menceritakan kakak angkat yang begitu menyayangi dan memanjakan adiknya. tanpa di sadari ada sang kakak menaruh hati kepada adik angkatnya itu namun dia menyembunyikan perasaannya karena takut menyakiti perasaan adiknya.
sampai di saat adiknya beran...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kasih dan Roy di antar oleh ayah karena hari ini hari pertama mereka masuk sekolah. "Roy, ayah tau kamu sibuk tapi jangan lupa awasi adik kamu ya?"
"Iya Ayah,"
"Emangnya kakak di kelas jadi apa?"
"Jadi play boy ahahha"
"Ihh kakak!"
"Sudah-sudah selalu saja,"
Mereka pun turun dari mobil. Kasih yang pertama kali melihat sekolah nya sangat kagum dengan keindahan sekolahnya. Berbeda dengan Roy yang takut akan ada sesuatu yang menimpa Adik kesayangannya itu. Karena di sana banyak berandalan yang berkedok murid hanya mengandalkan uang orangtuanya saja.
"Kasih ini peringatan untuk mu, Jangan percaya dengan siapapun dan jika ada yang mengganggumu hubungi kakak oke?"
"Em, iya kak" Walaupun Kasih bingung dengan peringatan kakaknya namun tetap saja di mematuhi ucapan kakaknya itu.
Mereka berdua masuk ke halaman bersama sampai Anisti datang.
"Tunggu." Ucap Anisti.
"Anis? Kamu keterima juga?"
"Iya." Ucap bahagia Anisti. Mereka berdua melompat-lompat sampai anak-anak yang lalu lalang masuk ke sekolah itu pun menatap aneh ke arah mereka. Roy yang melihat tingkah adik dan sahabat adiknya itu pun sangat frustasi.
Lalu Kasih menuju kelasnya bersama Anisti dan Roy juga bergabung dengan temannya untuk pergi ke kelasnya juga. "Aku duluan ya kak?"
"Hm," . . Semua murid menatap aneh Kasih seakan banyak pertanyaan di benak mereka. "Nis, apa ada yang salah dengan bajuku?"
Anisti yang bingung pun menjawab dengan gelengan. "Nggak ada sih, tapi kenapa mereka menatap mu seperti itu ya?" Bingung Anisti.
Saat Kasih masuk ke dalam kelasnya dan memiliki bangku kosong dia duduk bersama Anisti tentunya, seorang gadis bertubuh tinggi dan cantik datang menghampiri Kasih.
Dia menggebrak meja yang berada di depan Kasih, membuat Kasih dan seisi ruangan terkejut. Mereka berbisik ricuh seakan takut dengan gadis ini. "HeH! Junior! Anak baru! Siapa namamu!"
Kasih yang ketakutan pun menjawab "a-ku.... Kasih kak."
"Heh! jangan berani-berani mendekatinya!" " Dia itu milikku!" Seru Lisa.
Kasih yang bingung dan tidak tau siapa yang di maksud gadis ini pun bertanya. "Si-apa kak?, Aku tidak mendekati siapapun di sini"
"ck, kau!!!" Saat gadis ini mau menampar Kasih seseorang memanggilnya.
"LISA!!! HENTIKAN!!!"
mereka semua menoleh ke arah suara itu datang dan benar saja seorang pria yang tentunya Kasih sangat mengenalnya menghampirinya.
"Roy." Ucap Lisa
"Jangan ada yang berani menyentuhnya!!"
"Kenapa?!" Tanya Lisa.
"Dia... Dia kekasihku!" Ucap spontan membuat semua orang yang ada disana terkejut begitu pula Kasih dan Anisti. Kasih terkejut karena Roy memperkenalkannya bukan sebagai adik melainkan kekasihnya. Banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak Kasih namun Kasih memilih diam dia akan bertanya nanti di rumahnya yang lebih aman menurutnya.
"Maafkan aku Kasih" ucap Roy dalam hati sambil menatap Kasih sangat dalam.
Flashback..... Waktu Roy beranjak remaja tepatnya dia SMP, Bima membawa kasih untuk pergi ke Korea karena kerabat Asli Kasih ada di sana untuk mengurus warisan yang akan di berikan Kasih. Karena tidak mau bolak-balik jadi sampai Roy SMA KELAS 1 kasih masih di Korea.
Dan begitulah Roy di kenal tidak memiliki adik atau tepatnya Roy tidak mau mengenalkan adiknya ke teman-teman nya di sekolah. Menurutnya adiknya itu tidak boleh di sentuh siapapun.
_Flashback off_
Anisti yang tau bahwa sahabatnya itu sedang syok jadi dia memanggil guru untuk segera menghentikan kegaduhan di kelas.
Guru pun masuk ke dalam kelas semua murid pun berhamburan keluar dan masuk. Saat guru sudah mau memulai pelajaran seorang pemuda mengetuk pintu kelas. "Permisi Bu, maaf terlambat"
Semua siswi melotot dan ber sorak. "Wah tampan sekali" ucap semua siswi.
Kasih dan Anisti saling menatap satu sama lain. "RANGGA" ucap mereka berdua bersamaan.
Rangga pun menatap Kasih dan tersenyum smirk. "Kemana pun kau pergi aku akan mengejar mu baby" ucapnya dalam hati. "Baiklah Rangga silahkan duduk," ucap guru.
Rangga menggeser tas milik Anisti ke samping dan bangku milik Anisti sekarang di tempati oleh Rangga yang berarti Kasih duduk bersama Rangga. "Hei!!" Ucap Anisti saat tasnya di pindah.
Rangga terus menatap Kasih tanpa berkedip. "Hei, si culun cantik" ucapnya sambil mengedipkan matanya.
Kasih yang malas pun ingin pergi dari tempat duduknya namun di cegah oleh Rangga. "Tetap duduk di sini atau kau akan menyesal!" Tegas Rangga membuat Kasih sedikit ketakutan.
Continued.....
Bayar dulu dong kawan dengan vote dan komen yaa Karena itu akan membuat aku semakin bersemangat 😉😘