.
.
.
30 menit sudah berlalu sejak Solar naik ke atas rajang, berbaring hanya dengan boxer ketat dan terbungkus selimut tebal yang ia bagi dengan Fang. Di sebelah, Fang mengabaikannya dan sejak tadi fokus menggerakkan jari-jari di atas permukaan ponsel yang bersinar terang pada remang ruang kamar.
Solar melirik ponsel Fang. "Seru sekali sepertinya." Dengan gusar ia melipat tangan di depan dada. "Sedang mengobrol dengan 'Ying' jangan-jangan?"
Jari Fang berhenti, perlahan manik violet berputar jengah. Dengan malas ia membuka mulut. "Bisa tidak kau tidur saja?"
"Aku kan cuman bertanya."
"Aku tidak mau jawab." Balas Fang singkat lalu kembali fokus memainkan ponsel di genggaman, bersiap mengabaikan laki-laki bongsor yang menumpang di kasurnya itu.
Solar mendengus kasar kemudian berbalik membelakangi Fang dan masuk lebih jauh ke dalam lipatan selimut, menyisakan surai kecoklatan yang mengintip asal dari tepi keliman kain.Tapi tidak lama, saat ia mendengar tawa rendah milik Fang, laki-laki itu kembali menyibak selimut dari kepala dengan cepat. Terlalu cepat hingga menimbulkan suara sibakan kain yang berlebihan.
"Kau dekat sekali ya dengan si Ying ini?"
Masih menatap ponsel, Fang menghela napas. Memejamkan mata lambat-lambat, si surai ungu memijat pangkal hidung. "Buka mulut sekali lagi, kau tidur di sofa malam ini."
"Kalian pacaran?"
"Khe-Perduli sekali Kau." Sarkas Fang, "Kenapa? Kau mau mendekati Ying juga?" Melepaskan ponsel kali ini pandangannya menampar wajah Solar. Menatap curiga laki-laki separuh telanjang yang sekarang duduk menjulang di atas kasur. "Tidak cukup cuma Shielda? Dasar laki-laki daki buaya!"
Solar berjenggit, berkedip beberapa kali, ia terlalu kaget untuk langsung membalas perkataan si ungu, "D-daki, Daki bua-" Mulutnya membuka dan menutup dengan bingung. "Hpmff- Kau!" Teriak Solar pada akhirnya. "Siapa juga yang perduli!? Laki-laki jelek sepertimu mana mungkin bisa punya pacar!"
Mendengar teriakkan berisik dan tidak penting, sekali lagi Fang memutar bola mata, terlalu lelah untuk menanggapi mahluk menyebalkan di sebelahnya itu. Jadi, sebelum ia meledak oleh amarah, Fang meraih ponsel yang tergeletak di pangkuan, memutuskan kembali mengabaikan Solar sepenuhnya.
Beberapa saat hening cukup lama menggantung di antara mereka sebelum suara berat yang memuakkan kembali memenuhi gendang telinga Fang.
"Iya kan?" Ucap Solar ketika tubuh laki-laki itu bergeser makin dekat. "Kau tidak mungkin punya pacar." Suara gesekan halus permukaan selimut memenuhi ruang kamar begitu tubuh berat Solar kembali bergerak. "Iya kan?"
Beberapa detik berlalu dan masih tidak ada jawaban dari Fang yang sekarang bersusah-payah fokus menatap layar ponselnya dengan raut masam.
Solar makin mendekat, sedikit membungkuk ketika ia mencoba memandangi wajah pucat di sebelahnya. Pandangannya turun, dan kali ini berlama-lama pada bibir tipis Fang. Dua belah daging pucat itu terlihat basah dan berkilau saat tertimpa sinar ponsel. "Aku yakin," susah payah ia menelan ludah. "Orang sepertimu berciuman saja pasti tidak pernah."
Cengkraman jari Fang menguat, meremas kedua sisi ponsel hingga ujung jemari pucatnya memerah.
Di sebelahnya, Solar tidak perduli dengan emosi Fang yang nyaris meledak dan dengan tanpa tahu malu ia sekali lagi membuka mulut. "Kau pasti, juga tidak tahu cara berciuman kan?"
Gusrak!
Punggung Solar menghantam permukaan ranjang yang hangat ketika Fang mendorongnya sekuat tenaga dan mulai menindih perut telanjangnya. Laki-laki yang beratnya tidak seberapa itu mulai merangkak dan Solar bisa merasakan remang aneh mulai mendaki dari pangkal tulang ekor hingga pinggangnya.
Tatapan dingin dari manik violet adalah hal terakhir yang Solar ingat sebelum kedua belah daging lembut bibir Fang memangut mulutnya. Menekan dan melumat hingga ketika geligi Fang menarik bibir bawahnya, Solar melenguh. Patuh membuka mulut dan mengejar bibir Fang dengan lidah hangatnya.
Dua lidah lunak bersentuhan, mengelus dan saling mengecap rasa masing-masing. Fang menempel makin dekat, masuk kedalam mulut Solar dan menghisap lidah lebar laki-laki itu hingga tubuh di bawahnya megejang nikmat. Saat ia melepas hisapan, Solar balik menangkap lidahnya, membalas dengan lebih kuat dan lama. Membuat ludah Fang menetes, membasahi mulut Solar yang menolak Untuk melepas Fang.
Napas keduanya tidak beraturan, saling mencuri udara dan aroma yang bercampur.
Gema terengah menuhi kamar bersamaan dengan decak basah dari dua lidah lunak yang masih saling menggeliat di dalam mulut serta gesekan halus kain-kain di bawah mereka.
Solar kembali melenguh, secara naluriah meraih leher Fang. Berniat menarik si laki-laki agar lidahnya bisa mengais sudut terjauh rongga hangat mulut di atasnya, ketika tiba-tiba pangutan di bibirnya berhenti.
Fang mengangkat kepala, menarik mulutnya yang bengkak karena nyaris dikunyah oleh laki-laki di bawahnya. Meski sedikit nyeri ia menarik senyum puas ketika mendapati manik keemasan Solar yang menatap tidak fokus pada bibirnya.
"Lihat kan, aku pernah dan tahu caranya berciuman." Bisik Fang saat bibir basah mereka masih nyaris bersentuhan. Mengelitik permukaan bibir Solar pada tiap kata yang ia ucapkan.
"Kau mau tahu hal apa lagi yang aku bisa?" Senyum lebar makin ditarik, memanjang pada wajah nakal Fang yang sedikit memerah. Laki-laki itu mendekat, menekan bibir bengkaknya hingga menempel sekali lagi, pada ciuman kedua ia berbisik lirih.
"Hmm, Solar..."
Dan detik berikutnya Solar terbangun.
.
.
.
Tbc.
.
.
.
Aloo Ponta di sini~
Beberapa hari ini ada notif komen fic yg masuk ke email dan aku bener2 ga nyangka ada yg masih nungguin cerita ini 😸
Ehehe makasih yah buat kalian yg masih betah main di sini. Aku jadi semagat buat up lagi pas baca komen2 lucu klian haha...
Krn kesibukan aku irl jadi rada susah buat update fic ini, makany bener2 baru bisa up klo ada waktu senggang dan lagi mood buat nulis pastiny. Tapi aku bakal usahain buat tetap lanjut karena ini salah satu karya favorit aku juga 😻
Skrng sebenerny masih rada sibuk jadi aku up pendek dlu yah, itung2 pemanasan buat mulai up lgi nantinya. Semoga kalian suka deh,
Kek biasa, boleh banget klo kalian mau ninggalin jejak vote atau komen biar aku makin semangat buat lanjut 😸😸
Luv2 kalian semuaa 💖💖
KAMU SEDANG MEMBACA
Confused
Fanfiction⚠️Solar x Fang Menurut Solar, Fang itu mahasiswa dengan penampilan paling tidak menarik di angkatannya. Suram dan kusam. Rasanya 10 detik saja dia tidak akan sanggup memandang wajah pucat yang bersembunyi di bawah semak ungu itu. Benar-benar memuakk...
