranya terdiam melamun.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Xu Ming lagi.
"Aku ingin informasi mengenai orang-orang yang berkuasa disini. Tapi kau sedang terluka." Kata Jang Ku pada pengawalnya, Xu Ming.
Mendengar hal itu Xu Ming lantas bangun dari tidurnya karena dirinya merasa Pangeran Jang Ku membutuhkannya.
"Apa yang kau lakukan bodoh?!Berbaringlah kembali!" Bentak Jang Ku marah.
"Aku mengira Pangeran sedang membutuhkan ku sekarang." Kata Xu Ming yang mencoba lagi untuk bangkit.
Jang Ku kembali mendorong bahu lelaki itu pelan dan berdecak kesal melihat beberapa kali Xu Ming mencoba bangkit kembali.
"Istirahatlah! Aku akan menyuruh orang-orang kita nanti." Putus Jang Ku.
Setelah mengatakan itu Jang Ku juga mencoba memikirkan rencana apa yang akan ia lakukan nantinya.
Tiba-tiba saja lamunannya terhenti kala sepertinya di luar pintu kamar kecil itu terdengar ricuh.
Jang Ku menoleh memeriksa keadaan Xu Ming. Ternyata pengawalnya itu kini sedang terlelap. Mungkin karna efek dari beberapa obat yang gadis itu berikan.
Suara yang terdengar dari luar semakin keras. Membuat Jang Ku mau tidak mau berjalan menuju luar untuk sekedar hanya memeriksanya.
Jang Ku terbelak sesaat setelah melihat kondisi di luar kamar itu. Banyak dari warga desa datang berbondong-bondong ke arah gadis itu dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.
"Nona muda cepatlah periksakan kondisi anak ku ini!" Ucap seorang pria baruh baya yang menggendong seorang anak yang terluka.
Jang Ku yang berada tidak jauh dari pria itu, lantas saja membantunya untuk menggendong anak itu dengan berlari kearah gadis yang juga menolong pengawalnya.
"Baiklah kau tenang saja! Tidak akan terjadi apa-apa dengan anak mu." Ucap gadis itu mencoba menenangkan kepanikan ayah anak itu.
"Nona muda! Tolong bantu aku untuk mengobati orangtua ku!!" Teriak lagi orang yang baru saja datang.
"Nona bisakah kau memberikan ku makanan untuk hari ini?"
"Nona apa aku bisa menyeduh obat di tempat ini?"
"Nona!! Ibuku tidak sadarkan diri!"
Begitulah teriakan-teriakan dari para warga yang memerlukan bantuan gadis itu. Rasanya seiring dengarnya teriakan itu. Jang Ku juga merasa sangat sakit karna ikut mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ETHER
Ficción históricaBUKAN NOVEL TERJEMAHAN Beberapa Elemen yang kita jumpai di dunia adalah hal yang sangat berguna. Walaupun ada beberapa yang saling bertolak belakang. Jang Ku adalah Putra Mahkota yang berperilaku bodoh dan congkak milik wilayah bagian Langit. Wilay...
