Karena alasan itulah, keputusan mengenai aliansi pernikahan tersebut langsung diketuk palu di tempat.
"Kalau begitu, Adik Kedua..." Nona Besar Tang tidak bisa menahan diri untuk tidak mengkhawatirkan adiknya.
Meskipun ia sempat menyimpan sedikit rasa cemburu karena sang adik telah melompati posisinya untuk menikah dengan Pangeran Xun sebagai istri penerus, namun hal itu sebenarnya hanyalah sebuah reaksi persaingan yang sangat wajar di antara sesama saudara perempuan dalam sebuah keluarga besar.
Ketika sekelompok gadis remaja berkumpul bersama, pemikiran kompetitif seperti, "Mengapa aku harus kalah dari dia?" pasti akan selalu muncul secara alami.
Namun, jika harus melihat adik perempuannya sendiri menikah ke dalam jenis keluarga yang penuh dengan cobaan dan penderitaan batin seperti itu, Nona Besar Tang bagaimanapun juga tetap merasa tidak tega. Meskipun ia adalah sosok yang sangat cerdas dan taktis, di dalam lubuk hatinya ia masih mempertahankan secercah kebaikan dan empati. Dengan raut wajah cemas, ia berkata kepada Nyonya Adipati Tang:
"Lantas bagaimana Adik Kedua akan menjalani hari-harinya di masa depan, Ibu?"
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hari-harinya tidak akan seburuk itu," Nyonya Adipati Tang menyunggingkan seulas senyuman tipis dan menenangkan kepanikan putri tirinya dengan suara yang sangat lembut. "Bagaimanapun juga, masih ada Ayahmu yang berdiri di belakangnya. Terlebih lagi, sekarang Paman Ketigamu juga akan segera menjalin aliansi pernikahan dengan Kediaman Pangeran Song, yang membuat Kediaman Adipati Tang kita secara otomatis menjadi salah satu keluarga bangsawan paling terpandang dan nomor satu di ibu kota ini. Selama adikmu bisa bersikap patuh, jujur, dan tahu diri, Pangeran Xun dipastikan akan tetap memberikan martabat dan kehormatan yang layak bagi seorang istri sah."
Tentu saja, ada detail lain yang sengaja disimpan oleh Nyonya Adipati Tang; akibat kejadian ini, Adipati Tang menjadi sangat murka dan kecewa kepada selir kesayangannya itu. Namun, untaian kalimat internal seperti ini tentu saja tidak sepatutnya ia beberkan di hadapan seorang putri selir.
Begitu melihat Nona Besar Tang mengembuskan napas lega, Nyonya Adipati Tang tersenyum manis lalu memerintahkannya untuk kembali ke paviliunnya guna beristirahat. Setelah sosok gadis bertubuh molek dan anggun itu melangkah pergi sepenuhnya, sesosok pelayan senior (mama) kepercayaan yang sejak tadi berdiri diam dengan sikap sangat takzim di sisi sofa mendadak mengembuskan napas panjang.
"Gadis itu ternyata juga memiliki banyak perhitungan di dalam kepalanya," ucap sang mama. Nona Besar Tang tahu betul cara datang ke hadapan Nyonya Adipati Tang untuk mencari muka, bahkan sengaja menangis tersedu-sedu meratapi nasib pernikahannya; hal ini membuktikan bahwa Nona Besar Tang bukanlah sosok gadis yang polos atau mudah dikelabui.
Nyonya Adipati Tang hanya menanggapi komentar tersebut dengan seulas senyuman tipis yang sarat akan makna.
Ia telah melahirkan dua orang putra kandung (di zi) yang sah untuk Adipati Tang, di mana putra sulungnya bahkan telah resmi dianugerahi gelar sebagai Putra Mahkota Adipati Tang (Tang Guogong Shizi). Dengan posisi dan statusnya yang sudah sangat kokoh tak tergoyahkan seperti ini, ia tentu saja sama sekali tidak perlu membuang energi untuk memedulikan perasaan ataupun intrik para selir dan anak-anak selir mereka.
"Dia juga sebenarnya cukup malang. Ia sudah kehilangan ibu kandungnya sejak masih sangat kecil. Jika ia tidak melatih dirinya sendiri untuk menjadi sedikit lebih cerdas dan taktis, bagaimana mungkin ia bisa bertahan hidup dan mendapatkan posisi yang layak di dalam Kediaman Adipati Tang yang luas ini? Namun, karena hari ini ia sudah mengutarakan isi hatinya secara langsung di hadapanku, maka urusan rencana pernikahannya kelak dipastikan tidak boleh ditangani secara sembarangan. Aku pasti akan mencarikannya sebuah keluarga pria yang sangat baik sebagai bentuk upah atas seluruh bakti dan kepatuhan yang luar biasa yang ia tunjukkan kepadaku selama dua tahun belakangan ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]
RomansaKetika dia bangun, dia melakukan perjalanan melintasi waktu dan menjadi pelayan kecil di rumah Tang Guogong. Di Duke's Mansion yang kaya dan nyaman, Yun Shu memulai hidup santai dengan tumbuh di bawah perlindungan kekayaan dan kemakmuran. Hasilkan l...
![Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]](https://img.wattpad.com/cover/349389350-64-k123206.jpg)