setelah pemerikasan keadaan haechan dan mark hanya saling diam. mark yang masih kecewa pada haechan nya yang membohongi nya hanya karena alasan dirinya akan menggugurkan anak nya sendiri, demi tuhan bila dirinya tau lebih awal akan lebih mudah mencari solusi untuk menyelamatkan anak dan haechan nya
haechan menyadari mark sangat marah padanya tapi dirnya juga sudah menjelaskan alasan nya kepada mark tapi rasa nya mark masih butuh waktu untuk menrima semua kabar yang baru saja dia dapat yah tidak mudah menerima berita tentang kehilangan istri tercinta
"babe kamu sudah janji kan akan sembuh dan bahagia bersama dengan ku kenapa kamu malah ingin meninggalkan ku dengan anak kita hanya berdua tidak bisa kah kamu juga ikut bahgia bersama kita berdua, please don't go anywhere please stay here" mark menundukan kepala nya isakan kembali terdengar
"iya aku janji akan bertahan sampai anak kita lahir, jika tuhan mengijinkan aku tetap disini aku akan dengan senang hati menerima nya dan hidup bahagia bersamamu dan anak kita nanti tapi sayang jika tuhan sudah bertindak aku bisa apa, i'm always stay here aku tidak meninggalakan mu yang hilang hanya ragaku tidak dengan jiwaku yang akan selalu berada disisimu sayang!" haechan memeluk mark yang menangis dengan begitu pilu yah memang dirinya merasakan kesedihan yang dirasakan oleh mark suaminya
keadaan kedua juga sudah sangat kacau dan suasana dalam mobil yang sangat menyedihkan pasangan itu saling memeluk satu sama lain dengan erat seolah tidak ada hari esok, dengan suara yang sedikit tercekat hacehan bersuara dengan nada yang membuat mark semakin mengeratkan pelukan pada tubuh kurus sang istri
"mark please aku hanya ingin anak kita ini mendapatkan kasih sayang jangan sampai anak kita sama seperti aku nasib nya yang tidak diinginkan dunia berada disini dan penyakitan yang malah dengan tega meninggalkan nya berdua dengan mu, tapi bilang pada nya bahwa aku sangat menyayangi nya dan akan selalu berada disisi nya walau raga ku tidak ada disisinya nanti bila aku tidak selamat saat melahirkan nya" haechan dengan tubuh gemetar yang ada dipelukan mark semakin menenggelamkan wajah nya pada dada mark, sumpah demi tuhan dia rela demi anak nya agar tidak merasakan tidak diinginkan berada di dunia ini
kenapa rasa nya tuhan selalu ingin menggalakan acara bahagia nya bersama sang istri kenapa dengan tega nya menyerangnya dengan ribuan kebahagiaan tapi dengan sekali tebas kebahagiaan itu hilang yang ada hanya rasa kosong dan kesedihan menyelimuti takdir yang di gariskan untuk nya dan istrinya
apa mungkin ini sebuah karma yang tuhan berikan untuk nya karena istri nya dengan mudah meberikan maaf pada nya dan berakhir tuhan lah yang turun tangan memisahkan nya dengan sang istri?
kenapa yang baru dia sadari itu berharga untuknya malah dengan cepat tuhan ambil dengan perasaan yang masih sangat mencintai nya, permainan takdir yang tuhan berikan terlalu keras untuk mark dia menyesal kenapa tidak dari awal pernikahan nya dengan haechan dia belajar mencintai nya bukan mendiamkan tanpa sebab dan berujung karma dimasa sekarang dia sangat mencintainya terlalu mensia-siakan istrinya sampai takdir secara perlahan membawa pergi nya
...
di rumah mark dan haechan sudah ada sang mertua dan orang tua nya, dengan raut wajah sendu tapi berusaha untuk menampilkan senyum hangat kepada haechan
jaehyun dan taeyong segera buru-buru terbang pulang dari dinas luar negerinya karena mendapatkan telepon dari doyoung dan kebetulan juga mereka berdua tidak sengaja sedang berpapapsan dengan johnny dan ten di tempat nya dinas luar negeri dan tidak sengaja mendengar suara dari taeyong yang berubah tercekat dan menjatuhkan ponsel nya membuat ten dan johnny menghampiri taeyong dan jaehyun, taeyong sudah menangis dipelukan suaminya
samar-samar ten dan johny mendengar gumamam nama anak mereka disela tangisan taeyong, membuat ten dan johhny panik bukan main takut terjadi sesuatu pada anak nya, taeyong dan jaehyun yang melihat orang tua dari anak nya menatap emreka dengan pandangan yangs anagt sulit diartikan dan taeyong menghampiri ten dan memeluk nya
"kita akan punya cucu hikss... tapi channieku hikss... tidak akan selamat karena kehamilannya beresiko untuk penyembuhan penyakitnya dan penyembuhan penyakitnya juga beresiko bagi bayi nya, haechan memilih untuk berhenti untuk pengobatan penyakitnya dan mempertahankan kandungan nya" ten terpaku perkaiataan taeyong seolah menggema ditelinga nya tidak mungkinkan anak nya akan pergi dari dunia ini, apakah dia dan suami terlambat dan apa tadi anak nya sedang mengandung cucu nya ya tuhan cucu pertama ku dan terakhir?
disini dirinya melihat anak nya dengan tubuh kurus dan perut yang sedikit membuncit dan terlihat wajah penuh kesendihan yang sangat terlihat pada mata yang mencoba menahan air mata yang siap turun dipelupuk mata nya disebelah nya ada menantunya yang wajah nya juga sama seolah puara-pura kuat nyata nya wajah mereka tidak bisa berbohong
tanpa menunggu lama ten maju dan memeluk erat anak nya, haechan terpaku apa benar ini ibunya yang memeluk nya ntah lah kemana trauma sialan yang dialami haechan air mata yang ditahan oleh haechan runtuh seketika membalas pelukan ten dan menangis untuk pertama kali nya dalam pelukan ibu nya tanpa rasa takut hanya rasa nyaman seperti pulang ke rumah yang sebenarnya
"congrats sweetie for you pregnant, it's okay kita boleh menangis tapi ingat jangan terlalu larut dalam kesedihan ya ingat kamu sedang mengandung anak mu jangan kamu menyesal seperti aku ya sayang maafkan ibumu ini channie dari awal aku menikah dengan ayah mu hanya sebuah keterpakasaan dan hadir nya kamu membuat impian mommy yang sudah didepan mata hilang seketika ketika mengandung mu dulu, kamu hebat sayang karena tetap mempertahankan cucu mommy disini tidak seperti moomy dulu yang selalu berusaha menggugurkan kamu hingga kamu lahir prematur dan penyakitan hingga sekarang" ten menyesal karena keegoisan nya membuat hidup anak nya sangat menderita
haechan yang mendengar penjelasan ibu nya merasa dirinya pantas tidak diinginkan oleh ibu nya karena dia penghalang mimpi ibu nya yang sudah dimata saat mengandung nya dulu
"seandainya tidak ada keterpaksaan itu pasti mommy sudah menggapai mimpi mommy dan sukses dan tidak ada aku yang menjadi penghalang kebahagiaan kalian, memang aku ini pantas tidak ada dunia ini tapi aku ingin berterima kasih kepada kalian berdua karena aku terlahir kedunia ini walau banyak luka dan tidak bahagia tapi setidaknya aku bertemu banyak orang baik seperti mark suami ku dan bubu dan ayah jae setidak nya dibalik luka yang menganga lebar terselip sedikit kebahagiaan karena tuhan tidak sejahat itu membiarkan hamba nya tidak bahagia hidup didunia ini" haechan menatap orang tua nya dengan senyuman tulus yang membuat air mata bersalah ten dan johnny luruh begitu saja
....
Hai hallo aku update lagi ^-^
Aku baru selesai uts huhu kemarin ngejar deadline tugas kuliah makanya lupa update sampai satu bulan:)
Ending nya bisa ketebak ya gak?
Tapi akan aku buat semua nya bahagia ditempat masing-masing agar tidak menggantung
Okay see next chapter:)))
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)
Fanfiction🚫HOMOPHOBIC TOLONG MUNDUR🚫 "Aku punya satu permintaan pertama dan terakhir ayo kita menjalani hidup seperti pasangan suami istri pada umum nya selama satu minggu, setelah itu ayo kita bercerai!" #BxB #MARKHYUCK #Fanfic
