BAB 3

33 12 0
                                        

Kasih sedang mengobrol dengan sahabat satu-satunya Anisti namanya. mereka adalah teman dari SD.

[Kasih keluar yuk]

[Kemana] tanya kasih.

[Ke mall aja gimana?]

[Bukannya hari ini ada konfoy ya?]

[Iya sih tapi kan udah jam 3, masak iya belum selesai dari tadi pagi loh]

[Males ah nanti ketemu Rangga lagi]

[Ihh gak seru kamu!] Anisti.

Saat mereka tengah mengobrol Roy dari luar mengetok pintu kamarnya.
"Kasih yuk makan" ucap Roy.
"Iya bentar" teriak Kasih dalam kamarnya.

[Eh udah dulu ya kakak gue udah manggil soalnya]

[Kakak Roy, yang ganteng pake banget itu?]

[Em, emang seganteng itu ya?]

[Iya...sum..]
Tuuutttt..... ponsel Kasih sengaja di matikan.
"Dih ganjen banget si Anis jadi bete gue,"

Tring..📱chat dari Anisti.

[Kurang ajar lu yaa! Belum selesai udah di matiin aja]

[😅hahaha, weeek😝]

Setelah membalas pesan temannya itu Kasih turun dari kamarnya.
Roy yang sedang menyiapkan makana untuk Adik angkatnya itu pun matanya melotot melihat Kasih turun hanya memakai celana hot pant dan kaos yang sedikit ketat.

"HEH cebol, kau ini mau makan atau jual diri huh!" Ucap sinis Roy.

Kasih yang mendengar ucapan kakaknya yang begitu menohok pun hanya memutar bola matanya seakan masa bodoh dengan ucapan kakaknya itu.

"Mana makananku!" Ketus Kasih.

"Nih" Roy dengan ekspresi yang dingin memberikan makanan untuk adik kesayangannya itu dengan lembut.

"Makasih" ucap ketus Kasih.

Mereka memang sering bertengkar kecil seperti ini. Walau pun Roy terlihat dingin dan cuek dia sangat sayang dengan adiknya.

"Aku dengar tadi kamu mau pergi ya?" Tanya Roy di sela-sela makannya.

"Iya pengennya tapi... nggak ah" jawab Kasih.

"Kenapa emangnya?"

"Ini kan hari dimana temen-temenku konfoy kak,"

"Em terus?" Tanya Roy sambil mengunyah makanan.

"Iya...gitu deh.. pokoknya gak mau aja.."

"ck, gak mau ketemu mantan maksudmu" ledek Roy.

"Hey dia bukan mantan ya!"

"Ahahaha" Roy tertawa puas karena sudah berhasil membuat adiknya kesal.

Kasih yang melihat kakaknya tertawa dengan sigap dia menggambil sosis yang ada di depannya lalu dia suapkan ke mulut Roy yang sedang tertawa itu.

"Diam! Makan itu!"

"Hup,skc&*$#*#" Roy berbicara dengan mulut yang penuh.

"Hahaha rasakan itu weeeekkk"

Selesai makan Kasih membantu kakaknya mencuci piring. Mereka selalu berkerja sama dalam mengurus rumah walau masih muda merek tidak pernah merepotkan Ayahnya yang memang menjadi tulang punggung sendiri.

Roy membersihkan sisa makanan dan Kasih mencuci piring.

"Kak, kira-kira aku di terima gak ya di SMA kakak"

" ya kalau nilai kamu bagus dan kamu berbakat pasti kamu bakal keterima". Ucap Roy berubah lembut.

"Iya sih" ucap Kasih sambil mencuci piring.

"Kasih" panggil Roy.

"Hm?"

"Kenapa kamu pengen banget masuk SMA itu?"

"Iya di sana kan SMA favorit kak, pengen aja gitu jadi anak favorit" ucap Kasih sambil menunduk.

Kasih memang anak yang jarang memiliki teman karena dia di sekolahannya sering di bully karena dia anak angkat terlebih dia dulu berbadan sedikit berisi. Walaupun sekarang tubuhnya sudah langsing namun pipinya tetap chubby walaupun begitu ia tetap manis.

Roy yang sadar kalau adiknya bersedih dia menarik lengan Kasih lalu memeluknya.

Kasih yang baru pertama kali di peluk kakaknya lagi dalam bertahun-tahun , dia menjadi gugup dan jantungnya berdebar kencang apa lagi kakaknya bertubuh kekar otot perutnya mampu di rasakan Kasih.

Tiba-tiba kasih melepaskan pelukan kakaknya.
"Em..a..aku..aku mau ke kamar dulu ya kak"

Kasih berlari Roy yang bingung dengan tingkah Adiknya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Dasar cebol aneh" teriak Roy.

Saat Kasih menutup pintunya lalu dia menyandarkan badanya di pintu.

"Hah jantungku kenapa ini?"

"Apa aku punya riwayat penyakit jantung" tanyanya sendiri.



*heh KASIH lu tu ya bukan punya penyakit jantung tapi lu keknya mau setruk deh😂😂*



















Gimana ceritanya gaes? Komen dong😣jangan lupa vote ya

Hidden Love (FF)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang