"Astaga..! Sadar Lal, itu baso ditangan kanan Lo masih ada_sekarang udah ambil somay aja"
Rangga dan Jean usap usap dada gak habis fikir sama tingkah temannya yang mirip monyet lepas kandang.
"Bisa bisanya si satya mau sama elu"
"Bacot anying..gua lagi makan lu pada komentar aja dari tadi"
Sedangkan jauh ditempat mereka, seorang fotografer yang heboh mengumpulkan satu keluarga yang mau difoto.
"Bang hesa mana? Trus siapa lagi yang belum kumpul..."
Mama park sudah duduk manis diatas pelaminan memangku Julian yang sudah lepas bedong. Disampingnya ada ketiga menantunya yang duduk merapihkan riasan anak mereka masing-masing, sedangkan Satya sudah siap diposisinya.
"UDAH KAN SEMUANYA...! SIP"
"Eeeeh..mama jangan nangis sekarang, nanti bedaknya luntur "
Mama park nangis melihat semua anak, cucu dan cicitnya kumpul merapat, dan yang pasti Dengan perasaan bahagia.
"Maaf, mama gak tahan kangen sama papa... pasti papa bahagia liat kita kumpul kaya gini, kalian janji yah klo mama udah susul papa_ harus sering sering kumpul, jangan marah marahan"
"Mama kok ngomongnya gitu sih..kita kan jadi ikut sedih"
Semua nya malah sedih berjamaah didepan fotografer yang bingung antara mau foto atau nggak.
"Permisi _ini Jadi foto?"
"Jadi...udah udah, sedihnya simpen dulu. Kasian itu fotografer nya pegel pegangin kamera"
"SIAP ! SATU..DUA...TI_"
"BENTAR PAK.." Satya panik mendapati hilal telah hilang disampingnya " HILAL MANA?"
Semuanya ikut panik cari hilal yang bisa bisanya lepas dari genggaman kuat Satya.
"Woy...bragajul bisa bisanya elu enak makanin somay sedangkan yang lain panik nyariin lu"
Azka kesal saat menemukan hilal sedang nyempil bersama ke 2 temannya dia area prasmanan , dengan tak berperasaan tangan hilal azka tarik membawanya menuju pelaminan.
Mau marahin, tapi semuanya gak tega liat gemesnya hilal ditarik Azka mirip anak hilang.
"Siap yah semuanya...SATU..DUA...TI..GA"
Ckrek.
......
Sean gugup menghampiri pelaminan, disana ada Satya tengah sibuk perbaiki rambut hilal yang berantakan. Sekali lagi kepalanya menggeleng, meyakinkan diri bahwa tidak penting menangisi seseorang yang telah pergi meninggalkan kita.
"Nggak Sean, Lo cuma gak terbiasa. Semua bakal baik baik aja seiiring dengan berjalannya waktu " bisik Sean menyemangati diri.
Saat pertama Sean naik keatas pelaminan, Satya kaget Mencoba menghampiri mantan kekasihnya " sean_"
"Nggak...aku bukan mau ngomong sama kamu"
Ucap Sean dengan melewati Satya begitu saja, lalu berhenti tepat didepan hilal yang gugup tidak tau harus berbuat apa."Lal... selamat ya" satu tangan hilal digenggam hangat oleh Sean.
Dengan gugup hilal mengangguk, mencoba membalas senyuman Sean.
"Makasih ya Sean, dan_ aku minta maaf sebesar-besarnya sama kamu. Dari awal aku gak bermaksud _"
"Gak apa apa Lal...ambil aja bekasan gua lima tahun, gak ada lecet tenang aja"
