Happy with him?

1.7K 62 2
                                        

Hai Apakabar?
Udah lama bangett cerita ini tamat ya?
Ini aku buat bonus chapter terakhir karena ini udah tamat lama banget☺️
Baca nya sambil puter lagu yang aku sematin diatas ya biar makin terasa vibes angst nya😉
Jika ada yang kangen cerita ini, Happy Reading ya💗

___________

Mark yang merasa bersalah karena kepergian sang istri lima tahun lalu, kini dia tinggal sendirian disebuah apartemen yang dingin dan sepi.

Mau sekeras apapun rasa bersalah dan permintaan maaf yang terucap dari mulut nya tidak membuat haechan tetap berada disisinya, rasa bersalah itu menjadi sebuah racun yang perlahan membuat Mark semakin terpuruk dan jadi lebih menyibukkan dirinya dengan tumpukan pekerjaan yang membuat badan nya perlahan tumbang.

"Channie, kenapa sangat sulit jika tidak ada mu disini?" Mark menatap wajah bersinar haechan difoto pernikahan mereka.

Mark mengeratkan genggamannya pada bingkai foto itu, matanya yang lelah menelusuri setiap detail wajah Haechan yang tersenyum manis di sampingnya. Senyum yang dulu selalu menyambutnya sepulang kerja, yang kini hanya bisa ia pandangi dalam diam.

Dinding apartemennya terasa lebih dingin dari biasanya. Jam di sudut ruangan menunjukkan pukul dua dini hari, tetapi Mark masih terjaga dengan setumpuk dokumen yang berserakan di meja. Pekerjaan adalah satu-satunya hal yang bisa mengalihkan pikirannya, meskipun hanya sementara. Namun, malam ini bahkan kerja keras pun tak mampu menenggelamkan kesedihannya.

Mark berjalan kearah tempat tidur milik nya dan mencoba memejamkan matanya, mungkin dia perlu tidur untuk menghilangkan sedikit rasa lelah nya dan berharap bertemu dengan sang istri didalam mimpi.

"Daddy, wake up pliss!" Seorang anak berumur 6 tahun menggoyangkan tubuhnya yang tertidur lelap.

Mark mengerjap pelan, matanya yang masih berat dengan kantuk berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya yang masuk dari jendela. Suara rengekan kecil itu terdengar lagi, kali ini disertai dengan tangan mungil yang terus mengguncang tubuhnya.

"Daddy! Bangun! Aku lapar..."

Mark mengerutkan kening, masih berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Lalu, pandangannya jatuh pada sosok kecil di samping tempat tidurnya. Seorang anak laki-laki berumur sekitar enam tahun, dengan rambut kecokelatan dan mata bulat yang menatapnya penuh harap.

Mark menegakkan tubuhnya perlahan, mengusap wajahnya yang masih terasa lelah. "Siapa... kau?" tanyanya dengan suara serak.

Anak itu mengerucutkan bibirnya, seolah tak percaya dengan pertanyaan Mark. "Daddy, jangan bercanda! Aku lapar..."

Jantung Mark berdetak cepat. Ada sesuatu yang aneh di sini. Lima tahun terakhir, ia hidup sendirian di apartemen ini. Tidak mungkin ada seorang anak yang tiba-tiba muncul begitu saja dan memanggilnya "Daddy."

Napasnya tercekat ketika matanya menangkap sesuatu di meja kecil di samping tempat tidur. Sebuah foto yang tidak pernah ada sebelumnya. Dalam foto itu, ada dirinya-tersenyum bahagia sambil menggendong anak kecil yang kini berdiri di hadapannya. Dan di samping mereka, Haechan tersenyum manis seperti yang selalu ia ingat.

Dan ini bukan apartemen nya dimana dirinya?! Mark segera bangkit dan melihat luar jendela betapa terkejutnya dia karena ini rumah tempat tinggal nya dulu sebelum istri nya tiada?

"Lele, apa Daddy sudah bangun sayang?" Pria cantik datang dengan senyum yang selalu dirindukan mark membuat mark lagi-lagi terpaku dia tidak bermimpi kan?

Mark merasa dunia di sekitarnya berputar. Matanya membelalak, dadanya terasa begitu sesak, dan napasnya tercekat saat melihat sosok yang selama ini hanya bisa ia tatap melalui foto-Haechan.

ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang