Aku lupa disclaimer ya. Novel ini hanya cerita fiksi. Jika ada persamaan tempat, tokoh, alur kisah itu semata hanya ketidaksengajaan. Tidak ada maksud apa-apa selain menyampaikan cerita khayalan emak.
Dah, biar aman, nggak pada protes.. Ha-ha-ha
---------
Keserakahan di dunia ini dikuasai oleh 3 faktor: Harta, tahta dan Tara. Ah, maaf ... Harta, tahta dan wanita. Karena nyatanya, Tarananta Yusniar hanya sepah tebu yang dicicipi manisnya, terus kotor, orangnya jijik, langsung dibuang.
Pernikahanku dan Bagas hanya berjalan 1 tahun. 6 bulan Bagas menyesap manisku. 6 bulan sisanya, bahtera kami terombang-ambing oleh ombak ganas. Saking ganasnya, aku sebagai penumpang memilih terjun ke lautan lepas. Meninggalkan Bagas yang masih mau menyetir kapal ke tujuan kami. Pikirku, udahan saja. Tamatkan saja kisah cinta impianku yang berubah jadi mimpi buruk itu. Aku melambai tangan ke kamera. Nggak kuat.
Sebelum menikah, aku juga sudah ketakutan sebenarnya. Suatu saat, akan ada waktunya aku jadi permaisuri karena Gusti Raden Mas Rendra Bagas Abyakta Kamandaka ini digadang-gadang akan naik tahta menjadi raja.
Rasanya menjadi perempuan keraton nampak cantik dipandang dari kami yang biasa hidup di luar sebagai rakyat jelata. Dilayani, dihormati dan dipuja-puji.
Sayangnya, hal tersebut kurang cocok untukku. Masuk menjadi bagian dari keluarga keraton, mengubahku dari perempuan bebas serampangan, menjelma bak wanita berkelas sarat tata krama.
Menjaga kehormatan suami, keluarga dan kerajaan. Segala tindak-tanduk diatur jelas. Mengikuti adat yang berlaku. Menjauhi skandal yang dengan mudahnya menjatuhkan.
Menjadi istri seseorang yang punya jabatan sakral yang telah dilestarikan turun-temurun tersebut, juga nggak mudah. Tanggung jawabnya besar dan aku ragu-ragu.
Tapi, kasih sayangku pada sosok bernama Bagas, mengalahkan semuanya. Memberanikan diriku mengambil tantangan ini.
Sebelum semua sirna ... terbuka jelas ... ketika Papi tersangkut kasus korupsi.
---------
"Kita menikah, kita punya anak, sambil praktek dan meneruskan bisnis keluarga. Untuk acara kerajaan semua sudah ada yang atur. Kamu tinggal ikut aja. Mendampingiku."
Aku terdiam. Termangu memandang pohon besar menjuntai kemana-mana dari lantai 4 ini. Meneduhi jalan setapak Rumah Sakit Sardjito yang ramai dilewati pengunjung.
"Ayolah, Ra. Nggak akan berat."
Residen Penyakit Dalam itu bilang nggak berat. Dibayangkan saja sudah berat. Milea mungkin akan mundur teratur jika Dilan jadi Bagas.
Aku dan Bagas adalah korban cinlok pasangan FK UGM. Cinta lokasi. Bukan cilok ya. Rasa suka yang bersemi di rumah sakit.
Dia mendekat perlahan ketika aku jadi koasnya di stase Penyakit Dalam. Aku kebagian Bagas sebagai pembimbing bangsal. Jadi, selama 12 minggu, setiap pagi, kelompokku akan bertemu dengan Dokter Bagas ini untuk visite pasien. Lama-kelamaan, dia mengajakku visite kantin, visite bioskop, visite kafe-kafe seru untuk makan. Terakhir, yang aku kaget, mendadak dia mengajakku main ke Solo. Ke rumahnya. Ke keraton. Barulah dari situ aku tahu, pria yang terlanjur kusukai ini ... bukan lelaki biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit Tak Berharap Bintang Hadir Malam Ini ( Tara Bagas) TAMAT
Storie d'amoreTara adalah perempuan bebas. Bebas tidur sembarangan, bangun siang, belanja sekehendak hati, makan junk food, nyetir kemana aja dia suka, dan yang pasti nggak ada orang ribet yang akan negur dia. Nggak lagi-lagi akan dia ulangi hidup dalam kekangan...
