Langkah kaki kupercepat menyusul Uchiha Bungsu didepan sana, saat diriku telah berdampingan dengannya aku mencolek lengan Sasuke.
“Sasuke-kun, bagaimana jika sore ini di taman?”
Sasuke menghentikan langkahnya, ia memutar kepalanya menghadapku. “Kau menyebalkan, Sakura. Aku membencimu.”
Setelah mengatakan itu Sasuke kembali berjalan meninggalkanku seorang diri, aku tak marah ataupun tersinggung. Kita lihat saja nanti, pasti Uchiha Bungsu itu tetap akan datang ke taman.
Sore hari pun tiba, dan benar. Tak lama aku menunggu, Sasuke pun datang. Raut wajahnya tetap datar dengan kedua tangan ia masukkan kedalam saku celana.
“Ada apa?” tanyanya dengan nada datar.
“Aku merindukanmu.” kataku pelan.
Sasuke menatapku tajam, “Aku membencimu!” Sasuke membuang arah pandangnya.
Aku terkekeh pelan, bagaimana mungkin Sasuke bisa membenciku jika rona merah muda bahkan menghiasi pipinya.
Aku menyunggingkan senyuman, menggodanya. “Kau yakin membenciku?”
Sasuke kembali menatap mataku, “Aku sangat membencimu, Sakura.”
Aku tertawa pelan, “Baiklah, baiklah. Kau membenciku, jadi.. kau ingin kupeluk atau kucium, bayi besar?”
Sasuke mengerutkan alisnya, bibirnya mencebik bak merajuk. “Peluk aku..” nadanya pelan sekali, bahkan hampir tak terdengar jika aku tak memasang telinga baik-baik.
Bibirku berkedut menahan senyuman. “Apa? Aku tidak mendengarmu, Sasuke-kun.”
Tangan Sasuke mengepal, pipi serta telinganya memerah malu. “Peluk aku, Sakura!” nadanya kali ini lebih keras dan tegas.
Tanpa babibu lagi aku mengalungkan lenganku ke lehernya, menepuk pelan punggung pria yang tampak gagah itu. Sasuke membalas pelukan sang gadis, ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher si merah muda.
“Aku membencimu.” bisik Sasuke.
“Ya, aku juga mencintaimu Sasuke-kun.”
“Jangan pergi lagi, Sakura.”
“Tak akan.”
Dan Sasuke pun mengeratkan pelukan itu.
_______
Setelah acara pelukan sore hari di taman, Sasuke tidak melepasku! Aku serius! Aku kini berada di apartemennya dan apa? Benar! Ia terus memelukku!!
“Sasuke-kun, bisakah lepas pelukanmu sebentar?” Aku sedikit meronta, karena Sasuke nampak nyaman dengan menyembunyikan wajahnya didadaku.
Sasuke menggeleng pelan, bibirnya sesekali mengecup dadaku. Sungguh, rasanya aku menyesal kenapa menyetujui Sasuke untuk mengganti pakaianku.
“Lepas sebentar, Sasuke-kun.”
Sasuke mendongak, ia menatap tajam diriku. “Kau mau pergi lagi, ya?”
“Tidak, tapi aku pegal karena posisi ini terus menerus.” keluhku.
Sasuke bangun, aku sedikit bernafas lega sebelum tangan itu mengangkat tubuhnya untuk duduk di pangkuannya. Kami berhadapan.
“Sasuke—”
Sasuke mencium bibirku, tangan kanannya menekan tengkukku untuk memperdalam ciuman, sedangkan tangan kirinya mengelus pahaku membuat aku meremang tanpa sadar. Aku tak ingin munafik, ciuman Sasuke tetap memabukkan, kuputuskan untuk membalas ciuman itu dan mengalungkan lenganku sesekali meremas surai dark blue itu.
Lidah Sasuke menggodaku untuk beradu, dan lidah kami pun saling membelit menciptakan benang saliva hingga turun ke dagu. Sasuke menciumku semakin ganas, rasanya aku pun hampir kehabisan nafas. Aku menepuk bahunya kala tangan itu semakin naik kesamping payudaraku.
Sasuke mengerti, ia melepas pagutannya. Memandang sayu akan hasrat padaku. Jemarinya membelai bibirku, “Aku menginginkanmu.”
“Bukankah kau membenciku?”
Sasuke nampak terkejut dan ia langsung memelukku erat. “Kau tahu, kan.. aku tak bermaksud begitu.”
Aku terkekeh, mengusap surai itu seperti seorang Ibu kepada anaknya. “Aku mengerti, aku hanya bercanda.”
Sasuke nampak lega, ia mengusap pipiku. “Jadi, boleh kumiliki dirimu malam ini?”
Aku mengecup bibir tebal itu, “Miliki aku sepenuhnya, Sasuke-kun.” bisikku seduktif.
Dan tak lama setelah itu Sasuke menggendongku kearah kamar dan bunyi percintaan serta desahan nikmat mengalun di apartemen yang sepi itu.
_____
kalau aku masukin oneshot 21+ menurut kalian gimana?
tolong tanggapannya, ya. terima kasih <3
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshot Sasusaku
Fanfictionhanya cerita oneshot sasusaku namun dalam berbagai genre, 18-21+ area. Naruto belongs Masashi Kishimoto All picture cr. pinterest
