BAB 12

3.6K 240 43
                                    




...

Semua tengah berdoa, menunggu kabar dari dokter yang belum juga menyelesaikan operasi nya.

Saraga bersandar lemas dibahu papa Jake, terlihat lelehan air mata masih terlihat dipipinya. Jaeyun yang masih pakai seragam batik sekolah usapi tangan kakak pertama untuk memberi ketenangan. Sedangkan sunghoon, berjongkok tepuki paha anaknya yang tengah bersedih memberi semangat dan keyakinan kalau semua akan baik baik saja.

Satya memandang nya dengan tatapan miris, bagaimana bisa keluarga nya kumpul bersama saling berpelukan melupakan fakta jika hubungan mereka tengah mengalami keretakan tak kasat mata.

Haruskan ada duka terlebih dahulu agar mereka bisa bersama kembali seperti semula?

"Tuhan..hilal mohon selamatin Azka sama bayinya, hilal udah maafin semua kesalahan temen hilal yang sebesar gunung. Jadi hilal mohon, jangan satu aja..klo bisa nawar mau selamatin dua duanya tuhan"

Satya lihat pria kecil Tengah menunduk dengan bisikan yang bisa Satya dengar. Tiba tiba fokus Satya teralih melihat banyaknya noda darah dilengan Hoodie milik teman Azka yang Satya ingat bernama hilal.

"Hilal"

Hilal menoleh , rambutnya acak acakan dengan hidung yang memerah. Lucu

Bomber abu abunya diserahkan pada hilal yang diam tak mengerti.

"Hoodie Lo ada darahnya"

Hilal panik lihati lengan Hoodie nya penuh darah gara gara panik gendong Azka. "Gak usah, aku gak apa-apa"

"Nanti pulang mau gitu aja? Gak enak dilihat orang orang"

Hilal diem bentar, "iya juga" trus ambil bomber milik Satya untuk tutupi lengan Hoodie nya.

"Makasih, nanti dibalikin"

"Sans"

Satya buka ponselnya, wallpaper hpnya menunjukan foto dirinya dengan Sean. Dibukanya aplikasi chat untuk menanyai kabar pacarnya yang ia tinggal begitu saja di mall, tapi naas nomornya telah di blokir.

Sean marah, dan Satya merasa bersalah.

"Om, maaf. Hilal mau pamit pulang dulu yah"

"Hilal makasih banyak, makasih udah tolongin Azka. Papa berhutang Budi sama kamu"

"Gak apa apa om, hilal pamit dulu. Permisi "

Satya betah liatin teman Azka sampai anaknya hilang dipertigaan. Dalam hati memaki karena lupa mengucapkan terimakasih atas diberinya kabar keadaan Azka dan kakaknya.

Cklek

Semua kompak berdiri hampiri dokter yang baru keluar dari ruang operasi, menunggu dengan cemas apa yang akan dokter katakan.

"Keadaan Suami saya gimana dok? Mereka baik baik aja kan? Anak saya_" ucap saraga tak sabaran.

Dokter bingung harus memulainya dari mana.

"Keduanya selamat, anak bapak harus dirawat  inkubator karna lahir prematur. Perkiraan sore sudah bisa dijenguk"

"Suami saya .. Dokter bilang dua duanya selamat kan? Saya udah boleh jenguk ?"

Dokter tak enak memberitahu hal penting kepada saraga yang menatapnya penuh harap.

"Maaf, Kita sudah berusaha sebisa mungkin. suami anda mengalami pendarahan hebat dan sempat kritis selama operasi berlangsung_"

"Kami benar benar berusaha selamat kan nyawa keduanya, tapi ada cedera akibat benturan yang membuat suami anda tak sadarkan diri dalam waktu berkepanjangan_"

Hello baby _sungjakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang