O9,TOP

6.9K 393 12
                                        

DUG

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

DUG.

"anjing" jake spontan mengumpat akibat bahunya yang tak sengajar ditabrak seseorang asik mengobrol dilorong.

"h-hey sorry bro" ujarnya sembari mengusap bahu jake yang sedari tadi menunduk, wajah seseorang itu tertarik untuk melihat wajah jake.

"huh? shim jake? its that you?" jake mendongak dengan malas, siapa lelaki aneh ini?.

"siapa sih gila" gumam jake ia hendak pergi namun langkahnya terhenti melihat seseorang yang berjalan kearahnya.

sunghoon dengan luka yang mulai membaik itu berjalan kearah jake, namun pemuda itu terlalu percaya diri padahal sunghoon berjalan kearah sampingnya.

"hai jay"

"yoo mr. park"

jake abai, ia tak peduli dengan keduanya dan melengos masuk kedalam kelas, melihat sunghoon membuat kejadian kemarin terputar jelas dibenaknya.

"gimana hari pertama sekolah disini?" tanya sunghoon sembari merangkul sahabat kecilnya itu.

"not bad, ramah ramah lagi. btw yang tadi itu jake?" tanya jay memastikan.

sunghoon menatap kedua manik sahabatnya lalu mengangguk, jay tersenyum menyebalkan.

"haha dia dominan? wajahnya terlalu manis bukankah itu masalah?" sunghoon mengedikkan bahunya tak peduli.

mereka melewati kelas jay yang sekelas dengan jake itu, jay melirik jake yang tidur dikursinya yang persis didepan kursi yang akan menjadi milik jay itu.

"kkk fighting bro"

sunghoon tersenyum menanggapi support dari jay.

"dan jangan bermain kucing kucingannya itu terlihat kekanakan kamu tau?"

[DOM]

beomgyu tak bisa berkedip melihat jay yang melewati meja makan mereka.

"ku aduin taehyun beneran nih noh fek fek" saat jisung membuka ponselnya, beomgyu cepat cepat mengambil ponsel jisung sepihak dengan panik.

mereka berempat berkumpul seperti biasa dikantin, jake dan niki juga sudah maafan, cuman masih canggung aja.

niki yang sangat merasa bersalah akibat menghajar teman baiknya itu.

sedangkan jake tak begitu kesal dengan niki sekarang, ia merasa lebih tenang karena sean tidak memberi pesan kematian kepadanya sejak kemarin sore.

"ntar pulang ke tempat biasa kan" ajak jisung.

niki menggeleng, membuat jake menoleh tak percaya.

"mau latihan basket, dipanggil paksa katanya aku beneran dibutuhin" oh, jake kira niki tak ikut karena masalah mereka.

"aku mau ikut nonton dong" mulai beomgyu, pasti dia mau liat kaka soobin temennya taehyun yang pernah jadi inti basket pas menang beberapa bulan yang lalu.

"terserah" beomgyu tersenyum senang, jisung pasti akan mengekor, dia mana mau sendirian dicaffe langganan mereka.

"kamu jake?"

jake diam sesaat, basket ya? kedua manik jake terbuka lebar, ia terlihat bersemangat, ini kesempatan yang bagus.

"boleh"

"ohiya" mereka mengalihkan atensi ke beomgyu.

"aku mau ajak kalian nonton besok? sekalian main juga"

"sama siapa aja?" tanya jisung.

"aku sama taehyun dong jelas, katanya taehyun juga mau bawa temen. kalian kalo mau bawa temen juga gapapa kok" jelas beomgyu, mereka mengangguk aja mengiyakan.

"ajak chenle deh"

niki membelalak, "anjing, kau tak sadar apa?"

"ha?"

"ntar kau sama kakak jadi jadianmu itu jadi nyamuk bodoh" jisung merotasikan matanya malas.

"yang nyamuk tuh kau, yang gak normal disini kan cuman kamu nik"

"setan, yang ngehomo siapa juga"

"maksud ku, kamu yang tak pernah pacaran disini"

niki tersenyum bangga, "biarin, yang penting aku tak pernah dijadikan boti padahal dominan"

jake terbatu mendengar sindiran niki, mereka tertawa membuat jake mendelik dan tak nafsu makan.







jake, jisung dan beomgyu duduk dibangku penonton, distadion basket sekolah mereka, hanya segelintir orang yang masuk dan menonton latihan ini.

disana ada niki yang sepertinya kewalahan akibat sudah lama tidak latihan.

beomgyu terlihat antusias menyaksikannya, berbeda dengan jake yang terlihat biasa saja dan jisung yang sibuk dengan ponselnya.

setelahnya seluruh anggota basket itu dikumpulkan dan berbaris dengan rapi, sampai satu orang dengan seragam yang sama datang dari luar lalu berdiri disamping pelatih.

"kita mempunyai anggota baru, dia seorang streaker. dia pindahan dari kanada, perkenalkan dirimu"

jay, pemuda tampan itu terus tersenyum, untuk membuat image yang bagus.

"hai, namaku jay park, biasa dipanggil jay" ujarnya dengan logat luarnya yang kental.

lalu salah satu anggota yang lain mengangkat tangannya,

"satu lagi sir? katanya ada dua anggota baru"

pelatih itu mengingat, benar juga.

"dimana satunya?" tanya pelatih pada jay.

"ah dia bukannya sudah masuk seminggu yang lalu?? dia datang lebih dulu dari pada saya sir"

pelatih itu berusaha mengingat ingat.

"benar juga, baiklah. mari seperti tadi, junghwan bertukar dengan jay, kamu bisa istirahat"

dengan kedatangan jay, membuat atensi jake lebih fokus, ia tanpa sadar penasaran dengan teman si park sialan sunghoon yang tadi pagi sok akrab itu.

sampai ia tak menyadari bahwa niki sudah sangat kelelahan, wajahnya pucat. namun pelatih tak mau memberinya istirahat katanya ia tak mau kehilangan niki lagi, karena jika mengalihkan pandangan sedikit niki bisa hilang dari tangkapan mata.

saat bola ditangan niki direbut, kepalanya seakan berputar, ia ingin menggapai jay yang sudah berlari... namun

BRAK.

tubuhnya terjatuh pingsan, beomgyu, jake dan jisung dengan panik turun untuk memeriksa teman mereka.

"anjing berat bener" jika jake saja berkata seperti itu maka beomgyu tak bisa melakukan apa apa selain berdoa.

"kau angkat tangan, jake kaki cepet" ujar jisung, saat jake sudah siap dan tubuh niki sudah melayang beberapa inci.

sebuah tangan masuk dibawah punggungnya, mengangkat niki dengan dua tangan kosong, lalu berjalan cepat menuju uks.

jisung dan jake saling berpandangan sesaat, beomgyu sudah menyusul jay dari belakang.

ah, mereka dengan cepat menggelengkan kepalanya. lalu berlari menyusul kedua temannya.

$ TO BE CONTINUED $

✓who Is Dom?, SungjakeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang