2.

14 7 2
                                    

H A P P Y R E A D I N G

Bel pulang sekolah mulai berbunyi, Bella sudah menggendong tas nya sambil menunggu Tama yang belum kembali bersama Cila dari kantin.

Membuka benda kecil nya itu Bella mulai mengetikan pesan di roomchat milik Tama.

Tama

P
P
Lu dimana?
Ga balik sampe 10 detik gue
Tinggalin

Bella menutup layar hp nya, melihat sekeliling memastikan dirinya melihat Tama namun belum ada tanda tanda sama sekali.

10 detik hampir berlalu, sekolah perlahan mulai sepi. Bella bersiap melangkah untuk pergi dan pulang sendiri.

"Bella!" Teriak seseorang, suara yang Bella kenal. Itu Tama.

"Kemana aja lu gila," ucap Bella dengan nada yang sangat kesal.

"Nanti gue jelasin, ayo pulang dulu." Ajak Tama menggandeng lengan Bella menuju parkiran motor.

Di perjalanan dua remaja itu saling diam, Bella yang memejamkan mata sambil menikmati hembusan angin jalanan dan Tama yang fokus menyetir.

Bella membuka matanya.

"Tadi kemana?" Tanya Bella penasaran.

"Kantin," jawab Tama.

"Kantin sampe selama itu?"

"Cila balikin jaket gua, kemarin ngga sengaja ketemu dia malem malem lagi nangis di jalan karna dingin terus kasian gua pinjemin jaket gua. tapi malah kena ingusnya anjir," ujar Tama sambil menggeleng geleng saat mengucapkan kalimat terakhir.

Bella hanya mengangguk ngangguk mengerti, motor Tama pun berhenti di depan rumah Bella.

"Thanks ya Tam,"

"Sama sama, maaf tadi buat lu nunggu ya" ucap Tama menyengir.

Bella tersenyum tipis, lalu motor Tama melaju pergi begitu saja meninggalkan kawasan rumah Bella.

🤍🤍🤍

"Tama. tadi Cila ngechat gua katanya lu sibuk ngga besok?" Tanya Jegar melihat Tama yang asik bermain game online di hp nya.

"Kenapa nanya nya ke lu dah," bingung Karel yang berada di samping Tama.

"Gatau juga anjir, kenapa ga langsung ke Tama aja ya" karna ucapan Karel, Jegar jadi ikut bingung namun matanya menatap Tama meminta jawaban.

"sibuk apa coba. Hidup gua cuma makan, tidur, sekolah, main hp, nafas."

"Lupa lu sama Bella?" ucap Karel melirik sinis.

"Oh iya jalan jalan sama Bella ku sayang," jawab Tama sambil terkekeh.

"Bacot sayang sayang, inget lu beda agama lagian mana mungkin Bella naksir sama cowo gila kaya lu" Jegar memutar bola matanya malas.

"Sialan lu!"

Bella sedang bermain handpone nya di kamar, ia membuka aplikasi instagram dan melihat lihat akun milik cila lebih tepatnya stalking gadis itu.

"Cantik banget ya," gumam Bella melihat beberapa foto.

Bella sedikit iri dengan kisah hidup Cila karna ternyata gadis itu memiliki keluarga cemara, bakat yang begitu keren yaitu bernyanyi dan dance, pintar.

Sedangkan dirinya?

Bella menghela nafas, matanya menatap dinding di depannya. Bingkai foto keluarga yang begitu besar terpajang disana, senyum yang lebar dan terlihat bahagia kini semua sudah berbeda semenjak kepergian kaka nya Bella yaitu Abel bunuh diri.

"kalo ka Abel ngga pergi, mungkin kah keluarga kita masih seperti dulu kak?"

🤍🤍🤍

H

ai hai sayangku semuaa

Gimana kabarnya?

Jangan bosen bosen ya, awalnya emang bosen banget tapi semakin banyak nya part banyak hal hal yang seru! 😻

Vote dan komen nya biar aku makin semangat up nya 💗💗

PRATAMA || ON GOING Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang