Beberapa hari kemudian,Minerva memulai aktifitas seperti biasanya.Di suatu hari sang pemimpin Minerva a.k.a Urekan memanggil Marvel ke ruangannya karena ada hal yang ingin di perbincangkan oleh Urekan.
Marvel pun memasuki ruangan Urekan lalu menunduk hormat kepada Urekan karena untuk menunjukkan rasa hormat serta rasa menghargai kepada pemimpinnya.
"Akhirnya kau tiba...maaf telah menganggu aktifitas latihanmu...tetapi aku memiliki sebuah tugas khusus kepadamu."
Marvel pun langsung berdiri tegak dan menatap ke arah Urekan,Urekan pun mulai berbicara dengan nada yang tegas tetapi juga sedikit lembut.
"Tugasmu adalah untuk mencari informasi dari negara sebelah atau negara Vermilion..."
Marvel pun mengangguk dan paham dengan tugas yang diberikan Urekan,lalu Marvel pun menunduk hormat.
"Tugasmu dimulai...dari sekarang..."
Marvel lalu berdiri tegak dan mengangguk dengan tegas lalu mulai membalikkan badannya dan dia pun mulai keluar dari ruangan Urekan.
Marvel langsung mengambil beberapa senjata serta amunisi sebagai pertahanan ketika berada di Vermilion,Marvel kemudian bergegas berjalan menuju ke Vermilion untuk melaksanakan tugasnya.
Marvel berjalan mengendap-endap untuk melewati para panglima Vermilion,lalu pada saat perjalanan mencari suatu informasi menarik dari Vermilion Marvel melihat ada 2 orang yang sedang berjalan berdampingan.
"Siapa mereka?..."
Marvel bertanya kepada dirinya sendiri melihat seorang wanita dengan surai rose pink yang di gerai serta baju yang feminim dan di sampingnya terdapat sang pemimpin dari kerajaan Vermilion,Malik.
Sang pemimpin Vermilion a.k.a Malik berbicara kepada wanita di sampingnya dengan nada yang lembut.
"Sayang..kamu jangan keluar terlebih dahulu ya...takutnya ada serangan dari negara lain..."
Malik memperingati wanita di sampingnya yang sebenarnya merupakan kekasihnya sendiri,Marvel yang melihat hal itu sedikit terkejut karena Marvel pertama kalinya Marvel melihat Kekasih dari pemimpin Vermilion.
Marvel kemudian bersembunyi karena Malik dan wanita tersebut berjalan mendekatinya,Marvel lalu memiliki suatu suatu ide yaitu mengikuti mereka karena Marvel berpikir bahwa untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang Vermilion.
"Mungkin ini akan beresiko tetapi....demi mendapatkan informasi yang lebih dalam soal Vermilion....haha.."
Marvel berbicara dengan suara pelan dan akhirnya ia mengikuti Malik dan wanita tadi yang berjalan terlebih dahulu menuju ke suatu ruangan,Malik dan wanita tersebut memasuki ruangan khusus yang berisikan peninggalan zaman kuno.Yaitu sebuah buku kontrak serta mahkota zaman terdahulu.
Dan kedua benda tersebut di jaga oleh seorang penjaga bernama Ledib,Pada saat Malik dan kekasihnya memasuki ruangan mata Malik terbelalak terkejut melihat kedua benda tersebut menghilang dari tempatnya.
"Ledib!!dimana kau?!"
Sang pemilik nama pun datang dari arah belakang,lalu Ledib pun menunduk hormat kepada Malik.Malik langsung saja mendekati Ledib dan berbicara dengan nada yang tegas.
"Kemana hilangnya kedua benda peninggalan zaman terdahulu hah?!kau hilangkan kemana kedua benda itu?!"
Malik memarahi Ledib dengan nada yang tegas dan mencengkam,Ledib ketakutan dia pun berdiri tegak dan mulai berbicara.
"S-saya tidak tahu...karena saya tadi pergi sebentar karena ada urusan di-"
Belum sempat Ledib menyelesaikan pembicaraannya Malik langsung menampar Ledib dengan keras hingga Marvel dan juga kekasih di samping malik terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝘿𝙤𝙣'𝙩 𝙩𝙧𝙪𝙨𝙩 𝙖𝙣𝙮𝙤𝙣𝙚
ActionMenceritakan dua Remaja lelaki bernama Marvel dan Genah yang bertugas sebagai militer suatu negara yang bernama Minerva.Terdapat 3 Negara besar adidaya yang berkuasa didunia dan sedang berperang satu sama lain memperebutkan wilayah.3 negara besar te...
