BAB 6

4K 306 58
                                    





Parkiran fakultas seni sepi, Azka diam menunggu seseorang dengan cemas. Tak lupa ia kabari saraga agar tak usah mampir ke kostan, dengan alibi akan habisi waktu bersama 3 temannya sampai malam. Tak lama mobil Pajero milih Satya terlihat memasuki area parkiran, dan berhenti tepat didepan nya.

"Duh...lupa bilang klo gua mual naik mobil"

"Azka maaf lama, tadi anter pulang Sean dulu ke apartemennya"

Satya bukakan pintu untuk Azka "ayo..keburu sore, belum lagi nanti macet soalnya jam pulang kerja" ujar polos Satya sipaling gak peka.

"Gua mual klo naik mobil"

"Tapi mobil gua gak pake pewangi apa apa, coba dulu"

Azka nurut buat masuk kedalam mobil Satya, memang gak kecium pewangi mobil, hanya sedikit ada wangi parfum yang Azka yakin milik Sean yang tertinggal.

"Mual?"

"Gak terlalu , gua buka jendelanya boleh?"

"Boleh.." Satya ambil jaket ya dibelakang untuk diberikan pada Azka " pake jaket yah, ntar Lo masuk angin"

Satya itu tipe orang yang santai, dia ramah dan murah senyum. Makanya semua orang akan lebih menyukai Satya dibandingkan saraga.

Contohnya hari ini, berapa kali Azka salting dilempari senyuman manis oleh kembaran saraga.

Cuma minusnya satu, Satya klo takut sama panik anaknya gak pernah ngotak dan pasti berakhir menyesal.

Azka berbaring mengikuti instruksi dokter kandungan, dilihatnya monitor yang menampilkan janinnya yang telah berkembang sehat . Jelas Azka senang, lalu alihkan tatapannya pada Satya yang diam dengan pandangan tak terbaca.

what wrong Satya? Kanapa muka Lo kek gak seneng liat anak gue?

Satya diam sampai mereka pergi menebus vitamin.

"Satya_"

"Lo laperkan? Kita cari makan yah"

Ada yang beda dari Satya, yang jelas ada ketidak nyamanan yang Azka rasakan. Matanya menatap ramainya jalanan, dadanya berdebar kencang dengan sudut mata yang berair.

Saraga, Azka mau pulang

...

"Azka..kenapa gak dihabisin ? Gak enak yah, atau kita coba menu lain"

Azka tatap steak daging nya tak minat, seketika nafsu makannya hilang.

"Gua kenyang, udah malem sat. Abis gini pulang ya, Gua cape pengen istirahat "

Satya cuma ngangguk, Tapi selanjutnya perlakuan Satya membuat Azka bungkam setengah mati.

Satya, pria itu keluarkan kotak kecil dari saku jaket Levisnya dimana Azka tau isi dari kotak tersebut.

"Azka, sorry klo kesannya gua gak romantis_ Tapi gua sungguh sungguh mau tanggung jawab, gua mau hidup bareng sama Lo sama sikecil juga. Ayo sama sama kita bangun keluarga kecil yang bahagia _"

Tangan Azka digenggamnya hangat dengan cincin yang perlahan Satya sematkan dijari manisnya. Tangis Azka pecah, tapi bukan perasaan terharu juga bahagia. Dadanya malah berdenyut nyeri juga kepalanya diserang pening hebat, rasa mual tak tertahan membuat pandangan Azka berkunang kunang.

Seharusnya gak gini, harusnya dia dan bayinya senang kan?



Tanpa tau dari kejauhan, saraga tatap keduanya penuh kekecewaan

"Satya, Lo boleh ambil hati semua orang dimuka bumi ini. Tapi klo hati Azka pun Lo ambil, Lo udah keterlaluan "


....


Hello baby _sungjakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang