Ntah ini kebahagian atau sebuah kesedihan bagi haechan, dirinya senang karena ada satu nyawa yang hidup didalam perut nya tapi diringa disisi lain sedih apa dirinya akan bertahan sampai akhir?
Dirinya ingin membesarkan anak nya sampai dirinya bisa mandiri dengan hidup nya sendiri, dia takut semua yang di takutkan terjadi seolah pikiran-pikiran buruk terus berputar dikepala nya
"Apa mommy bisa bertahan sampai akhir sayang?" Haechan bergumam sambil memegang perut yang masih rata menatap lurus kedepan seolah menerawang jauh masa depan apa yang akan dia dapatkan
"Tumbuh lah menjadi anak yang baik ya sayang, bila nanti mommy tidak bisa melihat mu saat kamu sudah lahir mommy akan melihat mu diatas sana melihat mu tumbuh menjadi anak hebat" haechan yang saat itu mood nya sedang tidak jelas menangis pilu
Dirinya tidak bisa berpikir positif disaat apa yang dikatakan dokter dua hari lalu karena saat pemerikasaan penyakit nya kemarin
"Kehamilan anda tidak beresiko tapi pengobatan selama anda penyembuhan penyakit anda beresiko bagi janin yang anda kandung, bila janin anda beresiko bisa mengganggu penyembuhan penyakit yang saat ini anda jalani" bagai diajak melayang terbang tinggi oleh tuhan dan dihempaskan lagi kedalam luka baru yang tuhan berikan haechan merasa seperti dunia nya berhenti
Janin nya harus tetap hidup dan tumbuh menjadi anak hebat kesayanganya, kebetulan mark tidak ikut pemeriksaan saat itu karena dirinya ada meeting dengan klien penting dari proyek besar yang sedang mark jalani
Dan mertua nya belum tau bahwa dirinya hamil karena masih ada diluar negeri sedang ada mengurus urusan perusahaan dan lusa baru pulang
Tiba-tiba ada yang memeluk dari belakang tubuh haechan, dia tau itu siapa dari bau tubuh nya langsung mengenali siapa orang itu
"everything is fine, right babe?" Mark yang melihat haechan sedang termenung didepan jendela kamar nya langsung menghampiri dan merengkuh pinggang mungil sang istri
Tanpa menjawab haechan memeluk mark dia lelah dengan pemikiran buruk yang ada kepala nya, dia menangis dipelukan mark
"Hey what's wrong babe?" Mark menatap haechan yang wajah nya sudah memerah karena daritadi menangis
"Kamu jangan tinggalin aku hikss aku cape mark hiks mereka berisik disini berisik aku cape" haechan memukul kepala nya untuk menghilangkan suara-suara yang berisik dikepala nya
Mark langsung menahan tangan haechan dan merengkuh tubuh mungil haechan kedalam pelukan nya, dia sedih karena dua hari ini dirinya tidak memperhatikan haechannya karena proyek besar yang baru dimulai oleh nya
"Ssttt babe, look my eyes!" Mark menanatap mata haechan yang merah
"Sayang kamu ingat sekarang kamu sedang mengandung bayi dalam perut mu hmm?" Mark dengan lembut membawa tubuh haechan ke pangkuan nya dan duduk dipinggir kasur
"Kamu ga boleh streess babe, kepala kamu berisik yah sini cerita apa yang bikin berisik kepala kamu ama aku, i'm always here for you babe!" Mark mengusap lembut pipi yang mulai menirus karena semejak hamil berat badan nya menurun drastis
Haechan menggeleng dan menyamankan posisi nya dalam pelukan mark hangat dan nyaman tak lama dengkuran halus terdengar membuat mark menghela napas
"I'm sorry I haven't paid attention to you lately to make you lonely like this, dear" dia tau kenapa haechannya seperti ini karena kesepian akhir-akhir ini dia terlalu sibuk sampai lupa ada istri yang sedang mengandung anak nya sedang kesepian dirumah
_____
Apa mark tau tentang pemeriksaan haechan kemarin? jawwban nya tidak karena haechan tidak mau mark khawatir dan akhir nya memilih menggugurkan janin yang ada diperut nya
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)
Fanfiction🚫HOMOPHOBIC TOLONG MUNDUR🚫 "Aku punya satu permintaan pertama dan terakhir ayo kita menjalani hidup seperti pasangan suami istri pada umum nya selama satu minggu, setelah itu ayo kita bercerai!" #BxB #MARKHYUCK #Fanfic
