3 "jangan menyerah!"

4.6K 238 4
                                        

Mark merasa dirinya gila karena kenapa bisa-bisanya dirinya mencium sang istri dibawah matahari tenggelam dipantai tadi jadi begini.

Flashback

Haechan menatap mata sang suami dengan tatapan yang sulit diartikan namun tatapan itu berubah menjadi membola terkejut saat jarak wajah mereka tiba-tiba menjadi sangat dekat dan,

Cup

Bibir mereka bertemu, akhh rasanya mereka berdua mau menghilang saja dari bumi tapi entah setan dari mana saat akal mereka berteriak untuk berhenti tapi tidak dengan tubuh mereka, mereka saling melumat satu sama lain.

Bibir mereka bertemu, akhh rasanya mereka berdua mau menghilang saja dari bumi tapi entah setan dari mana saat akal mereka berteriak untuk berhenti tapi tidak dengan tubuh mereka, mereka saling melumat satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cr.pinterest

Ciuman itu berakhir setalah haechan kehabisan nafas nya dan mark menatap sang istri dengan tatapan menyesal karena telah mencium nya.

"Sorry, babe. Aku mencium mu tanpa izin, tapi bibirmu sangat menggoda manis sekali." Mark meminta maaf dan tidak lupa menggoda sang istri.

Wajah haechan memerah karena mendengar mark berbicara seperti itu, dia ingin marah tapi memang berciuman itu hal yang umum yang dilakukan oleh pasangan suami istri, bukan?

Haechan memilih beranjak dari tempat nya duduk dan segera menuju mobil yang terpakir tidak jauh dari mereka duduk, Dia sangat malu barudak. Mark yang melihat haechan meninggalkan nya sendiri menyesal karena sang istri marah.

Flashback end

Mark dan haechan berada diperjalanan untuk segera pulang kerumah mereka. Dimobil hanya hening dan berubah canggung, tapi itu tidak lama saat bunyi perut sang istri memecah keheningan.

"Apa kamu ingin mampir dulu untuk makan atau mau makan malam di rumah saja?" Mark terkekeh pelan saat mendengar perut istri nya berbunyi dan bertanya pada sang istri yang muka sudah memerah sangat menggemaskan rasa nya ingin dia peluk dengan erat.

"Apa bisa berhenti dulu dikedai kimchi jjigae terdekat, bby?" Haechan bertanya pada mark yang sedang menatap nya.

"Tentu babe, sesuai keinginanmu." mark langsung melesatkan mobil kearah kedai kimchi jjigae terdekat. Setelah sampai didepan kedai mereka turun dari mobil kedalam kedai.

"Apa kamu mau makan disini? Atau takeaway saja?" Mark bertanya pada haechan, sebenarnya dirinya sudah lelah sekali jadi haechan memilih takeaway saja karena kedai yang mereka kunjungi lumayan padat mengunjung.

Setelah dapat pesanannya mereka berdua segera pulang. Setelah sampai dirumah mereka segera pergi kekamar untuk membersihkan diri dan makan malam bersama.

Suasana diruang makan seperti biasa selalu diisi canda tawa walau tadi agak canggung tapi sekarang mereka sudah seperti pagi tadi.

Setelah selesai mereka segera masuk ke kamar mereka tapi mark izin ke ruang kerja sebentar untuk mengecek pekerjaan nya hari ini dan haechan langsung merebahkan tubuh nya ke kasur.

Memandangi langit kamar nya haechan memutar semua kejadian hari ini diotak nya, padahal baru satu hari tapi udah bikin haechan gila bagaimana nanti enam hari lagi apa dia akan dibuntingin mark?

Dia tersenyum kecut, kenapa waktu yang indah ini hanya sebentar dan berakhir cepat? Bahkan dia akan jatuh terlalu dalam lagi, saat dia melepaskan sang suami yang sialnya dia mencintai mark selama pernikahan mereka.

Ting

Haechan mengambil ponsel nya yang ada diatas nakas tempat tidur, ternyata ada pesan dari sahabat nya.

Najaem🐰

Channie?
Kenapa dua hari ini kamu tidak ke cafe?
Apa kamu sakit?
Penyakit mu kambuh lagi?

Maaf na, aku kemarin sedikit kambuh
Apa kamu bisa jaga cafe sendiri?
Sampai seminggu kedepan
Aku ada hal yang harus diurus

Astaga pasti kamu lupa untuk kerumah sakit lagi?
Aku bisa menjaga nya bersama jeno
Tapi kau benar-benar tidak apa-apakan?
Apa aku perlu kerumah mu?

Tidak, aku tidak lupa
Ini hanya karena kelelahan kemarin
Syukurlah, aku jadi tidak khawatir jika ada jeno

Chan jangan kebiasaan berbohong!
Atau aku akan pukul pantat mu itu!
Jadi apa perlu aku kesana atau kamu berbicara jujur?

Baiklah aku lupa kerumah sakit
Dan berkahir pingsan dikamar ku
Jangan pukul pantat ku na:(

Dasar anak ini!!
Itu bisa berbahaya channie
Kamu sudah melewatkan 3x kemo
Apa kamu tidak ingin sembuh?

Aku mau sembuh
Tapi na, alasan aku hidup didunia ini apa?
Aku sudah lelah
Dan aku juga akan segera bercerai
Dengan Mark suamiku


Channie
Tolong bertahan
Jangan tinggalin gue
Gue bakal benci lo klo pergi

Jaem sorry gue ga bisa
Semua nya udah bikin gue muak
Mungkin bulan depan
Atau minggu depan
Bisajadi besok gue pergi
Tolong jangan nangis ya
Jangan lupa sunflower favorit gue

___

Jaemin adalah salah satu sahabat haechan dari sd sampai kuliah dan membangun cafe yang dikelola mereka berdua.

Jaemin mengetahui semua hal tentang haechan, dan haechan juga tau semua tentang jaemin, mereka jika sedang adu argumen akan berubah kasar tapi kalau sedang akur pasti selalu berbicara lembut

Jaemin mengetahui penyakit haechan karena selalu mengeluh sakit pinggang dan gampang kelelahan.


Saat mendengar penjelasan dokter jaemin tercengang dan kaget dan menghampiri sahabat nya, jaemin selalu menemani nya kemoterapi atau tidak penyakit nya akan menyebar luas dalam tubuh nya.

Haechan segera mematikan ponsel nya dan menyimpan didalam laci, dan saat tepat haechan menutup laci pintu kamar terbuka disana ada mark yang menghampirinya terburu-buru

"Astaga babe hidungmu!" Mark segera mengambil tisu dan menyumpalkan nya di hidung haechan, mark menatap khawatir haechan dan haechan memandang mark sendu.

"Mark kalau misalnya sebelum kita membuat kesepakatan ini, kamu bakal khawatir gak sama aku?" Menatap lama mata tajam milik suami nya, haechan sudah tau jawaban nya yaitu 'tidak'

"Sudah tidak perlu dijawab, ayo kita tidur sudah malam." haechan segera berbaring dan tidur, mark yang melihat itu segera mengikuti apa yang dilakukan istri nya.

Haechan sudah terlelap dan mark masih terjaga melirk kearah haechan yang sudah terlelap mengamati tubuh haechan yang menggigil padahal ini suhu ruang, ac tidak menyala karena udara malam ini sangat dingin.

Mark segera membawa masuk tubuh haechan dalam pelukan hangat nya dan ajaib nya berhenti.

"Maaf karena gue lo menderita chan." Mark berbisik lirih.

Haechan yang mendengar nya berteriak dalam hening "Kamu ga salah mark, emang hidup aja yang ga mau aku bahagia." Haechan berseru dalam hati dan terlelap kembali.

____

TBC....

Jangan lupa votment nya ngab🙏
Ada typo mohon maap
Nanti ditiktok aku up siang ya bye🙌
See you next chapter🥰
Oh iya aku tetapin seminggu dua kali atau tiga kali update klo aku ga sibuk ya🤗

Revisi: 07 Desember 2025

ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang