7. Sekamar

481 27 1
                                    

"Shan, hey berhenti, kamu gak kasian sama babynya lari terus?" Panggil karez yang udah lelah mengajar shani dan khawatir juga dengan baby yang ada diperut shani

Shani yang mendengar teriakan karez pun terhenti seketika teringat bahwa ia tengah hamil muda

"Babynya gapapa kan? Babynya aman kan?" Ucap shani panik pada karez

"It's okey, sekarang kita cek ya babynya?" Ucap karez menenangkan shani

Mereka pun menyudahkan spend time mereka dengan karez yang membawa shani untuk check up babynya karna shani takut babynya kenapa-kenapa

"Maaf" ucap shani lirih saat sudah didalam mobil

"Hey, look at me. It's okey babynya kuat kok, dia happy kalo mommynya juga happy" ucap karez seraya mengelus tangan shani lembut

"Iyakan anak daddy kuat? Kuat dong, masa dibawa lari aja capek" sambung karez berbicara tepat didepan perut shani dan mengelusnya lembut

"Kuat daddy" ucap karez menirukan suara anak kecil

"Tuhkan shan, kuat tau babynya, so.. gak perlu khawati okey? Setelah ini kita check" sambung karez

Shani yang diperlakukan seperti itu pun kembali tersenyum karna tingkah karez yang menurutnya diluar dugaan. Ia tak expect bahwa karez akan bersikap semanis ini padanya

Karez pun menjalankan mobilnya menujur rumah sakit, sepanjang perjalanan tak banyak obrolan antara keduanya, karez yang fokus menyetir dan shani yang begelayut manja pada lengan karez.

Lagi-lagi jalanan yang padat membuat siapa saja kesal dibuatnya termasuk karez. Pasalnya ia sedang membawa shani dan juga anaknya yang ada diperut shani, ia tak mau anak merasa bosan karna menunggu jalanan lenggang, terlebih ia pun kasian pada shani yang sudah tertidur karna kecapean.

Macet jalanan membuat karez berubah fikiran untuk putar balik pulang ke rumah

20 menit berlalu setelah putar balik akhirnya mereka pun tiba di rumah dengan shani yang masih terlelap pulas di seat penumpang

"Capek banget kayaknya sampe ketiduran" gumam karez tepat didepan wajah shani

Karna tak tega membangunkan shani karez pun berinisiatif untuk menggendong shani sampai kamar
Setelah sampai karez pun menurunkannya dengan perlahan ia tak mau shani terbangun karnanya

"Mimpi indah ya" gumam karez seraya memberi kecupan pada kening shani

Setelah dari kamar shani karez pun memutuskan untuk ke kamarnya untuk mandi dan bersih-bersih karna sebentara lagi waktu magrib tiba

°°°

'Allahuakbar allahuakbara' suara kumandang adzan dari masjid pun mulai berkumandang dan bertepatan dengan itu pun shani terbangun dari tidurnya

"Loh kok dikamar? Bukannya tadi mau ke dokter ya?" Gumam shani bingung

Shani yang tak mau ambil pusing pun memilih untuk bersih-bersih dan mengambil wudhu

"Loh udah bangun?" Ucap karez saat masuk ke kamar shani dengan pakaian yang sudah lengkap dengan sajadah dan baju koko, juga bertepatan dengan shani yang keluar dari kamar mandi.

"Udah, kamu ada apa kesini?" Ucap shani

"Mau jama'ah, kita jama'ah ya?" Ucap karez seraya menggelar sajadahnya agak depan dengan sajadah shani

Mereka pun melaksanakan sholat magrib berjama'ah untuk pertama kali setelah sah menjadi pasangan suami istri selama kurang lebih hampir 3 minggu

An Out Of Blue MarriedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang