Setelah kejadian kembalinya orang tuanya, haechan yang biasa nya ceria mendadak menjadi pendiam banyak melamun tidak se cerewet biasa nya membuat mark khawatir
"Sayang ayo keluar, kita pergi kencan hari ini?" mark dari arah belakang haechan karena dia memantau dari jarak lumayan jauh bagaimana keadaan istri nya
"Eh kencan hari ini? Kenapa mendadak sekali mark" haechan kaget melihat suami nya sudah ada disampingnya sambil memeluk pinggang nya
"Kenapa kamu tidak mau? Aku mengajak mendadak begini karena aku tau kamu pasti sedang resah, ayo kita kencan untuk membuat mu kembali ceria" mark mengeratkan pelukan dipinggang haechan
Haechan tersenyum cerah mark mengetahui tentang keresahan hati nya dan menyadari perubahan sikap nya karena kejadian kemarin
"Baiklah suamiku sayang ayo kita berkencan" haechan mencuri satu kecupan dibibir mark membuat mark kaget
"Mulai nakal yah kamu" mark terkekeh melihat haechan nya sudah kembali ceria lagi
Setelah itu mereka berangkat kesebuah taman bermain dikota, perjalanan nya lumayan jauh dari rumah ke taman bermain tersebut
"Kemana kita pergi by?" haechan tidak tahu tujuan mereka kemana untuk kencan hari ini
"Kita akan bersenang-senang, jadi sayang kamu jangan sedih lagi yah aku tidak suka haechan ku menjadi pendiam begini" mark menggenggam tangan haechan lembut
"Terimakasih karena sudah peduli padaku, aku janji tidak akan sedih lagi!" haechan tersenyum kearah mark
"Tidak perlu terimakasih padaku sayang itu memang sudah tugasku sebagai suami mu untuk selalu membuat kamu bahagia" mark menoleh sambil tersenyum tampan
Haechan hanya tersenyum sambil membalas genggaman tangan mark
"Mark apa mereka benar-benar berubah? Atau cuma pura-pura agar mereka bisa membawaku dan mengulang masa lalu?" haechan memandang jendela mobil
"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu tapi jika memang mereka berniat untuk mengulang masa lalu jangan salah kan aku akan membunuh mereka!" mark dengan nada dingin menjawab pertanyaan haechan
"Tapi sebelum kamu membunuh mereka terlebih dahulu membunuhku!" haechan tersenyum sendu kearah mark
"Aku tidak akan membiarkan nya, kamu tau sayang kemarin saja aku hampir kehilangan mu mereka dengan seenak hati membunuhmu brengsek!" mark dengan nada marah nya menanggapi sang istri
"Sayang jangan takut kamu tidak sendirian ada aku akan selalu berada didekatmu, jadi saat kamu sudah siap kita temui mereka karena bagaimana pun semua harus diselesaikan agar tidak ada masalah dimasa depan nanti hmm?" mark memberhentikan mobil nya karena sudah sampai tempat tujuan
Mark benar dia harus mencoba untuk menghilangkan rasa takut dan traumanya dengan menerima semuanya sudah terjadi dimasa lalu agar dirinya siap untuk bertemu ayah dan ibunya
"Aku belum siap bertemu mereka dalam waktu dekat mark hiks aku belum bisa menghilangkan rasa takutku ini!" haechan menangis dengan badan bergetar nya, mark yang melihat haechan menangis segera keluar dari mobil dan membuka pintu mobil disamping kemudi
"Shuttt tidak apa-apa semua butuh waktu jadi pelan-pelan saja sayang jangan memaksakan diri kamu karena aku tidak akan meninggalkan kamu" mark memeluk haecahn dan mengecup dahi istrinya pelan
Haechan menyembunyikan tangisan nya didada sang suami, setelah merasa lega haechan menatap wajah mark dan tersenyum teduh dirinya sudah lega berkat suami nya
"Sudah lega sayang?"mark merapikan rambut haecahn yang sedikit berantakan
"Hmm sudah mark apa kita sudah sampai?" haechan melihat sekitar
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)
Fanfiction🚫HOMOPHOBIC TOLONG MUNDUR🚫 "Aku punya satu permintaan pertama dan terakhir ayo kita menjalani hidup seperti pasangan suami istri pada umum nya selama satu minggu, setelah itu ayo kita bercerai!" #BxB #MARKHYUCK #Fanfic
