Bab 14 Pernikahan

1.4K 93 1
                                        

​Cui Liu merendahkan volume suaranya lalu memberi isyarat dengan tangannya agar Yun Shu tidak mengeluarkan suara. Sembari bersikap sangat waspada, ia membuka ikatan kantong kain tersebut, lalu menuangkan segenggam besar koin tembaga yang gemerincing riuh ke dalam kotak kayu kecil milik Yun Shu. Namun, dengan gerakan yang sangat tangkas, ia sengaja membiarkan beberapa keping perak batangan kecil tetap tersembunyi di dalam dasar kantong agar tidak terlihat oleh orang lain. Pada momen krusial itulah, Yun Shu sempat menangkap kilatan cahaya keemasan yang samar dari dalam kantong-yang tampak seperti sebuah cincin emas. Ia memilih untuk tidak melihatnya terlalu lama, lalu dengan sigap menyelipkan kantong kain itu ke dalam lipatan pinggang gaunnya.

​Sepanjang sisa malam itu untungnya tidak ada lagi pelimpahan tugas ekstra, sehingga Yun Shu dan Cui Liu bisa berbaring untuk beristirahat bersama. Begitu fajar menyingsing keesokan harinya, Yun Shu terlebih dahulu memakan segenggam buah goji beri (gouqizi) di dalam kamar, baru setelah itu ia melangkah menuju ke kamar depan Nyonya Besar untuk mulai melayani.

​Tuan Muda Ketiga Tang akan segera melangsungkan pernikahan, dan mengingat betapa krusial serta pentingnya acara akbar ini di mata keluarga, Yun Shu sejak hari itu sudah membulatkan tekad di dalam hatinya untuk bekerja lembur dan mengerahkan seluruh energinya demi mengejar target jahitan.

​Ia bahkan sengaja membawa sebuah bantal kecil miliknya sendiri untuk dipindahkan ke kamar belakang Nyonya Besar. Dengan cara ini, andai saja ia terpaksa harus terjaga sampai larut malam demi menyelesaikan sulaman, ia bisa langsung merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak di kamar tersebut tanpa harus membuang waktu berjalan bolak-balik.

​Nyonya Besar yang kebetulan melihat bantal kecil tersebut tidak bisa menahan diri untuk tidak mengulas senyuman lebar.

​"Coba kalian lihat betapa jujur dan tulusnya anak ini," Nyonya Besar benar-benar sangat menyukai semangat kerja keras dan ketulusan yang diperlihatkan oleh Yun Shu. Pelayan kecil ini tahu cara menyayangi matanya sendiri agar tidak rusak, namun di saat yang sama ia sama sekali tidak pernah memiliki niat untuk bermalas-malasan atau berbuat licik; pembawaan seperti ini membuat beliau menilai Yun Shu sebagai sosok anak yang sangat cerdas namun sama sekali tidak memiliki tabiat yang culas. Begitu melihat Yun Shu yang masih berusia sangat muda itu tampak tersipu malu, beliau pun bertanya sembari tersenyum hangat, "Kemarin kau sudah menanyakan seluruh variasi pola sulaman kepada Nyonya Adipati Tang, bukan? Lantas hadiah apa yang diberikan oleh Ibu Mertuamu itu untukmu?"

​Mendengar pertanyaan tersebut, Yun Shu menyunggingkan seulas senyuman manis dan menyahut dengan nada suara yang dipenuhi rasa sungkan:

​"Nyonya Adipati Tang dan Nona Besar mengatakan bahwa seluruh pelayan yang mengabdi dan melayani Nyonya Besar dengan tulus dipastikan memiliki jasa yang besar, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan hadiah ucapan terima kasih. Beliau tidak hanya menghadiahi saya koin tembaga dan perak batangan kecil, bahkan juga memberikan sebuah cincin, yang mana hal itu benar-benar membuat saya merasa sangat sungkan dan tidak enak hati."

​"Memangnya mengapa harus merasa sungkan?"

​"Saya di hadapan Nyonya Besar sebenarnya sama sekali belum mengukir pencapaian atau jasa besar apa pun. Namun Nyonya Adipati Tang justru menilai bahwa tindakan kecil saya dalam melayani di sisi Anda sudah sangat layak untuk mendapatkan pujian, dan beliau bahkan mengatakan bahwa selama saya bisa membuat Nyonya Besar merasa bahagia, maka hal itu sudah terhitung sebagai sebuah jasa yang besar. Jika standar penilaiannya adalah seperti itu, maka jajaran Kakak Senior di kamar inilah yang sebenarnya memiliki jasa paling besar, sementara saya hanyalah seorang pelayan kecil yang kebetulan sedang beruntung saja; kemarin saya mendapatkan keuntungan karena mengajukan diri untuk mengantarkan pesan ke hadapan Nyonya Adipati Tang, sehingga akhirnya bisa mendapatkan limpahan hadiah tersebut."

Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang