.
.
.
Langit mendung mengejek Fang dari atas kepalanya saat ia tersenggal melintasi area parkir fakultas DKV.
Di depan, mahluk tak tau diri terus-terusan menarik lengan kurus yang sekarang berdenyut kebas hingga pangkal jari tangan.
"Bisa tidak, tidak usah sentuh aku?" Ringis belukar ungu saat tarikan di lengan atasnya mengetat.
"Salahmu jalan terlalu lambat!" Balas Solar saat jari-jari kokohnya yang bebas menarik topi hingga makin menutupi separuh wajah. "Aku tidak mau makin banyak orang yang sadar kau berkeliaran di sekitar ku."
"HUH!?" Pekik Fang kemudian dengan kasar menarik tangan pucatnya dari cengkraman Solar. "Permisi- Tuan, Kau yang berkeliaran di lingkungan ku!"
"Ck! Sialan- Berisik!" Solar membentak.
Dan Fang, "Otak rusak!" Balik menyalak.
Sepanjang jalan bentakan dan geraman saling bertabrakan, membuat satu dua kepala mau tidak mau menatap penasaran ke arah mereka. Begitu terus sampai keduanya berdiri tepat di depan pintu rawat Shielda yang tertutup rapat.
"Dengar-" Mulai Solar, Matanya menyipit tajam. "Jangan berani-berani memulai keributan yang tidak penting. Jangan ganggu momen ku dengan Shielda."
Memutar bola mata dengan jengah Fang mengabaikan Solar sebelum membuka pintu ruang rawat dengan sekali hentak. Wajah masam dan tertekuk laki-laki itu seketika melunak saat violetnya mendapati senyum cerah Shielda.
"Shielda, Sudah merasa lebih baik?" Senyum kecil tertarik di bibir pucat Fang, sekilas benar-benar lupa dengan rasa kesal dan penyebab kekesalannya beberapa detik lalu.
"Oh! Fang! Solar! Akhirnya kalian datang juga, aku tidak sabar mau pulang." Shielda melompat dengan semangat, Selang infus sudah tidak lagi menghalangi gerak energik gadis itu. Dengan wajah yang memerah riang si zamrud menghampiri Kakak sepupunya. "Aku sudah jauhhh lebih baik! Ayoo!! Kita pulang Fang!" Sambungnya bersemangat.
Kali ini senyum Fang berganti jadi tawa. Semu merah mengintip tipis dari pipi pucatnya yang tertarik oleh lengkung riang. "Seperti sudah tidak pulang satu bulan saja." Ucap Fang geli sebelum alisnya terangkat bingung.
Tiba-tiba merasa aneh saat cukup lama tidak mendengar suara memuakkan Solar yang merayu Shielda dengan kata-kata murahan. Sedikit mendongak laki-laki itu melirik Solar yang sejak tadi tidak bersuara di belakangnya.
Manik keemasan membalas violet. Menatap redup dengan ekspresi bodoh yang tidak pernah Fang kenali.
"Solar?" Seolah ikut bingung, Shielda memanggil laki-laki jangkung yang sekarang masih menatap kakak sepupunya, berharap mendapat respon dari Solar. Tapi tidak, tidak ada tanda-tanda jika si emas akan menjawab panggilannya.
"HEY!" Bentak Fang setelah cukup lama dan dengan ajaib menarik semua perhatian Solar hingga laki-laki itu memutus tatapannya.
"Otakmu benaran rusak atau apa!?" Sambung Fang ditemani kerut kesal yang membercak pada tiap jengkal wajah pucat.
Ujung telinga Solar memerah, dengan singkat laki-laki itu membersihkan pangkal tenggorokan yang tiba-tiba terasa kering. Kemudian seperti tidak terjadi apa-apa senyum lebar membelah wajah tak bercelanya. "Fang suka sekali bercanda tentang otak." Ucap Solar, saat memfokuskan kembali pandangan ke arah Shielda. "Selera humor 'teman baik' ku satu ini agak unik."
Fang mengeryit, meremang jijik saat menyadari penekanan kata 'Teman baik' pada kalimat yang baru saja terlontar santai dari mulut busuk Solar.
Sedang Shielda, sudah tersenyum lebar di tempatnya. Tawa hangat tumpah dari bibir mungil gadis itu. "Hahaha Aku benar-benar seperti punya 2 orang kakak sekarang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Confused
Fanfiction⚠️Solar x Fang Menurut Solar, Fang itu mahasiswa dengan penampilan paling tidak menarik di angkatannya. Suram dan kusam. Rasanya 10 detik saja dia tidak akan sanggup memandang wajah pucat yang bersembunyi di bawah semak ungu itu. Benar-benar memuakk...
