“Kejar aku, Sasuke-kun!” tawa riang mengalun dari gadis pujaan hatinya.
Taman penuh bunga menjadi latar bagi dua insan yang tengah berbahagia. Sasuke, pria itu menangkap sang kekasih dan memutar tubuh itu menciptakan tawa dari keduanya.
“Aku mencintaimu!” ungkap Sakura setelah Sasuke menurunkan tubuhnya.
Sasuke memeluk tubuh Sakura, tubuh yang nampak bugar seakan tak memiliki rasa sakit.
“Aku jauh lebih mencintaimu, Sakura.”
Sakura mengelus rahang pria itu, “Hiduplah dengan baik, Sasuke-kun. Jangan terlarut dalam kesedihan selalu, ikhlaskan aku, jalani kembali hidupmu.”
Sasuke membuka matanya dan meremas pelan pelipisnya, “Sakura..”
Sakura mendatanginya di mimpi, membuat rasa rindu itu kembali ke permukaan.
Sasuke turun dari kasurnya dan menuju ke kamar mandi.
_____
Sasuke menghela nafasnya dan melirik tangan kanannya yang menggenggam buket bunga, kakinya melangkah menuju salah satu pusara yang bertuliskan nama sang kekasih.
Ia berjongkok, menaruh bunga itu di dekat pusara sang bunga.
“Apakah kamu marah karena belakangan ini aku masih sulit untuk melupakanmu?”
“Sehingga kamu mendatangiku semalam..”
Sasuke menunduk, “Sulit, Sakura. Sulit menjalani hidup tanpamu, lalu bagaimana aku harus menjalani hidup jika alasanku tetap hidup adalah dirimu?”
Mata Sasuke berkaca-kaca, rasa sakit kehilangan sang cahaya kembali lagi.
“Kamu tahu? Keluargamu datang, mereka menangis dan menyesal, namun tetap itu tak membuat kamu bangkit, sayang. Tapi, kamu berhasil, membuat mereka memperhatikanmu. Walau semuanya sudah terlambat.”
“Aku bertemu Ichigo, ia sembuh dan bertanya mengenai dirimu. Aku bercerita jika Sakura kekasihku sudah bergabung bersama bintang dan bulan di langit, Ichigo berkata ia yang akan menjadi astronotnya. Kami sempat tertawa sampai akhirnya orang tuanya memberitahu maksudku dan Ichigo menangis..”
“Laki-laki kecil itu menangis, Sakura. Ia bilang kamu mengingkari perkataanmu, kamu tidak sembuh, kamu tidak bermain dengannya. Aku hanya memberinya pengertian bahwa yang datang pasti akan pergi.”
Sasuke melirik arlojinya, “Sudah sore, aku kembali dulu Sakura. Datanglah sering-sering ke mimpiku, hanya melalui itu aku dapat melihatmu.”
Sasuke mengelus pusara itu sebelum dirinya berdiri dan meninggalkan pemakaman.
_______
Sasuke mengedarkan pandangannya, taman yang sama seperti malam sebelumnya. Senyuman tipis menghiasi wajah tampan itu, Sasuke berlari mencari gadis pujaan hatinya.
Mata itu memandang pada gadis yang tengah memegang bunga, Sakura, gadisnya disana.
“Sakura..”
Gadis itu menoleh, dan tersenyum. Rangkaian bunga yang memenuhi tangannya ia lepas begitu saja dan berlari menghampiri Pria-nya.
“Sasuke-kun!”
Sakura memeluk erat Sasuke yang dibalas erat oleh sang Tuan.
“Aku merindukanmu, Sakura.”
Sasuke menghirup dalam aroma kekasihnya, ia sangat senang bertemu dengan Sakura.
Sakura mendatanginya, di malam setelah ia mendatangi pemakaman gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshot Sasusaku
Fanfictionhanya cerita oneshot sasusaku namun dalam berbagai genre, 18-21+ area. Naruto belongs Masashi Kishimoto All picture cr. pinterest
