(5) Bersama dengannya

3.6K 280 5
                                        

Jangan lupa vote dan comment ♡Happy Reading♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan comment ♡
Happy Reading♡

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

Samira mengerjapkan kedua matanya, meskipun kepalanya terasa begitu berat dan seluruh tubuhnya terasa sakit, Samira berusaha untuk membuka matanya sembari berusaha untuk mendudukkan dirinya.

"Ben je oke?" tanya Pieter dengan penuh kekhawatiran. (Kamu tak apa?)

Samira terdiam sejenak, ia mencoba mencerna apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia mencengkram kepalanya yang terasa begitu pening, netranya menelisik ke sekitar. Samira merasa asing dengan tempatnya berada sekarang.

"Waar ben ik?" tanya Samira sembari menatap kebingungan ke arah Pieter. (Dimana aku?)

Pieter berdiri dari tempat duduknya, ia mengambil segelas air putih dan memberikannya kepada Samira. Pieter mengisyaratkan agar Samira meminumnya. Tanpa basa-basi, Samira segera meneguk air putih pemberian Pieter.

"Ik ben verlost van de bedwantsen." Jona datang dari luar kamar dengan tatapan dinginnya. Bajunya terlihat lusuh, beberapa percikan noda merah dan coklat terlihat dipakaian militer Jonathan. (Aku sudah menyingkirkan kutu busuk itu.)

Samira mencoba mengingat peristiwa yang baru saja menimpanya. Ia baru menyadari bahwa pakaiannya telah diganti dengan kemeja putih lengan pendek. Samira juga mengenakan celana kulot setinggi lutut berwarna krem.

"Di-dimana aku?" Samira memundurkan badannya, ia terlihat begitu ketakutan. Jonathan memberi isyarat kepada Pieter untuk keluar dari kamar itu, Pieter yang nampak berat hati mau tak mau harus mematuhi perintah atasannya itu.

Jonathan duduk di kursi kayu tempat Pieter tadi. Ia sedikit memajukan kursi itu ke dekat ranjang dimana Samira berada. Netra blue marine Jonathan menyiratkan sebuah kehangatan yang mampu membuat Samira merasa begitu tenang. Jonathan yang biasa menatap Samira dengan dingin dan datar, kini berubah menjadi begitu hangat. Wajah pria londo itu menyiratkan rasa kekhawatiran.

"Tenanglah, kau akan selalu aman bersamaku. Aku sudah menyingkirkan pria bajingan itu," ujar Jona sembari menatap Samira dengan dalam.

Samira masih merasakan trauma dengan apa yang telah menimpanya. Ia bahkan tak berani menatap balik ke arah Jonathan yang berada tepat di depannya. Ia masih mengingat kejadian kejam yang dilakukan oleh Wira Adhi. Nafas Samira mulai tak beraturan, keringan sebesar biji jagung mulai membasahi kening wanita itu. Jonathan yang menyadari itu sedikit kebingungan, ia tak pernah menghadapi seorang wanita yang memiliki trauma seperti ini sebelumnya.

Jonathan yang sangat panik tak memiliki solusi lain selain memeluk Samira sembari menepuk punggung wanita itu dengan lembut. Samira sedikit terkejut dengan perlakuan Jonathan.

"Kumohon, tenanglah. Maafkan aku jika aku tak sengaja membuatmu ketakutan," lirih Jonathan pada Samira.

Samira mencoba untuk menenangkan dirinya, ia menghilangkan ingatan kelam tentang perlakuan Wira kepadanya. Setelah dirasa kondisi Samira membaik, Jonathan melepaskan dekapannya. Jonatham bangkit dari duduknya, ia mengisi gelas kosong dengan air putih yang ada di dalam teko. Sembari memberikan gelas itu kepada Samira, Jonathan mengatakan bahwa Samira berada di kediaman miliknya. Pakaiannya diganti oleh seorang dokter militer perempuan yang ada disana.

Let Me Love You [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang