Bab 6 Luozi

1.7K 114 0
                                        

​"Untuk apa kau minta benang warna-warni?" tanya Cuiliu penasaran.

​Yunshu tidak berniat menyembunyikannya. Bagaimanapun, ia butuh bantuan ibu Cuiliu untuk membelikan benang tersebut, dan ke depannya ia juga butuh bantuan beliau untuk menjual simpul hias (luozi) yang sudah jadi. Hal ini mungkin bisa disembunyikan dari orang lain, tapi tidak dari Cuiliu.

​Ia memercayai Cuiliu, maka dengan suara rendah, Yunshu membisikkan rencananya.

​"Kau bisa membuat simpul hias?" seru Cuiliu kaget. "Ah benar juga, kau bahkan bisa menyulam pola secantik itu, membuat simpul tentu bukan masalah bagimu. Tenang saja, serahkan padaku. Kebetulan lusa aku memang mau pulang ke rumah."

​Cuiliu baru saja menerima gaji bulanan dan uang tip. Jika tabungannya sudah banyak, ia tidak pernah menyimpannya di kamar tempat mereka tidur, melainkan membawanya pulang. Ia merogoh kolong tempat tidurnya dan mengeluarkan sebuah kotak kayu, menggoyang-goyangkannya hingga berbunyi gemerincing, lalu membukanya. Isinya penuh dengan kepingan uang tembaga.

​Jumlahnya jauh lebih banyak daripada milik Yunshu. Maklum, Cuiliu adalah tipe yang cekatan dan tidak mau rugi di kediaman ini; ia melayani banyak majikan dan sering diminta melakukan berbagai keperluan, sehingga uang tip yang ia dapatkan pun lebih banyak.

​Cuiliu kemudian memberikan segulung besar benang sutra yang ada di dekatnya kepada Yunshu.

​"Untuk apa ini?" tanya Yunshu heran.

​"Bukankah kau bilang ingin menjual simpul hias ke luar? Kau kan di dalam kediaman terus, jadi tidak tahu pola apa yang sedang disukai di luar sana. Lebih baik kau buat dulu beberapa simpul yang kau kuasai. Lusa akan kubawa pulang untuk ibuku agar beliau bisa menanyakannya di luar. Biar ibu bertanya ke toko-toko, jenis mana yang mereka terima, mana yang harganya paling mahal, dan mana yang paling populer. Jadi saat aku kembali, kau punya gambaran yang pasti."

​Melihat kebaikan hati Cuiliu yang tulus, tenggorokan Yunshu terasa tercekat sesaat. Setelah beberapa lama, ia baru menerima benang-benang itu dan menatap Cuiliu yang tersenyum polos padanya. "Terima kasih, Cuiliu."

​"Terima kasih untuk apa? Seperti yang kau katakan, karena aku berteman baik denganmu, makanya aku melakukan ini. Kalau aku tidak suka padamu, biar kau memohon pun tidak akan kupedulikan," sahut Cuiliu sambil menjejalkan benang itu ke tangan Yunshu.

​"Tunggu sampai ibuku mendapat kepastian, baru aku belikan benang untukmu. Paling hanya butuh beberapa hari, jadi jangan terburu-buru." Ia terdiam sejenak lalu berbisik pelan, "Dibandingkan dirimu, kakak di rumahku sendiri... malah tidak terasa seperti saudara kandung yang tulus."

​Setiap keluarga punya masalahnya sendiri. Begitu pula Cuiliu; meski orang tuanya penyayang dan perhatian, ada saja anggota keluarga yang membuat pusing.

​Yunshu berpikir sejenak lalu bertanya dengan hati-hati, "Apakah masih tentang Kak Biliu?"

​Biliu adalah kakak kandung Cuiliu. Karena dulu kesehatannya buruk, ia tidak bisa melayani majikan. Pihak kediaman pun memberi tahu bahwa Biliu tidak perlu masuk ke kediaman Adipati Tang untuk bekerja. Sebenarnya, tidak menjadi pelayan adalah sebuah keberuntungan.

​Ayah Cuiliu bekerja sebagai pengawas di bawah Adipati Tang, dan ibunya mengurus bagian pengadaan—keduanya adalah posisi yang basah dan menguntungkan. Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat baik. Biliu tidak perlu menjadi pelayan dan hidup berkecukupan di rumah, diperlakukan seperti nona muda yang dimanja. Namun, karena terlalu dimanja, ia tumbuh menjadi sosok yang sangat egois dan benar-benar menganggap dirinya sebagai seorang nona.

​Bukannya menghargai adiknya yang dikirim bekerja karena bertubuh sehat, kini karena sudah cukup umur untuk menikah, ia malah membuat keributan di rumah menuntut mahar yang sangat besar. Jika ia hanya meminta mahar yang pantas, tentu tidak masalah. Namun, ia ingin semua tanah subur dan toko yang dimiliki keluarga, bahkan emas dan perak, semuanya dijadikan maharnya. Ia sama sekali tidak memikirkan adiknya yang suatu saat nanti juga akan membutuhkan mahar.

Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang