Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
december, 2013.
"hey, jake. berhenti bermain salju, atau kamu akan sakit" ujar lelaki tampan kepada anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar.
sepertinya jake memang tak mau mendengar apapun dari kecil, ia tetap bermain dengan salju yang bisa kapan saja menguburnya hidup hidup disana.
"hyung, ayo masuk. katanya mau nonton bersamaku?" ujar jungwon dengan hidung dan pipi gempilnya sudah merah.
"dengar jake, adikmu sudah kedinginan"
astaga jake geram, ia sedang asik dan benar benar tak mau diganggu.
"ck, masuklah shim jungwon. kita bisa menonton nanti malam" jungwon yang mendengar itu, menatap tumpukan salju dibawah kakinya dengan sendu.
sedangkan ayahnya yang menggenggam jari jemari si bungsu pun hanya menghembuskan nafas lelah, mau dipaksa tapi itu anak kesayangannya juga, setelahnya ia menyuruh bodyguardnya menjaga jake walau ini masih berada ditaman apartemen mereka, sementara ayahnya dan jungwon masuk kedalam apartemen mereka.
entahlah, jake sangat menikmati bermain sendiri, membuat boneka salju, atau kadang membuat banyak sekali bulatan salju hingga bentuknya sangat lucu.
"tuan muda, bentar lagi akan malam. sepertinya kita harus masuk"
jake menggeleng, baiklah, itu tak bisa dibantah.
ayah dan ibunya pun tak bisa berbuat banyak, mungkin ia akan masuk jika sudah pingsan?.
sedang sibuknya jake berlari kesana kemari.
krek.
langkahnya terhenti, kedua matanya turun menatap apa yang baru saja ia injak.
sebuah, kacamata?.
awalnya jake abai sebelum sebuah langkah kecil pun menganggu acara bermainnya.
"hey, give it back. its mine"
jake menatap wajah bocah itu dengan tatapan sombongnya, dari atas sampai bawah. sepertinya penghuni apartemen ini juga, jake itu belum fasih sekali berbahasa inggris, ia hanya sering berlibur sembari mengunjungi kantor ayahnya.
jake memilih tak peduli, saat ia ingin pergi. namun tangannya ditarik kebelakang, dan bocah lelaki itu tanpa mengucapkan kata apapun, melemparkan sebuah pukulan pada wajah jake yang langsung terjatuh diatas tumpukan salju dengan bocah itu menindih tubuhnya.
area jake sekarang cukup jauh dari bodyguardnya, dan tubuhnya yang terjatuh sekarang tertutup oleh gunung salju yang ia buat sendiri.
"SIALAN, KAU SIAPA SI" jangan salahkan jake yang mengenal kata kata kasar sejak kecil.
jake kesakitan, ia mendorong tubuh bocah itu yang sialnya sangat berat, bocah itu berhenti lalu menatap wajah jake lekat.
sementara jake? emosinya tersulut, ia menatap balik dengan tatapan emosinya, sebelum melemparkan pukulan balik dan membalikan posisi keduanya.