Sebelum baca ini kalian puter lagu diatas atau di Spotify
Neriah-Unfinished business
And Happy Reading❤️
______
Haechan ini tipikal jika menyukai seseorang akan mengejar itu entah yang dikejar nya itu menyukai nya atau tidak
Mengirim ratusan pesan setiap hari kepada suami nya walau pesan itu hanya dibaca kadang tidak oleh suami nya itu tapi tidak membuat Haechan menyerah selama setahun itu
Tapi satu hal yang membuat haechan menyerah untuk mengejar suami nya adalah satu dia melihat suami nya sedang berciuman mesra dengan wanita cantik
Bagaimana wajah yang selalu menatap nya dingin itu tersenyum disela ciuman dengan wanita itu membuat haechan sadar bahwa dia bukan pilihan suami nya
Yah awal pernikahan mereka adalah karena terpaksaan, Dirinya dan suaminya di jodohkan oleh orang tua suami nya
Haechan menerima perjodohan ini karena permintaan almarhum nenek nya dia tidak bisa menolak permintaan terakhir orang yang paling dia sayang itu
Haechan mencoba menerima perlahan pernikahan ini mencoba mengobrol dan mendekatkan diri dengan sang suami tapi Mark selalu membentuk tembok besar yang menghalanginya untuk mendekat dengannya
Haechan yang tadi selalu terlihat semangat mengejar sang suami kini perlahan mundur, biasa nya ratusan pesan akan terkirim dalam satu hari membahas hal-hal random atau keluh kesah Haechan tapi kini pesan itu tidak lagi diterima Mark suaminya
Biasa nya jika Mark pulang Haechan akan berlari menghampiri nya dan mengoceh begitu berisik tapi kini tidak, Haechan dengan tampak tak peduli menonton televisi didepan nya bukankah itu yang diinginkan suaminya?
Mark yang memang dari awal tak peduli dengan istri nya itu berjalan masuk tanpa menoleh kedalam kamar nya dibawah dekat ruang kerja nya
Haechan sudah memikirkan nya dia harus mengakhiri semua ini dia takut semakin dia pertahankan semakin dalam dia terluka
Haechan mematikan televisi didepan nya dan naik keatas kearah kamar nya, buat qpa dia dibawah dekat dengan suami nya yabg tidak menganggap nya ada
"Tuan, tuan Haechan belum makan sama sekali dari pagi tadi!" Mark yang sudah duduk dikursi meja makan dan mendengarkan hal itu mengernyitkan dahi nya
"Panggil dia" mark menyesap kopi panas nya menyuruh pelayan itu memanggil istrinya
Pintu kamar haechan diketuk tiga kali dan terbuka tubuh Haechan, pelayan itu segera menyuruh sang nyonya dirumah ini turun untuk makan malam
Tapi tidak ada sautan dari haechan membuat pelayan itu segera memberitahukan kepada sang Tuan
Mark yang mendengar itu hanya mengangguk dan makan malam sendirian, rasa nya aneh biasa nya dia akan mendengar banyak celotehan Haechan tapi makan sendiri seperti ini entah mengapa terasa sepi
Selama menikah dengan Haechan dia belum pernah menginjakkan kaki nya ke lantai atas kamar yang seharusnya kamar nya dengan haechan tapi dia memilih untuk pisah kamar yang ada di lantai satu dekat dengan ruang kerja nya
Dia membuka pintu kamar itu, gelap dan hawa dingin langsung menusuk kulit nya
Terlihat dikasur ada Haechan yang sudah tertidur pulas, mark menatap haechan dengan pandangan yang sulit diartikan menutup pintu itu kembali
Haechan yang sedang bergelut selimut itu, menatap keluar jendela kamar dan menutup mata nya agar segera tidur agar tidak semakin larut dengan luka nya, sebenarnya dia belum tidur itu hanya alibi nya agar Mark tidak melihat wajah sembab nya yap saat masuk kedalam kamar Haechan sempat menangis
"Aku harus apa? Haelmoni channie harus apa? Boleh gak channie menyerah saja sakit banget disini!" Haechan menutup wajahnya dengan selimut dan menangis kembali dalam hening
_______
Haechan pergi ke Cafe milik nya dan dua sahabatnya, Dia butuh teman untuk mencurahkan rasa sakit dan sedih nya kepada dua sahabatnya
Haechan memberikan ponsel nya yang ada foto mark dan wanita itu berciuman, membuat Dua sahabat ini marah dan mengamuk
"Anj apaan ini? Wah perlu ku hajar kah suami mu itu channie?!" Renjun berdiri dari duduk nya sudah acang-acang ingin keluar dan melabrak Suami sahabat nya ini
"Udah ga bisa dibiarkan ini channie!" Jaemin sama dia juga berdiri dari duduk nya mengambil kunci mobil nya, namun baru satu langkah sahabat itu melangkah suara lirih dan memohon dari Haechan membuat mereka berhenti dan menatap sedih sahabat nya ini
"Jangan tolong jangan!" Haechan memejamkan mata nya tau dua sahabat nya akan mengamuk seperti ini, dia tidak mau semua semakin runyam
"Kapan kamu melihat ini?" Jeno datang membawa minuman untuk 2 sahabat dan istrinya sambil sedikit keras menaruh nampan yang di bawa nya
"Sekitar sebulan yang lalu, entahlah aku lupa saking sakit nya rasa dihati ini jen" haechan menundukkan kepala nya dan menerbitkan senyum yang terlihat sangat dipaksakan itu membuat jeno meremat nampan ditangan nya erat
"Bodoh, kenapa dia selalu bersikap bodoh seperti ini!" Jeno tau kakak nya ini adalah salah satu orang yang sangat keras kepala dan tidak mau membuka hati nya untuk orang mencoba mendekat dengan dirinya bahkan istrinya sekalipun yang sudah menikah dengannya selama 1 tahun ini
"Enggak kok dia tidak bodoh jen, mungkin aku memang bukan yang diinginkan nya dan dari awal aku memang tidak pantas dengan kakakmu itu" Haechan menyesap coklat panas yang sudah hangat itu pelan
"Jadi tolong jangan marah pada nya yah, aku memberi tahukan kalian ini karena rasa nya sudah sesak sekali disini!" Haechan berkata lirih dengan menujuk dada nya pelan membuat tiga sahabat itu mengepalkan tangan nya menahan emosi yang siap meledak
"Channie..." Renjun menatap dengan berkaca-kaca sahabat nya ini dan segera memeluk nya, dia tau sahabat nya ini sangat rapuh dan sudah hancur tapi dunia memaksa nya untuk tetap utuh walau nyata nya banyak luka yang tertambal dengan senyum palsu andalannya
"Jangan terlalu baik Channie, kamu bisa marah kamu bisa mengamuk jangan terlalu baik seperti ini bear!" Renjun memeluk erat sang sahabat yang sudah dia lihat bagaimana kejam nya merebut senyum asli sahabat nya yang kalian lihat adalah senyum palsu dan topeng bahagia selalu dia tampakan didepan semua orang
"Aku sudah tidak ada tenaga untuk marah dan mengamuk njun, aku sudah lelah biarkan seperti ini saja" haechan menyembunyikan wajah nya dipundak Renjun menahan sekuat tenaga air mata agar tidak jatuh didepan sahabat nya
"Jen jangan kamu bahas tentang hal ini ke kakakmu yah, biarkan semua nya hanya kamu, aku, jaemin dan Renjun yang tau" Haechan menatap jeno dengan pandangan memohon, dia takut jika jeno membahas hal ini dengan kakak nya akan terdengar juga ke mertua nya
Dia takut akan terjadi pertengkaran besar, dia tak mau itu terjadi cukup dia lelah untuk hal yang menguras emosi nya
"Biarkan ini menjadi urusanku dan kakakmu yah, aku tau kamu tidak akan mengecewakan ku kan jen?" Jeno yang merasa serba salah hanya bisa menghela nafas nya dan menganggukkan kepala nya dan memeluk haechan pelan
"Jika butuh bantuan jangan sungkan menelepon kami yah, channie?" Jeno menatap mata sayu dan lelah Haechan sambil tersenyum sendu
"Nana, jangan bilang bubu yah kumohon ini permintaan ku padamu" haechan menatap jaemin yang masih memandang nya marah dan sedih itu
"Baiklah seterah kamu saja, channie!" Haechan tersenyum dan memeluk jaemin erat, semoga ini pilhan terbaik untuk masalah ini entah konsekuensi apa yang akan dia dapat dengan menutupi masalah ini
_____
H
ai hehe aku update lagi😍
Ini extra part yang aku buat dan udah lama aku janjiin baru sempet aku ketik dan muncul ide nya, maaf ya lama😭
Jika kalian baca dari awal sampai tamat pasti bakal ngerti alur dari part ini karena Alasan kenapa haechan membuat perjanjian itu😌
Kalau kurang greget mohon maaf ide nya mentok sampai situ saja🙏
Don't forget to votmen nya ya☺️
Oh yah Sorry for typo and Sampai jumpa dikarya aku yang lain🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)
Fiksi Penggemar🚫HOMOPHOBIC TOLONG MUNDUR🚫 "Aku punya satu permintaan pertama dan terakhir ayo kita menjalani hidup seperti pasangan suami istri pada umum nya selama satu minggu, setelah itu ayo kita bercerai!" #BxB #MARKHYUCK #Fanfic
