Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jake baru memarkirkan motonya diparkiran sekolah, pandangannya lagi lagi bertemu sunghoon yang juga baru datang dengan motonya, motor sport.
seperti motor sean.
ah, jake menggelengkan kepalanya cepat, tidak ia tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa sean adalah sunghoon hanya perkara motor dan parfum walau banyaknya kebetulan itu.
Semua orang pun pasti ada kesamaan kecil.
Jake menatap sinis sunghoon dan melewati sang ketua osis itu.
sesampainya dikelas, jake tersenyum manis kearah sunoo yang menatapnya dengan wajah yang sangat sangat datar.
"pagii sonuu" indahnya pagi hari kalau tidak ada sunghoon dikelasnya.
Sunoo tak menjawab, ia melewati jake yang membuat tanda tanya besar dikepalanya, ia menahan tangan sunoo.
"hey, cintaku sayangku kenapa heum?" sunoo menghempaskan tangan jake, bisa bisanya anak ini baru saja menghajar temannya lalu bersikap baik dengannya?.
Jisung yang baru datang dengan niki saja terkejut dengan perbuatan sunoo, suasana hati jake akhir akhir ini gampang berubah.
"diem, bisa bisanya abis buat muka sunghoon bonyok. Kamu malah senyum senyum sok ganteng" ujar sunoo tajam.
Jake menyeringai, "lho kenapa? kesel pacar kamu yang ganteng itu aku ancurin mukanya?" tampang nyebelin jake itu membuat sunoo kesal.
Jake lebih lebih kesal mendapat respon sunoo yang memilih membela sunghoon.
"iyalah sun, kamu kan pecinta cowo seksi" jisung dan niki terkejut dengan ucapan jake, wajah sunoo memerah menahan malu mendengarnya ditambah seisi kelas yang tertawa mendengarnya.
membuat semuanya mengingat kejadian setahun yang lalu.
"oh kok diem? Kamu mau bawa si ketos itu ke gudang juga? mau ngubah gaya tah sekarang"
Sunoo mendongak marah, ia berjalan kearah jake dan hendak melayangkan satu tamparan.
BUG.
"YAKKKK" teriak wanita wanita dikelas, bukan jake bahkan sunoo memundurkan langkahnya melihat niki menghajar temannya sendiri.
"Anjing nik, kamu ngapain bangsat" jisung menarik niki yang bak kesetanan melayangkan pukulan pada wajah jake.
Jisung memang kaget mendengar ucapan jake, tapi bukan berarti niki boleh memukulnya dong? Jake teman mereka.
Jake menatap tajam niki yang nafasnya memburu, ia mencudahi sekilas darah yang mengalir disudut pipinya. pandangannya teralih kepada sunghoon dengan wajah penuh kapas itu dan membawa sunoo pergi dari kelasnya.
mood jake kembali hancur, bahkan kelas pertama belum dimulai, jake lebih memilih bolos.
saat ia baru meloncati pagar kantin, ia melihat layar ponselnya yang tak sengaja hidup.