Bab 47: Pelayan Ranjang

984 72 0
                                        

​Sejak pergi ke kediaman Tuan Muda Ketiga Tang, Pearl (Zhen Zhu) sudah memutus hubungan dengan para pelayan di halaman Nyonya Tua. Atau lebih tepatnya, Nyonya Tua melarangnya menginjakkan kaki di halamannya lagi karena hanya akan membuatnya naik pitam.

​Kini, ia tiba-tiba muncul di depan kamar Yunshu. Yunshu merasa bingung dan saling berpandangan dengan Cuiliu.

​"Kenapa dia ada di sini?" bisik Cuiliu pelan kepada Yunshu.

​Pearl sekarang adalah "orang dalam" Tuan Muda Ketiga. Secara aturan, tidak sepantasnya ia berkeliaran dengan bebas seperti ini, bukan?

​Namun, karena Yunshu dan Cuiliu baru saja bercanda dengan riang, mereka tidak bisa berpura-pura seolah tidak ada orang di dalam kamar. Yunshu menghela napas dalam hati. Ia dan Cuiliu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu. Begitu pintu dibuka, terlihat Pearl berdiri di sana dengan ekspresi gelisah.

​Bagaimanapun, ia sekarang adalah orang yang melayani langsung di depan Tuan Muda Ketiga, sehingga ia memiliki martabat yang lebih tinggi. Putri Hexiang pun tidak akan mencari gara-gara dengan suaminya hanya karena seorang pelayan, sehingga hidup Pearl terlihat cukup mentereng. Tidak hanya hiasan rambutnya yang terbuat dari berbagai permata indah yang belum pernah ia miliki sebelumnya, saat ia menggerakkan lengannya, tampak gelang permata yang berkilauan melingkar di pergelangan tangannya yang putih.

​Perhiasan ini jauh lebih mewah dan megah dibandingkan gelang emas hadiah yang didapat Yunshu sebagai pelayan kecil.

​Tatapan Yunshu sesaat jatuh pada gaun sutra upeti yang sangat indah yang dikenakan Pearl. Dalam hati, ia hanya bisa mendesah untuk nasib Pearl.

​Hanya seorang pelayan ranjang (Tongfang), tapi berpakaian begitu mewah dan mencolok seperti seorang nyonya muda. Di mata orang lain, ini hanya akan membuat Pearl dicap sebagai orang yang angkuh dan lupa diri. Yunshu tidak percaya Pearl, yang telah bertahun-tahun melayani Nyonya Tua, bisa begitu naif hingga menganggap penampilan ini sebagai hal biasa.

​"Kak Pearl, kenapa Kakak kemari?" Yunshu tidak berniat mengajak Pearl masuk ke kamarnya. Bukan karena ia takut pada Putri Hexiang sehingga harus menjauhi Pearl, namun ia merasa Pearl kini telah berubah. Meskipun ia tetap terlihat lembut dan penurut seperti saat di depan Nyonya Tua, namun di dunia ini... siapa yang bisa menebak isi hati manusia? Yunshu tidak ingin menarik masalah ke dirinya sendiri; jangan sampai Putri Hexiang merasa tidak senang padanya hanya karena Pearl. Bukankah itu sangat tidak adil? Hubungannya dengan Pearl hanya sebatas kerja sama singkat, dan sebagian besar waktu justru Yunshu yang membantu Pearl. Jika bicara soal ikatan emosional yang mendalam, sejujurnya memang tidak ada.

​Perasaan Yunshu terhadap Pearl bahkan tidak sedalam perasaannya terhadap Coral (Shan Hu).

​"Aku ada urusan." Pearl melihat wajah Yunshu yang masih menyiratkan sisa tawa riang. Ia mengatupkan bibirnya dan secara tidak sadar meraba wajahnya sendiri.

​Ia masih muda dan cantik, namun entah mengapa, tiba-tiba seolah dalam semalam ia kehilangan kemampuan untuk mengikat hati Tuan Muda Ketiga.

​"Ada urusan apa?" tanya Yunshu penasaran.

​Melihat Yunshu tidak berniat mengajaknya masuk, Pearl ragu sejenak. Ia menatap Yunshu dan bertanya lirih, "Xiao Yun, di antara kita ada hubungan yang cukup baik, dulu pun kita saling berbagi persahabatan. Aku ingin menanyakan satu hal padamu..." Matanya mulai memerah. Melihat Yunshu menatapnya dengan tenang-wajah cantik yang tampak sedikit bingung itu-ia bertanya dengan suara serak, "Kau selalu melayani di depan Nyonya Tua. Apakah... Nyonya Tua pernah mengatakan sesuatu tentangku di depan Tuan Muda Ketiga?"

​Sikap Tuan Muda Ketiga terhadapnya berubah drastis dalam semalam. Hari itu, ia tahu Tuan Muda Ketiga pergi menemui Nyonya Tua. Hal ini telah terpendam lama di hatinya. Awalnya ia ingin bertanya pada Amber (Hu Po), tapi sekarang Amber mengabaikannya.

Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang