(18) Tempat Tinggal Baru

2.2K 191 0
                                        

"Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage." - Lao Tzu

♤♤♤♤♤♤♤♤

Malam terasa begitu sunyi, Samira menatap jauh ke arah rembulan yang bersinar menerangi malam yang gelap. Mbok Lastri harus pergi membersihkan rumah Jonathan yang akan ditinggali oleh Samira, ia meninggalkan Samira sendirian di sebuah rumah sakit yang ada di Lumajang.

"Samira?"

Samira menoleh ke arah sumber suara yang terdengar tak asing baginya, Pria itu tak bisa menyembunyikan raut wajah khawatirnya. Pria itu berjalan cepat ke arah Samira lalu menariknya ke dalam dekapan hangat pria itu.

"Pieter?"

Perlahan Samira mendorong tubuh pria itu agar melepaskan pelukannya, menyadari tindakannya yang gegabah membuat Pieter melepaskan pelukannya sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Maafkan aku, aku hanya mengkhawatirkanmu saja," lirih Pieter sembari memberikan Samira sebuah rangkaian bunga tulip merah.

Samira tersenyum lembut melihat kebaikan dari seorang Pieter, ia meraih rangkaian bunga tulip itu. Pieter nampak senang ketika Samira menyukai bunga pemberiannya, ia meraih kursi kayu dan mendudukkan dirinya berhadap-hadapan dengan wanita pujaannya itu.

"Kamu pasti sangat ketakutan," lirih Pieter yang tengah menatap Samira dalam.

Samira menggelengkan kepalanya, ia sangat kagum dengan sikap Pieter yang begitu manis terhadap dirinya. Hingga, Pieter membuka obrolan mengenai kasus yang menimpa Samira.

"Kebetulan waktu itu aku mengunjungi kediaman Jonathan, lalu Dewi berkata kalau dirimu sedari tadi belum kembali untuk menjemput Dedrick. Di rumah, aku melihat Dedrick yang diantar oleh gurunya karena tak kunjung di jemput," terang Pieter dengan serius.

Pieter menjelaskan kalau ada seorang pria yang mendengar teriakan dari salah satu rumah tentara Belanda. Pria itu dan juga Pieter segera masuk kedalam rumah itu, mereka melihat Samira yang tengah tergeletak tak sadarkan diri.

Para wanita itu berteriak sembari melarikan diri dari dalam gudang, setelah itu Pieter membawa Samira segera ke Rumah Sakit.

"Seorang pria?" Samira mengernyit heran.

"Jaa, Apa ada masalah?"

"Bisakah anda menyebutkan ciri pria itu?"

"Dia memiliki tinggi seperti Jonathan, dia berambut coklat serta mata berwarna biru."

"Apa kau ingat apa yang ia kenakan?" Samira seolah memiliki firasat bahwa pria itulah yang membunuh Roseanne dan teman-temannya.

Let Me Love You [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang