Bab 18 - Penjelasan

169 28 1
                                        

Keputusan Kalangga untuk membicarakan masalah berakhir disini, di galeri miliknya. Terlalu lelah untuk mengendarai kendaraan hanya untuk mendengar penjelasan yang bisa saja menyakiti hatinya.
Disini sekarang, Bara duduk berhadapan dengan Kalangga. Meski marah, Kalangga tetap membuatkan minuman hangat untuk kekasihnya.

Kalangga juga sudah lelah akan sikap dirinya sendiri yang seperti ini. Ia hanya bisa menunggu penjelasan dari Bara. Memperhatikan Bara yang sedang menyeruput coklat hangat buatannya, matanya menelisik ke dalam netra coklat milk Bara. Mencari kesalahan, kebohongan atau dusta yang ada disana. Namun nihil, Kalangga tidak menemukan satu titik pun.

"Kala.." Panggil Bara dengan kembali menatap si manis hingga kedua netranya bertemu lagi. Kalangga yang sadar sedang bertatapan hanya diam, meski matanya masih menatap Bara.

"Aku mau tanya sama kamu, apa aku buat salah sampai kamu ngediemin aku beberapa hari ini?" Pertanyaan yang sudah empat hari bersarang di kepalanya akhirnya terucap juga.

Hening, karena Kalangga belum mau menjawab pertanyaan Bara.

"Kalo memang ada, tolong kasih tau sebelah mana aku salahnya. Supaya aku bisa benahi diri, introspeksi diri aku sendiri." Lanjut Bara.

Kalangga menghela nafasnya kasar setelah mendengar ucapan lanjutan dari Bara. Sedikit membenahi posisi duduknya, kali ini Kalangga mulai berbicara.

"Aku yang tanya sama kamu, kamu ga ada niatan buat ngaku gitu? Kamu udah tau belum kesalahan kamu apa? Kamu udah sadar belum apa yang udah kamu lakuin? Kalo emang belum sadar, coba pikirin dulu. Sikap kamu sebelah mana yang bikin aku jadi begini sama kamu." Runtutan berbagai pertanyaan Kalangga layangkan kepada Bara. Membuat Bara diam tidak berkutik tanpa mau menyangkal semua ucapan Kalangga. Bukannya ia tidak bisa menjawab semua pertanyaan Kalangga, hanya saja ia ingin mendengar kekasihnya itu meluapkan segala unek-unek yang ada di hatinya.

"Kenapa diem? Berarti bener kamu udah bikin suatu kesalahan." Senyumannya tersungging sedikit di sudut bibir. Masih dengan mencecar Bara untuk semakin menyudutkannya.

"Aku udah mikirin semua hal yang aku lakuin sebelum kamu silent treatment kaya gini. Sampai aku ngobrol sama Marvel juga memang aku ngerasa ga ada sesuatu yang salah sayang." Jawab Bara frustasi. Memang benar ia tidak merasa melakukan sesuatu yang salah. Apalagi mengancam hubungannya.

Kalangga tersenyum miris, ia mencoba menahan tangisannya. Hatinya benar-benar pilu mendengar ucapan Bara. Bibirnya bergetar menahan emosi yang sebenarnya ingin ia luapkan. Masih menatap Bara dengan tatapan terluka.

"Memang pada dasarnya semua dominan itu sama. Tidak menyadari apa yang sudah diperbuat, tidak menyesali apa yang sudah terjadi." Tak kuasa menahan bulir bening di pelupuk mata, akhirnya pertahanan yang ia buat pecah juga. Tangisannya terdengar menyakitkan di telinga Bara. Mengetahui kekasihnya menangis, Bara beranjak dari duduknya segera ia pindah ke sebelah si manis. Tangannya terulur untuk menggenggam telapak serta jari si manis.

"Maaf, maafkan aku sayang. Aku bener bener ga tau apa yang bikin kamu sampai kaya gini. Jadi tolong kasih tau aku." Usapan lembut Bara berikan di punggung tangan Kalangga. Kalangga ingin menolaknya, menghempaskan tangan Bara saat menyentuh tangannya. Namun usahanya sia-sia, karena Bara benar-benar menggenggamnya kuat.

"Kalo memang kamu sukanya sama cewe, terus jalan sama cewe, putusin aku sekarang." Ucap Kalangga diiringi dengan isakan pilu nya.

Bara yang mendengar ucapan Kalangga sungguh terkejut. Maksudnya apa? Siapa perempuan yang dimaksud Kalangga?

"Hey, hey.. Kok ngomongnya kaya gitu? Aku ga ada niatan buat berpaling dari kamu. Apalagi sama perempuan." Bara menarik Kalangga ke pelukannya, ia peluk si manis sembari mengusap punggungnya lembut. Isakan yang masih terdengar di rungu Bara semakin pilu. Ia tidak suka si manis terisak seperti ini.

Bandung Dan KamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang