Lost

183 20 11
                                        

"Aku masih disini, masih merindukanmu"
-Charlotte

.
.
.
.
.

"Maafkan hamba yang mulia raja dan ratu karena telah mengganggu waktu makan malam, ada kabar mendesak dari pasukan perang"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maafkan hamba yang mulia raja dan ratu karena telah mengganggu waktu makan malam, ada kabar mendesak dari pasukan perang"

"Katakanlah"

"Yang mulia putra mahkota di kabarkan hilang setelah terkena anak panah"

DEG

Tanpa disangka Charlotte tengah berada di pintu masuk setelah kembali dari toilet, dan mendengar semuanya

"Si-siapa ka-katamu hilang?" tanya Charlotte terbata-bat sambil menahan air matanya yang sudah menumpuk di pelupuk mata siap untuk terjatuh

"Maafkan hamba yang mulia karena membawa kabar buruk"

BRUK

Charlotte jatuh pingsan

"Bawa putri ke kamar, segera panggilkan dokter istana" Titah Raja

"Baik yang mulia"

"Ratuku kembali lah ke kamar"

"Anakku anakku" lirih Ratu sambil terus menangis

"Kepala pelayan!!"

"Bimbing ratu kembali ke kamar"

"Kumpulkan semua ksatria suci dari kuil, sampaikan pada Vonsan bahwa ini titah raja" Titah Arthur

Dengan langkah besar Arthur segera menuju singgasananya, jantungnya berdetak begitu kencang, ia takut kehilangan satu satunya permatanya, ia takut anaknya kenapa napa, tapi ia harus tetap tegap, kuat dan waras dalam menghadapi masalah yang terjadi, ia adalah seorang Raja, pemimpin sebuah negeri, jika ia jatuh lemah maka seluruh rakyat akan terkena dampaknya

"Delbiontha, segera hubungi jenderal Bratt, perintahkan duke Asher untuk segera kembali ke kerajaan" Titah Raja kepada ajudan pribadinya

"Segera yang mulia"

"Kirimkan surat ini ke kerajaan Unsworth" sekali lagi Arthur memerintah

"Untuk sekarang tutup berita ini baik-baik, jangan sampai terdengar di telinga rakyat sebelum berita pasti tentang keadaan disana"

Di malam itu, wilayah istana kerajaan huru hara tak henti, istana ditutup untuk sementara, raja dan ratu tak menerima tamu, sampai tiba pasukan ksatria suci dari kuil

"Salam kejayaan bagi Silva, saya Vonsan de Essel menghadap yang mulia Raja Arthur Silva, saya mendapat undangan bahwa yang mulia membutuhkan saya dan pasukan ksatria suci"

"Apakah pendeta agung sudah menerima kabar dariku?" tanya Arthur

"Sudah yang mulia"

"Bawalah pasukanmu, dan pergi ke wilayah Wisth, di sana sedang terjadi peperangan antar Silva, Wisth, dan Skerry, lalu tugas kalian adalah membentuk pasukan pencari secara sembunyi sembunyi"

Trust Me Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang