what if "was it all just a dream?"

1.9K 55 0
                                        

Terbangun seperti biasa tapi kenapa rasa nya seperti asing, dilihatnya kalender what kenapa mundur 10 tahun bukan nya itu tanggal dan bulan dimana aku mengatakan perjanjian perceraian selama satu minggu

Dibuka nya pintu kamar nya ternyata bentar biasanya banyak foto mereka di sekeliling rumah ini tapi rumah besar ini menjadi kosong lagi

Haechan masuk lagi ke dalam kamar membuka lemari nya dan cuma ada pakaian nya berarti kejadian yang dia alami selama 10 tahun terakhir itu hanya bunga tidur, dia merasa semua sangat nyata dan chenle juga hanya khayalan saja?

Dan berarti dia masih berjuang untuk tetap hidup penyakit sialan itu ternyata masih ada  seolah tuhan memang senang mempermainkan nya hahaha dia harus menangis atau menertawakan hidup nya yang sangat penuh dengan kejutan

"Apa aku harus reka ulang adegan lagi kejadian itu agar mark mencintaiku apa mungkin ending nya akan sama seperti yang sudah terjadi?" Haechan bingung dengan jalan hidup nya yang ntah tuhan mau membawa ke mana jalan hidup nya ini

"Kenapa kau tidak membawaku pulang saja tuhan kenapa kau seolah mempermainkan hidup ku dengan bunga tidur yang begitu indah apa semua nya hanya untuk mengolok-olok aku yang tidak punya siapa pun di hidup ku ini" haechan menangis seolah miris dia sudah bahagia kenapa tuhan malah membuat hal bahagia itu hanya bunga tidur yang begitu indah

"Aku lebih baik pergi tak ada perjanjian perceraian atau apalah itu aku sudah tidak tertarik lagi dengan semua itu!" Dirinya takut jika dia mengulang semua hal itu akan  berbeda dengan sebelum nya

Pergi jauh dan menikmati sisa terakhir hidup jauh lebih baik daripada mengulang hal yang ntah akan sama ending nya atau justru akan menjadi Boomerang untuknya

Berdiri di cermin wajah pucat dan tubuh kurus mencoba tersenyum tapi tetap saja rasa sakit dan kecewa itu masih terpancar di mata sembab anak manis itu

Tok...tokk...tok

"Tuan maaf mengganggu, sarapan sudah siap dan tuan mark sudah menunggu" ucap pelayan pelan yang dibalas senyuman dibibir pucat nya

"Baik terima kasih, saya akan turun 5 menit lagi!" Haechan segera memperbaiki penampilan nya agar telihat lebih bagus dan menutupi bibir pucat nya

"Ayo kita selesaikan semua nya dan pergi dari sini" haechan segera keluar dari kamar nya dan turun ke ruang makan diaman suami nya sudah ada disana

"Kenapa sangat lamban sekali ck!" Mark dengan dingin menyindir haechan dan membersihkan mulut dan tangan nya karena telah selesai dengan sarapan nya

Haechan melihat mark sama seperti dua tahun lalu dingin acuh dan ketus membuat hati nya sakit sekali ternyata kenangan indah itu hanya sebuah bunga tidur yang tidak akan terjadi

"Tunggu aku ingin bicara padamu, aku ingin kita Bercerai!" Mark yang baru bangun dari duduk nya terdiam sejenak, dia agak sedikit kaget karena tiba-tiba sekali istri yang suka cari perhatian nya ini ingin bercerai padahal kemarin dirinya masih sibuk mencati perhatian nya

"Aku rasa hubungan kita ini memang sudah tidak bisa dipaksa mark karena aku sadar yang mencintai dihubungan ini cuma aku, lebih baik aku yang mundur yah aku akan mengurus surat cerai nya dan hari ini aku akan meninggalkan rumah ini" haechan berdiri dari meja makan dan meninggalkan mark yang berdiri menatap kepergian istrinya

Tak lama haechan turun membawa koper dan menatap mark yang masih kaget atas keputusan nya

"Aku tidak membawa apapun dari rumah ini yang aku bawa hanya pakaian ku saat pertama aku datang kesini, dan ini kartu dan semua fasilitas oh iya ini juga cincin kawin kita aku rasa kita tidak membutuhkan lagi ini kau simpan yah, uhmm udah itu saja mark aku pamit yah semoga kamu menemukan pasangan yang tepat dan kamu cintai yah" haechan segera menggeret koper nya dan meninggalkan rumah yang menjadi saksi tidak bahagia nya pernikahan dengan suami nya mark

Setelah cukup jauh dari kawasan rumah, haechan menangis seharusnya tidak seperti ini harus nya dia sudah bahagia dengan anak nya dan mark tapi lagi-lagi dia harus terima kenyataan bahwa itu hanya mimpi dan bungan tidur yang tidak akan menjadi nyata

Haechan lupa penyakit nya masih ada, dia merasa dunia nya berputar dan gelap semua nya

_____


Dipandang nya ruangan serba putih itu dia melihat dokter yang sedang memeriksa dirinya

"Anda sudah bangun, bagaimana perasaan anda?" Dokter itu bertanya pada haechan

"Dunia saya terasa berputar dan saya tidak ingat karena semuanya langsung gelap" haechan menjelaskan yang terjadi

"Anda hanya kelelahan dan banyak pikiran dan penyakit anda yang makin membuat buruk kondisi anda" dokter itu menjelaskan semua yang terjadi pada sang pasien nya

"Oh iya dokter siapa yang bawa saya kesini?" Haechan bingung dirinya tadi ada dijalan dan tiba-tiba tak sadarkan diri

"Suami anda yang membawa anda kemari tapi tadi dia sedang mengangkat telepon, anda harus rawat inap agar kondisi anda tidak semakin buruk dan anda harus melakukan kemoterapi sudah waktu nya baiklah saya akan keluar dan menjadwalkan kemoterapi untuk anda" dokter itu keluar setelah melakukan tugas nya, rumah sakit ini adalah rumah sakit tempat haechan berobat dan kemoterapi

"Berati mark sudah tau penyakit gue?" Haechan kaget dan bingung, kenapa hari ini sangat banyak kejutan nya

Pintu ruangan haechan terbuka disana ada mark yang masuk dan menatap haechan yang juga menatap nya

"Stop disitu!" Haechan menyuruh mark berhenti dan tidak mendekat

"Apa kamu udah tau semua nya mark tolong jawab pertanyaan aku!" Haechan bertanya dengan nada gemetar menahan tangis

"Kenapa disaat diri kamu ga baik-baik saja kamu malah pergi dan sok menjadi kuat seperti ini nyata nya kamu sedang sekarat, kenapa hanya diam saja dan tidak memberitahu aku tentang ini!" Mark bertanya kepada haechan yang menunduk dia dalam hati tertawa bahkan selama satu tahun  pernikahan nya kapan mark memperdulikan nya

"Kamu bahkan mengacuhkan sapaan dariku bagaimana aku bisa memberitahukan hal ini padamu yang bahkan tidak peduli aku hidup atau mati selama menikah dengan mu mark!" Haechan menangis tanpa suara menatap mata matk yang terlihat raut bersalah disana

"Aku cuma mau kita bercerai itu saja tolong jangan menghalangi aku untuk pergi dari mu mark!" Haechan menarik napas nya daan melanjutkan ucapan nya

"Hidup aku sudah tidak lama lagi, jadi ayo kita bercerai dan kau nikmati kebebasan mu tanpa aku yang selalu menyusahkan mu ini kau tidak perlu repot-repot mengantar aku pergi berobat atau apalah itu aku sudah tidak peduli aku sudah lelah dipermainkan takdir yang ntah membawaku kemana mark" mark seolah tertampar dengan perkataan istri nya itu dia melihat banyak luka dimata istri nya

"Shuttt aku tidak akan meninggalkanmu walaupun kau mengusirku dari sini aku akan tetap berada disini menemani mu haechan, maafkan aku yang selama ini menyakiti mu kita tidak akan bercerai aku akan memperbaiki semua nya tolong bertahan yah ayo kita bahagia sampai kamu sembuh chaniee" mark mendekat dan memeluk haechan, dan haechan menangis dalam pelukan mark dia lagi-lagi luluh dengan mark dia tidak bisa dia mencintai mark nya mau sejauh mana pun mark menyakiti nya rasa cinta lebih besar dari rasa sakit nya

____

End

Haiii hehehe ini extra part tapi baru keburu aku buat wkwkwk bukan extra part sih lebih ke what if saja yang beneran extra part nya aku akan usahakan yah wkwkwk karena aku sibuk banget dan ide ini muncul gitu aja gara2 notnon lovely runner wkwkwk

Okay see you di extra part mendatang❤️
Jangan lupa tekan bintang (vote) dan komen nya yah biar cerita aku ramai, okay sekian bye luv🥰😍

ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang